Blog Guru : Pendidikan, Kebudayaan, Kesehatan, Teknologi, Hot News, dll.

Wow! Hadiah Untuk Pendidikan Paling Besar Sepanjang Masa Diberikan Oleh Miliarder China

Miliarder China Beri Hadiah Pendidkan yang Terbesar Sepanjang Masa : nadiguru.web.id - Salah seorang miliarder yang berasal dari China yang mempunyai bisnis pada bidang teknologi, menawarkan ‘hadiah pendidikan’ dengan nilai terbesar di dunia. Kurang lebih sekitar US$ 8 juta ataupun Rp107 miliar (estimasi kurs Rp13.378) diberikan oleh The Yidan Prize sebagai hadiah dalam setiap tahun. Hal itu guna dimanfaatkan untuk dua proyek penelitian yang memiliki potensi agar dapat mengubah wajah pendidikan secara global.

Wow! Hadiah Untuk Pendidikan Paling Besar Sepanjang Masa Diberikan Oleh Miliarder China

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Laman Liputan 6 bahwa Charles Chen Yidan sebagai salah seorang dari pendiri sebuah perusahaan teknologi Tencent tersebut berharap supaya hadiah itu dapat meningkatkan berbagai proyek peneltian pendidikan yang dilakukan secara inovatif dan juga dharapkan agar banyak generasi muda yang dapat meniru dirinya.
Dikabarkan, bahwa ternyata beberapa perguruan tinggi pun sangat antusias untuk ikut serta dalam kegiatan sayembara pendidikan itu. Bahkan, beberapa lembaga paling terkemuka yang ada di Amerika Serikat (AS) seperti lembaga Harvard dan juga MIT pun sangat antusias dan telah mengusulkan beberpa nominasi.
Hadiah yang diberikan tersebut bukan hanya akan dimenangkan oleh lembaga pendidikan yang sudah besar dan terkenal, dimana penelitiannya berskala internasional. Namun, proyek-proyek dengan skala lokal pun dapat memenangkan hadiah yang besarnya ratusan miliar itu.

"Selama ide yang ditawarkan bisa dititu di daerah lain, kita akan memberikan mereka penghargaan," jelas Chen.

Sebagai bahan informasi tambahan, bahwa Chen saat ini usianya adalah 45 tahun dan juga menjadi telah menjadi salah satu orang yang paling kaya di China. Chen adalah salah satu pendiri Tencent pada 1998. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2013, ia mengundurkan diri perusahaan dan fokus menjadi seorang filantropi pendidikan.

Minatnya terhadap dunia pendidikan berawal dari keluarganya sendri. Dimana, Neneknya itu buta huruf namun menginginkan dan juga terus berusaha keras untuk memberikan pendidikan yang terbaik kepada ayahnya. Dimana Chen sendiri, mengambil sebuah studi ilmu kimia pada Universitas Shenzhen dan juga gelar masternya diperoleh pada bidang hukum ekonomi di Nanjing University.

Guru Menulis : Game dan Budaya Belajar

Game dan Budaya Belajar : Nadiguru.web.idTulisan tentang Game dan Budaya Belajar dimuat di Harian Umum Kabar Priangan edisi Jumat, 20 Januari 2017 pada rubik Guru Menulis (Gumeulis). Adapun tulisan lengkapnya bisa And baca di bawah ini!
Baca juga : Blog Teknologi Abah Deta yang khusus untuk seputar Teknologi

Belajar merupakan suatu proses untuk mengubah perilaku menjadi lebih baik melalui sebuah pengalaman. Tanpa belajar, apalah artinya hidup ini. Kita akan menjadi manusia yang serba ketinggalan. Tentunya akan tertinggal oleh orang-orang yang mau menyempatkan dirinya untuk belajar.
Di era teknologi, sebenarnya kegiatan belajar itu sangat mudah. Berbagai informasi telah tersedia dalam genggaman tangan, salah satunya adalah telepon pintar (gadget). Namun, ternyata hal itu hanya sedikit yang menyadari dan memanfaatkannya untuk belajar. Apalagi oleh anak-anak kita yang masih sekolah (pelajar).
Pasalnya, anak-anak kita lebih tertarik untuk memanfaatkan gadgetnya sebagai alat bermain game ketimbang untuk belajar. Sehingga, hal itu harus menjadi bahan renungan baik oleh orangtua maupun guru di sekolah.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa sebagian besar anak-anak pasti menyukai game. Bahkan, kita pun tak akan kesulitan untuk menemukan seorang anak yang sedang asyik bermain game. Baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, dan juga di lingkungan masyarakat.
Yang perlu kita waspadai saat ini adalah game tersebut mampu membuat anak menjadi ketagihan dan lupa waktu. Sehingga, budaya belajar akan semakin sulit untuk ditanamkan kepada anak. Tentunya jika hal itu terjadi, maka hancurlah harapan kita untuk mengantarkan generasi emas yang berkualitas di masa depan.
Padahal, tantangan kehidupan di masa mendatang akan lebih sulit dibandingkan dengan saat ini. Dimana, dengan semakin berkembangnya teknologi dan informasi akan menjadikan dunia tanpa batas. Persaingan akan semakin terbuka lebar. Bukan hanya dengan orang-orang dalam satu negara, melainkan dengan orang-orang negara tetangga maupun juga dengan orang-orang di penjuru dunia.
Untuk itu, sebelum generasi kita terjerumus lebih dalam pada suatu perilaku yang salah kaprah. Maksudnya adalah perilaku yang senang bermain game ketimbang perilaku yang senang untuk belajar. Mari kita selamatkan generasi kita dengan dimulai dari diri sendiri dan dengan saling mengingatkan antara satu dengan yang lainnya.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh orangtua maupun juga guru dalam membatasi anak bermain game dan menanamkan budaya belajar adalah melalui pendampingan. Cara ini menurut saya lebih efektif, pasalnya anak-anak masih berada pada masa pencarian jati diri dan sangat membutuhkan pendampingan. Dalam hal ini, anak-anak membutuhkan arahan positif dari orang-orang di sekelilingnya terutama orangtua dan guru dalam menemukan jati dirinya.

