Antisipasi Bonus Demografi

loading...
loading...
republika
Antisipasi Bonus Demografi
Penulis: Dede Taufik, S.Pd.
NadiGuru-Indonesia pada tahun 2010-2035 diberikan hadiah bonus demografi. Apakah bonus tersebut dapat dimanfaatkan sebagai anugerah atau bahkan sebaliknya menjadi musibah? Bonus demografi merupakan keadaan ketika jumlah usia produktif (15-64 tahun), jauh lebih besar dibandingkan dengan usia muda (di bawah 15 tahun) dan lansia (65 tahun ke atas).
Kurikulum 2013, merupakan salah satu terobosan dalam mengantisipasi bonus demografi. Salah satu alat yang digunakan, yaitu kurikulum berbasis kreativitas. Implementasi ini merupakan langkah tepat, karena dapat menciptakan peserta didik yang mampu berinovatif dan berkreatif.
Inovatif, dapat diartikan sebagai peserta didik yang mampu menemukan ide-ide baru. Ide baru tersebut merupakan cikal bakal terwujudnya perubahan besar yang dapat membawa diri dan lingkungan menjadi lebih baik. Sedangkan kreatif, memberikan arti bahwa peserta didik mampu mengaplikasikan ide baru tersebut dengan sentuhan menarik dan berbeda dengan yang lainnya, sehingga tercipta daya tarik tersendiri.
Untuk mewujudkan hal tersebut, tidak terlepas dari peran guru sebagai pelaksana di sekolah. Guru harus berkualitas dan merata. Guru berkualitas, maksudnya guru yang dapat menciptakan peserta didik inovatif dan kreatif. Disamping itu, dalam menjalankan tugas dan fungsinya guru bisa menjiwai 3 pilar pendidikan yang dipelopori oleh Ki Hajar Dewantara, yakni ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun kasro, dan tut wuri handayani.
Merata, maksudnya terjadi keseimbangan penempatan guru sesuai dengan kebutuhan, baik untuk di daerah pedesaan maupun perkotaan. Jangan sampai terjadi penumpukan di salah satu sekolah sedangkan di sekolah lain mengalami kekurangan, terutama di pedesaan.
Guru sebagai pelaksana kurikulum 2013 ini, tentunya harus mengetahui dengan pasti. Bukan hanya sekedar mengetahui saja, melainkan harus memahami segala bentuk, isi, dan cara penerapannya. Dengan begitu, tujuan dari kurikulum berbasis kreativitas ini akan tersampaikan dengan sangat jelas dan tujuan pembelajaran pun akan tercapai dengan baik.
Mengutip dari pengakuan Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) Mohammad Nuh saat Talkshow di Surabaya bertajuk "Kurikulum 2013 implementasinya dalam pendidikan berbasis karakter, multi talent dan entrepreneurship", perubahan kurikulum mendapatkan kritikan dari banyak pihak. "Namun kami lebih memilih mengambil resiko membenahi kurikulum walaupun harus menahan berbagai kritikan tajam, dibandingkan mengorbankan masa depan puluhan juta anak-anak Indonesia."
Kritikan tersebut merupakan hal wajar karena seringkali kurikulum berubah-ubah, padahal kurikulum lama pun belum diaplikasikan secara benar di lapangan. Mulai dari kurikulum CBSA, KBK, kurikulum 2006 (KTSP), hingga sekarang terbentuk kurikulum baru, yakni