Harapan besar saya adalah generasi kita mendatang harus lebih berkualitas dan mampu bersaing dalam berbagai situasi dan kondisi. Sehingga, generasi kita mendatang bisa terhindar dari kemiskinan dan juga kebodohan. Semoga...
Penulis : Dede Taufik, S.Pd.

Kebudayaan Bali Indonesia : Lengkap

Kebudayaan Bali : Nadiguru.web.id – Sahabat Nadi Guru, kita pastinya pernah atau bahkan seringkali mendengar nama “Bali”. Bahkan, bagi para pembaca blog ini pun pastinya pernah merasakan keindahan Bali dan juga sedikit atau banyaknya telah mengenal kebudayaan yang ada di Bali. Ya, Bali merupakan salah satu propinsi yang ada di Indonesia dengan ibu kotanya adalah Denpasar. Dan julukan yang diberikan untuk Bali adalah “Pulau Dewata”. Di mana, propinsi ini menjadi salah satu penyumbang besar bagi pendapatan Negara Indonesia yang kita cintai ini.
Berdasarkan asal usul katanya, Bali berasal dari kata ‘Bal’, yang menurut bahasa Sansekerta artinya adalah “Kekuatan”. Sementara itu kata Bali berarti “Pengorbanan”. Artinya, agar kita itu tak melupakan terhadap kekuatan yang ada pada kita. Hal itu bertujuan agar kita pun juga bisa siap untuk selalu berkorban.

Letak Propinsi Bali
  • Secara astronomis

Provinsi Bali terletak di 8° LS dan 115° BT.

  • Secara geografis

Berdasarkan geografisnya, Propinsi Bali ini berbatasan dengan Propinsi Jawa Timur (Jatim), dan juga batasnya di sebelah utara adalah Laut Bali, Selat Lombok di sebelah timur, samudera hindia di sebelah selatan, dan Selat Bali di sebelah barat.

Penduduk Bali
Untuk penduduk Bali, sebenarnya dibedakan atau terdri dari dua, yakni :
  • Penduduk Bali Aga (Penduduk asli Bali)
  • Penduduk Keturunan Majapahit


Kebudayaan Bali
Seperti propinsi yang lainnya, Bali pun juga memiliki kebudayaan tersendiri. Hal itu untuk menjadi ciri khas daerahnya sendiri. Dimana, kebudayaan itu terdiri dari bahasa, pakaian adat, rumah adat, kesenian, keagamaan.
1. Bahasa
Bahasa yang dgunakan di Bali adalah sebuah bahasa ‘Austronesia’ dari cabang Sundik dan juga lebih khusus dari anak cabang Bali-Sasak. Bahasa ini yang paling utama yakni dituturkan di wilayah pulau Bali dan pulau Lombok bagian barat, serta sedikit di ujung timur pulau Jawa.
Seperti bahasa yang lainnya, bahasa Bali pun memiliki tingkatan-tingkatan, yakni ada tingkatan bahasa Bali Alus, Bahasa Bali Madya, dan Bahasa Bali Kasar.
Bahasa Bali Alus, digunakan ketika dalam acara yang situasinya formal (resmi). Seperti ketika dalam acara meminang wanita, pertemuan di tingkat desa adat, atau pun juga komunikasi yang dilakukan antara orang yang berkasta rendah dengan orang yang berkasta lebih tinggi.
Bahasa Bali Madya, untuk bahasa yang Madya ini yakni digunakan pada tingkat yang masyarakatnya dikatakan menengah. Contohnya saja apabila seorang pejabat berbicara dengan seorang bawahannya.
Bahasa Bali Kasar, untuk bahasa Bali yang kasar ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang kelasnya rendah. Contohnya saja adalah kaum bangsawan (kaum sudra) dengan abdi dalemnya.

2. Pakaian Adat

Kebudayaan Bali Indonesia : Lengkap

Pakaian adat Bali seringkali dipakai ketika beribadah oleh para pemeluk Hindu yang ada di Bali. Namun, tak sedikit pula yang menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk Pakaian Adat Bali, ada yang untuk laki-laki dan ada juga yang untuk perempuan.

Pakaian Adat Bali laki-laki
Umumnya, lelaki di Bali mengenakan pakaian yang ada aksesorisnya, yakni : ikat kepala (udeng), baju, kamen, kampuh (saput), serta selendang pengikat (umpal).

a. Udeng (Ikat Kepala)
Udeng merupakan penutup kepala yang terbuat dari kain dan digunakan untuk ibadah dan juga dalam kegiatan sehari-hari.

Kebudayaan Bali Indonesia : Lengkap

b. Baju
Baju pakaian adat Bali merupakan baju tertutup yang modelnya hampir mirip dengan baju safari.

c. Kamen
lelaki di Bali, tidak mengenakan celana sebagai bawahannya tetapi mengenakan kamen. Kamen merupakan kain yang panjangnya adalah 2 meter dan lebarnya 1 meter. Kamen ini diikat pada pinggang secara melingkat dari kiri ke kanan.

d. Saput (Kampuh)
Selain Kamen, bagian penutup bawahan adalah Saput atau Kampuh. Saput ini diikat pada pinggang secara melingkar yang berlawanan arh jarum jam.

e. Umpal (Selendang Pengikat)
Umpal atau selendang pengkat warnanya kuning yang digunakan untuk menguatkan kamen dan juga saput.

Pakaian Adat Bali Perempuan
Sama halnya dengan pakaian adat laki-laki, pakaiana adat perempuan juga menggunakan beberapa aksesoris yanki:
Kebudayaan Bali Indonesia : Lengkap

a. Kebaya
Kebaya merupakan pakaiaan atasan bagi perempuan di Bali. Kebaya ini warna yang digunakan adalah cerah dengan motifnya yang sederhana. Hal itu untuk menonjolkan ssegi kecantikan dan juga keanggunan dari seorang perempuan.

b. Kamen
seperti halnya lelaki, perempuan Bali juga menggunakan kamen. Bagi perempuan, Kamen ini digunakan guna menutupi tubuh pada bagian bawah, hingga sebatas 1 (satu) telapak tangan dari lutut.

c. Selendang (Senteng)
Perempuan di Bali, pada umumnya mengenakan senteng atau selendang. Dimana, selendang ini disampirkan pada bahunya.

d. Bulang Pasang
Bagi perempuan, untuk pengikat Kamen digunakan selendang yang warnanya kuning yakni Bulang Pasang yang diikatkan pada pinggang.

e. Sanggul
Perempuan di Bali menata rambutnya mempunyai aturan khusus, yang disebut dengan sanggul. Sanggul ini gayanya ada yang pusung gonjer, pusung tagel, dan pusung kekupu.
f. Bunga dan Aksesoris Lainnya
Perempuan di Bali pada umumnya menyelipkan bunga di telinganya. Biasanya, bunga yang digunakannya adalah bunga cempaka putih, bunga cempaka kuning, dan atau juga bunga kamboja.

3. Rumah Adat
Rumah adat Bali, harus disesuaikan dengan aturan Asta Kosala Kosali yakni sebuah ajaran yang terdapat pada kitab suci Weda. Dimana diatur berkaitan dengan tata letak bangunannya yang hampir sama atau mirip dengan ilmu Feng Shui yang terdapat dalam ajarn Budaya China.

rumah adat bali, Kebudayaan Bali Indonesia : Lengkap

Rumah adat Bali haruslah memenuhi terhadap aspek pawongan (manusia atau penghuni rumah), pelemahan (lokasi atau lingkungan), dan yang terahir parahyangan.
Secara umum, rumah Bali ini di penuhi oleh pernak-pernik hiasan, ukiran, serta warnanya yang alami. Kemudian juga terdapat patung-patung sebagai symbol atau lambang ritual.
Bangunan Rumah Adat Bali juga terpisah-pisah menjadi beberpa bangunan-bangunan yang kecil dalam satu area. Dimana bangunan-bangunan kecil itu pun kemudian disatukan dengan pagar yang mengelilinginya.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman. Perubahannya pun saat ini dapat terlihat, dmana bangunannya tak lagi terpisah-pisah.

4. Kesenian
Kesenian yang terkenal di Bali salah satunya adalah tarian daerah. Tarian darian dari Bali adalah sebagai berikut:

Tari Pendet
Tari Pendet, merupakan tarian selamat datang sebagai bentuk sambutan terhadap kedatangan para tamu dan juga undangan. Dalam tarian ini ada kegiatan menaburkan bunga, ekspresi penarinya yang penuh dengan senyuman yang manis.
Kebudayaan Bali Indonesia : Lengkap

Tari Kecak
Tari Kecak untuk pertama kalinya adalah diciptakan tahun 1930, yang para pemainnya adalah laki-laki. Biasanya, tari ini diperankan banyak laki-laki yang posisinya adalah duduk berbaris dengan membentuk sebuah lingkaran yang diiringi oleh irama-irama tertentu sambil dengan menyeruakan “cak” yang dilakukan secara berulang-ulang dan juga sambil mengangkat kedua tangannya. Tari Kecak ini adalah gambaran dari kisah Ramayana, dimana ketika barisan kera membantu Rama dalam melawan Rahwana.

Tari Barong
Tari Barong adalah gambaran dari pertarungan yang sangat sengit antara ‘kebaikan’ melawan kejahatan. Barong melawan Rangda adalah dua eksponen yang saling berlawanan antara satu dengan lainnya. Dimana, Barong dilambangkan kebaikan dan Rangda ialah kejahatan. Tari Barong ini biasanya diperankan oleh 2 (dua) penari dengan memakai topeng yang mirip harimau. Sementara Rangda, berupa topeng dengan berwajah menyeramkan dan ada dua gigi taring yang runcing di mulutnya.
Selain tarian yang telah disebutkan di atas, sebenarnya ada lagi tarian-tarian yang lainnya.

Demikianlah informasi yang bisa disampaikan berkaitan dengan Kebudayaan Bali Indonesia. Semoga bermanfaat!!!
Sumber :
https://nadillaikaputri.wordpress.com/2012/11/19/kebudayaan-bali/
http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html

http://khantydwi.blogspot.co.id/2013/06/kesenian-dan-kebudayaan-bali.html

#5 Kunci Sukses Orangtua Dalam Mendidik Anak di Era Digital

Kunci Sukses Orangtua Dalam Mendidik Anak : Nadiguru.web.idTibanya era digital memudahkan bagi siapapun untuk mengakses dan mencari berbagai informasi. Pencarian tersebut tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat karena pada era digital pencarian informasi bisa dilakukan kapan dan dimana saja serta oleh siapa saja, baik orangtua, remaja, termasuk juga yang masih anak-anak.
#5 Kunci Sukses Orangtua Dalam Mendidik Anak di Era Digital

Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman Tribun News bahwa anak-anak pada era generasi millennial, menjadi sangat cepat melakukan adaptasi terhadap perkembangn teknologi informasi (TI). Dengan begitu, para orangtua di era digital sekarang ini akan menghadapi berbagai macam tantangan dalam mengasuh dan membesarkan anak-anaknya. Para orangtua, pastinya akan dituntut untuk mempersiapkan anak-anaknya agar bisa menjadi lebih tangguh guna bisa menghadapi persaingan global.
Menurut Samantha Ananta selaku Psikolog anak dan remaja, bahwa orangtua generasi milenial dituntut untuk memiliki cara yang berbeda dalam mengasuh dan membesarkan anak-anak. Khususnya dalam hal kecenderungan untuk memperoleh sesuatu secara mudah dan juga instan. Faktanya, anak-anak tersebut menemukan aspirasi dan juga berbagai tantangan baru di masa usianya.
Dengan begitu, peran orangtua sangatlah dibutuhkan dalam membangun kepercayaan diri dan juga sikap berani untuk mencoba, tanpa dihantui rasa takut akan mengalami kegagalan. Ada beberapa cara bagi orangtua dalam membangun kepercayaan diri terhadap anak-anak mereka, yakni adalah sebagai berikut:

Pertama, berikan pujian ataupun pengakuan yang bernilai positif terhadap anak-anak pada waktu yang tepat. Misalnya, ketika anak-anak berhasil melaksanakan suatu tugas dengan baik. Interaksi yang dilakukan oleh orangtua dan juga anak ini akan memberikan dorongan rasa percaya diri terhadap anak.

Kedua, orangtua jadilah teladan dalm tumbuh kembang anak-anak. Dalam hal ini, orangtua harus menjadi ‘cerminan’ yang positif bagi diri anaknya.

Ketiga, orangtua diharuskan untuk menanamkan pada diri anak akan pentingnya suatu proses dibandingkan hasil yang instan. Contohnya saja adalah para orangtua dapat membuat target-target pembelajarn yang akan dicapai oleh anak mereka.

Keempat, orangtua harus fokus kepada pembentukan karakter (character building). Dalam melakukan pengembangan terhadap diri anak-anak, orangtua harus focus terhadap pembentukan karakter. Kesepakatan antara orangtua danjuga  anak-anak tak hanya dilakukan melalui aktivitas belajar, namun bisa dengan aktivitas fisik lainnya, seperti berolahraga. Dalam hal ini, olahraga yang dilakukan seorang anak adalah salah satu cara untuk menjalin kerjasama, belajar kepemimpinan, kedisplinan serta kunci sukses para orangtua menjadikan anak-anak sebagai generasi pemenang dan juga pemimpin di masa yang akan datang.

Kelima, orangtua haruslah mengutamakan terhadap kebersamaan dalam keluarga di setiap harinya. Hal itu agar anak bisa merasakan jika orangtua tersebut hadir dalam perkembangan dirinya. Hal ini bisa dilakukan dari komunikasi yang tetap terjalin, baik secara langsung maupun juga tidak langsung antara para orangtua dan anak.

Dari kelima cara di atas tersebut para orangtua haruslah memahami bahwasannya rasa percaya diri pada anak itu perlu dibangun sejak  masih dini dan dilakukan secara secara bertahap, baik fisik maupun juga dari segi jiwanya.

Demikianlah informasi yang bisa disampaikan derkaitan dengan #5 Kunci Sukses Orangtua Dalam Mendidik Anak di Era Digital. Semoga bermanfaat!!!

Darrrr!!! Kembang Api Meledak, Jari Kelingking Pun Hancur

Kembang Api Meledak, Jari Kelingking Pun Hancur : Nadiguru.web.id – Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa ketika menjelang malam tahun baru tak sedikit dari orang-orang yang senang menyalakan kembang api. Hal itu dengan alasan untuk menggapai kepuasan memeriahkan malam baru tersebut dan menjadikan malam yang gelap menjadi berwarna warni karena semburan dari kembang api.
Namun, apa jadinya jika kembang api itu bukannya menjadikan malam pergantian tahun menjadi warna-warni melainkan menghancurkan jari kelingkingnya sendiri. Hal ini sebagaimana yang dialami oleh seorang laki-laki yang usianya sekitar 27 tahun, yakni bernama Dibon. Sehingga Dibon pun harus dilarikan ke rumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan yang serius dari pihak rumah sakit.
Kembang Api Meledak, Jari Kelingking Pun Hancur
Dibon S (27) mendapatkan perawatan di rumah sakit usai jari kirinya terkena ledakan kembang api. Foto: RIZKY/Bengkulu Ekspress/jpg

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari laman Jpnn, jika jari kelingking Dibon yang sebelah kirinya itu hancur dan meski harus diamputasi karena kembang api yang dipegang olehnya tiba-tiba meledak di tangannya.
Peristiwa itu terjadi ketika menjelang detik-detik pergantian tahun, yakni sekitar pukul 12 malam atau pukul 24.00 WIB. Karena lukanya yang parah, sahabatnya pun yang sedang bersamanya di lokasi tersebut langsung saja membanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Jitra, Bengkulu.
Menurut Dibon, bahwa kembang api yang dipegangnya dengan menggunakan tangan kiri tersebut yang kemudian tiba-tiba meledak adalah kembang api yang berbentuk silinder dengan ukuran panjangnya sekitar 60 cm.
Dibon juga menambahkan bahwa katanya Ia sendiri tidak merasakan adanya ciri-ciri jika kembang api yang dipegang oleh tangan kirinya itu tiba-tiba akan meledak. Pasalnya, kembang api itu merupakan kembang api yang akan diledakkan untuk ke sekian kalinya.
Peristiwa yang diamali oleh Dibon tentunya harus menjadi perhatian untuk kita semua. Bahwasannya, jangan hanya karena ingin mencari kepuasan kita mengorbankan keselamatan diri sendiri. Dalam hal ini, nyalakanlah kembang api itu sesuai dengan aturannya. Jangan menggunakan tangan langsung melainkan gunakanlah alatnya yang telah disediakan oleh para penjualnya.

Jika nasib naas sudah terjadi, maka kita sendirilah yang akan menanggung akibatnya. Akhir kata, semoga saja Mas Dibon segera disehatkan kembali dan bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya. Dan bagi kita pun, semoga peristiwa tersebut menjadi pelajaran yang berharga untuk selalu berhati-hati dalam melakukan sesuatu. 

Mengenal Sejarah Korps Wanita Angkatan Laut

Sejarah Korps Wanita Angkatan Laut : Nadiguru.web.idSetiap tanggal 5 Januari diperingati sebagai Hari jadi Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal). Kowal merupakan sebutan yang diberikan kepada para prajurit wanita Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dimana ide untuk dibentuknya Kowal ini dicetuskn oleh Yos Sudarso. Yang kemudian ide tersebut direalisasikan melalui surat keputusan Men/Pangal Nomor : 5401.24 pada tanggal 26 Juni tahun 1962 oleh menteri atau Panglima Angkatan Laut Laksamana RE Martadinata.
Kemudian, Laksamana RE Martadinata melantik para anggota Kowal yang pertama pada tanggal 5 Januari 1963 yang bertempat di Markas Besar Angkatan Laut yakni jl. Gunung Sahari 67 Jakarta.
Mengenal Sejarah Korps Wanita Angkatan Laut

Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman reresyuresyimeivitasari. blogspot.co.id, sesungguhnya, sejarah lahirnya Kowal ini adalah pada masa-masa sulit yakni di tengah-tengah gelombang perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya. lahirnya Malahayati, dari korps wanita TNI AL tahun 1945 merupakan pelopor dan sekaligus menjadi cikal bakal dari para wanita yang mengabdikan diri pada TNI AL.
Letnan Kolonel Barnejet Teugeh tampil sebagai slah satu perwira ALRI yang menjadi pemimpin ekspedisi dan juga yang menyusun kekuatan bersenjata di luar pulau Jawa. Ketika perang kemerdekaan telah berakhir, peran wanita dlam jajaran Angkatan Laut tersebut belum juga memiliki wadah. Hal itu seiring dengan sibuknya ALRI dalam melakukan konsolidasi organisasi pasca revolusi.
Seiring dengan pembangunan ALRI di awal dasawarsa pada tahun 1960-an.  Kebutuhan terhadap tenaga wanita dlam kedinasan Angkatan Laut pun semakin terasa. Pembentukan Korps wanita pada jajaran Angkatan Laut tersebut berkaitan dengan aspek egisensi. Maksudnya adalah bahwa terdapat bidang-bidang tertentu yang memang lebih sesuai untuk dikerjakan oleh wanita.
Dari masa ke masa, sejalan dengan dinamika perjalanan sejarahnya maka Kowal pun terus mengalami perkembangan sesuai dengan tuntutan organisasi TNI Angkatan Laut. Awal mula pembentukanya, Kowal merupkan korps yang berdiri sendiri. Demikian juga ketika keanggotaannya diperluas hingga strata Bintara. Yang kemudian, sejak tahun 1963, Bintara mempunyai kejuruan tersendiri.
Pada tahun 1983, Korps dan kejuruan Kowal pun terintegrasi penuh dengan korps dan juga kejuruan yang terdapat pada TNI Angkatan Laut. Sebutan korps di lingkungan kowal tersebut diartikan sebagai pengelompokan secara administrasif dan juga bukanlah sebagai kecabangan ataupun kejuruan seperti yang berlaku di awal pembentukannya. Seiring dengn semangat emansipasi dan juga kemitraan sejajaran dengan pria. Pembinaan profesi anggota Kowal dilaksanakan sesuai dengan ketentuan prajurit TNI Angkatan Laut pada umumnya. Sementara itu, pembinaan kodrat kewanitaan tetap juga dilaksanakan di bawah pembinaan khusus Kowal. Dinamika ini pun tergambar pada struktur organisasi maupun juga penyebutannya.
Dari Markas Kowal pada masa awal pembentukannya, kemudian berubah menjadi Minperswan dan Bin Kowal.
Pada tahun 1985, struktur Binkowal pun dihapus dan pemimpin TNI Angkatan Laut menunjuk seorang Perwira menengah Kowal selaku pembina dengan sebutannya adalah Pembina Kowal. Dan kedudukan Pembina Kowal berada di bawah Paban-V Watpers Spersal, dengan sebutannya adalah Pabandya Bin Kowal.
Dilihat dari sisi kodratnya seorang wanita, bagi anggota Kowal sudah terbina hubungan danjuga  kerjasama yang baik dengan ibu-ibu Jalasenastri.  Yang kemudian pada tahun 1986, hubungan itu diformalkan melalui surat keputusan Kasal No : skep/7222/VIII/1986 pada tanggal 19 Agustus 1986.
Waktu pun terus berlalu, perjalanan pengabdian dari anggota Kowal pun terus berlanjut. Dengan segala dinamikanya, Kowal memiliki motto pengabdian dan kehormatan yakni “Jiwaku maka pengabdian kepada bangsa dan negara tidak akan pernah pudar”.

Demikianlah informasi singkat dalam Mengenal Sejarah Korps Wanita Angkatan Laut. Semoga bermanfaat!!!

Potret Anak yang Orangtuanya Bercerai

Dampak Perceraian Orangtua terhadap Anak : Nadiguru.web.id – Tak ada seorang anak pun yang menginginkan jika kedua orangtuanya bercerai. Semua anak pasti menginginkan dan memiliki keluarga yang utuh. Namun, meskipun demikian faktanya tak sedikit dari anak yang mengalami nasib malang yakni orangtuanya tersebut berpisah karena perceraian.
Salah satunya nasib malang itu menimpa dua orang anak laki-laki, yang satu sekarang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan yang satu lagi duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) setara dengan SMA. Keduanya, bukanlah orang lain melainkan saudaraku sendiri. Tepatnya, saudara dari istriku.
Potret Anak yang Orangtuanya Bercerai

Tulisan ini bukan maksud untuk menyebarkan aib dari keluarga sendiri, namun sebagai pengingat untuk kita semua. Bahwa ternyata, perceraian yang didasarkan dari keegoisan orangtuanya baik keegoisan dari seorang ibunya maupun juga keegoisan dari ayahnya itu berdampak yang sangat besar terhadap kondisi si anak.
Adapun kondisi anak tersebut sebagai potret dari bercerainya orangtua yang mereka sayangi dan cintai adalah sebagai berikut:

1. Kurang perhatian sehingga menjadi ‘liar’
Sebagaimana yang diketahui kita bersama bahwa seorang anak itu sangat membutuhkan perhatian dari kedua orangtuanya. Perhatian itu akan menjadikan si anak merasa nyaman dan bahagia. Kurangnya perhatian dari orangtunya menjadikan si anak ‘liar’. Maksudnya, si anak tersebut akan berperilaku yang tidak wajar seperti tidak betah diam di rumah karena mencari perhatian dari lingkungan luar sana. Bahkan, bisa jadi kehidupannya akan menjadi terbalik. Dalam artian terbalik disini yakni dia ngelayap (keluar) di malam hari dan tidur di waktu siang hari. Selain itu, liarnya juga tak bisa dinasihati bagaikan masuk di kuping kanan dan keluar di kuping kiri.

2. Prestasi di sekolah menjadi berantakan
Sebagai orangtua, pastinya menginginkan jika anak-anak tersebut bisa menjadi siswa yang berprestasi di sekolahnya. Siswa yang mampu membanggakan kedua orangtuanya. Namun, jika kondisi orangtuanya sendiri telah bercerai. Bagaimana mungkin seorang anak itu bisa berkonsentrasi dalam menjalani rutinitas pendidikannya. Apalagi kondisinya seperti yang telah diutarakan di atas jika malem kelayapan maka saat sekolah pun pasti akan mengalami kantuk yang berat sehingga apa-apa yang diajarkan oleh guru tidak benar-benar diserap oleh dirinya. Sehingga, hal itu pun akan mengakibatkan prestasinya menjadi berantakan.

3. Emosinya tidak stabil
Suasana hati dari seorang anak yang ditinggal cerai kedua orangtuanya menjadi tak menentu dan emosinya pun tidak stabil. Dalam hal ini, anak tersebut akan mudah tersinggung apabila ada obrolan atau sikap yang tidak sesuai dengan keinginannya. Mungkin saja, apabila obrolan atau sikap yang tak enak itu keluar dari yang seusianya, tak bisa dimungkiri jika akan terjadi perkelahian antara dirinya dan orang tersebut.

Itulah sebagian potret dari seorang anak yang orangtuanya bercerai. Pastinya potret di atas hanyalah sebagian kecil dari potret yang sebenarnya terjadi.
Mudah-mudahan saja tulisan di atas bisa menjadi pengingat untuk saya pribadi agar bisa menjaga keutuhan rumah tangga sampai ajal tiba menjemput diri saya. Dan semoga, Anda pun yang membaca tulisan ini bisa mendapatkan manfaatnya.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih banyak atas ketersediaannya berkunjung ke blog sederhana Nadiguru.web.id ini. Semoga sukses selalu… 

Manfaat Menjalin Silaturahmi

Nadiguru.web.id - Manfaat Menjalin Silaturahmi : Sebagai makhluk sosial, manusia dituntunt untuk menjalin hubungan yang baik dengan manusia yang lainnya. Tidak boleh saling menghujat, menghina, dan saling juga tidak boleh saling menyakiti.
Seiring berjalannya waktu, manusia yang satu dengan manusia yang lainnya menjadi terpisah. Terpisah bukan berarti karenga saling memusuhi, melainkan berpisah hanya situasi dan kondisi.
Pastinya, kita semua rindu untuk kembali bertemu dengan masa-masa lalu. Masa dimana canda dan tawa bersama mapun juga masa dimana duka cita bersama. Kerinduan itu sebenarnya bisa diobati dengan tetap menjalin silaturahmi.
Memang, kita tak mungkin kembali ke masa lalu. Masa yang pasti dirindukan oleh semuanya, masa yang tak akan pernah kembali.
Sebenarnya, banyak sekali manfaat yang akan diperoleh dengan silaturahmi. Salah satunya adalah membuka pintu rijki.
Mungkin, Anda pun pernah mengalami jika ketika bersilaturahmi kepada seseorang. Tanpa diduga sedikitpun, ternyata orang tersebut menawarkan suatu peluang kepada kita. Dimana peluang itu bisa menjadi jalan untuk mendapatkan rijki.
Selain itu, manfaat yang kedua masih berhubungan dengan rijki yakni akan memperlancar rijki. Bagi siapapun, yang tengah menjalin silaturahminya dengan baik. Pastinya rijkinya pun akan lancar, mengalir, dan mudah-mudahan menjadi berkah.
Nah, itulah sebuah catatan kecil terkait dengan dua manfaat menjalin silaturahmi dengan baik. Dan sebenarnya, manfaat itu sangat banyak sekali didapatkan oleh orang-orang yang mau menjalin silaturahmi dengan baik dan dengan siapapun.

Ada Telepon dengan Kode +77? Anda Harus Berhati-hati Karena Inilah Alasannya

Nadiguru.web.id - Ada Telepon dengan Kode +77? Anda Harus Berhati-hati Karena Inilah Alasannya : Di zaman modern yang serba canggih ini, pastinya sebagai besar sudah memiliki Handphone atau ponsel. Ponsel yang digunakan sehari-hari memiliki fungsi untuk melakukan komunikasi. Namun, ketika Anda atau siapapun yang mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal, khususnya dengan Kode +77 harus berhati-hati. Mengapa? Karena di bawah ini adalah alasannya.
Ada Telepon dengan Kode +77? Anda Harus Berhati-hati Karena Inilah Alasannya

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari laman CnnIndonesia.com, bahwa kode berawalan Kode +77 bukanlah kode dari Indonesia, karena kode negara untuk Indonesia sendiri adalah berawalan +62 dan diikuti oleh nomor seluler dari setiap operator.
Menurut informasi yang diperoleh, jika sebagian pengguna ponsel telah mendapatkan panggilan yang tidak dikenal dengan kodenya yakni nomor +77 ataupun kode +37. Berdasarkan informasi tersebut biasanya nomor berkode tersebut akan menelepon dalam sekali yang kemudian ditutup.
Setelah itu, jika pelanggan yang kemudian menelepon kembali, informasi diperoleh jika konon katanya akan dikenakan dengan biaya US$ 15-30. Masalah inipun katanya sempat memunculkan sebuah pesan yang berantai di jaringan media sosial “WhatsApp” yang meminta pelanggan untuk sellu berhati-hati jika menerima telepon dari nomor berkode aneh tersebut.
Ada Telepon dengan Kode +77? Anda Harus Berhati-hati Karena Inilah Alasannya

Berdasarkan informasi juga, bahwa operator Telkomsel juga tidak menampik apabila terdapat beberapa dari pelanggan yang melakukan komplain berkaitan dengan menerima panggilan dari nomor yang berkode tersebut. Pihaknya juga mengakui bahwa nomor itu merupakan panggilan ‘spam’.

“Sehubungan dengan adanya laporan pelangggan terhadap panggilan dari nomor yang diawali dengan +77, dapat kami sampaikan bahwa panggilan tersebut merupakan panggilan spam yang berasal dari luar negeri,” tutur Denny Abidin, GM External Corpcomm Telkomsel, melalui pesan singkatnya.

Menurutnya bahwa Telkomsel juga telah melakukan “blocking” terhadap panggilan international dari nomor itu dan juga sebagai perusahaan yag menjunjung tinggi Good Corporate Governance, Telkomsel pun akan sellu menjaga kenyaman terhadap pelanggannya.
Sementara itu operator lain seperti halnya XL Axiata, tidak mendapatkan sebuah laporan dari pelanggan berikaitan dengan adanya komplain karena telah menerima telepon dari kode nomor +77 atau juga kode asing lainnya.
Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh General Manager Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih, bahwa tidak ada komplain yang masuk dan juga telah dilakukan pengecekan jika tak ada nomor XL yang menerima telepon dari nomor tersebut.

Nah, mungkin itulah alasan mengapa kita semua harus berhati-hati apabila mendapatkan telepon dari nomor yang tak dikenal. Semoga informasi yang singkat ini bisa memberikan manfaat untuk saling mengingatkan. 

Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kesehatan

Nadiguru.web.id - Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kesehatan : Pendidikan merupakan suatu kebutuhan penting bagi kehidupan manusia. Tanpa pendidikan, manusia akan sulit untuk bersaing dengan manusia lainnya. Bukan hanya itu, ternyata pendidikan juga juga bisa memengaruhi terhadap kesehatan. Dalam hal ini, jika dilihat dari tinggi atau rendahnya pendidikan seseorang akan memengaruhi terhadap kesehatan.
Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kesehatan

Sebagaimana dilansir dari laman Kompas bahwa faktor risiko rendahnya kesehatan seperti halnya gizi buruk, lemahnya aktivitas fisik, dan juga merokok dinilai lebih tinggi daripada orang-orang yang pendidikannya rendah, ahli kesehatan mengklaim.
Berdasarkan hasil temuan yang telah diterbitkan dalam “International Journal for Equity in Health” pun juga mengatakan bahwa orang-orang dengan tanpa kualifikasi pendidikan, mempunyai risiko 2 kali lipat bisa terkena serangan jantung (150%) daripada orang-orang yang memiliki atau mencapai pendidikan tingkat universitas.
Risiko itu sekitar dua pertiga atau sekitar 70% lebih tinggi terhadap mereka yang mempunyai pendidikan sertifikasi dan juga diploma. Penelitian ini pun juga menggolongkan tingkat pendidikan tersebut sebagai pendidikan ‘perantara’.
Dilaksanakan oleh Sax Institute, penelitian tersebut melibatkan sekitar 267.153 orang yakni pria dan juga wanita di New South Wales, Australia, dengan usianya yakni di atas 45 tahun. Peneliti tersebut menyelidiki terhadap hubungan antara pendidikan dan juga penyakit jantung, seperti serangan jantung ataupun stroke, dalam kurun waktu selama 5 (lima) tahun.
Hasil penelitian pun juga menunjukkan bahwa ternyata orang dewasa yang setengah baya yang tak menyelesaikan pendidikan pada sekolah tinggi, sekitar 50 persen lebih mungkin untuk mengalami kondisi stroke apabila dibandingkan dengan mereka yang telah menyelesaikan gelar universitas.
Menurut penulis utama dan juga Research Fellow di Universitas Nasional Australia, yakni Rosemary Korda mengatakan bahwa adanya perbedaanyang  jelas dalam data kesehatan diantara kelompok pendidikan yang tingkat rendah, menengah, dan juga pendidikan tinggi terhadap tingkat serangan jantung ataupun stroke.
Dari University of Sydney, Klinis Associate Professor David Sullivan, yang tak terlibat pada penelitian tersebut mengatakan bahwa tingkat pendidikan yang tinggi memungkinkan seseorang mempunyai informasi yang lebih memadai terkait dengan penyakit yangbisa menyebabkan banyak kematian dan juga cacat di masyarakat, itu hal yang sangat membantu.

Selain itu, Profesor Ajun Kedokteran dan juga Chief Medical Advisor di Heart Foundation, Garry Jennings, yang sama juga tak terlibat pada penelitian tersebut mengatakan bahwa Ini pun juga menunjukkan bahwa adanya kebutuhan untuk mencapai suatu pendidikan yang lebih baik. Hal itu katanya untuk membangun kesadaran yang lebih dalam terkait dengan bahaya merokok dan juga berbagai risiko lainnya bagi kesehatan yang bisa dihindari.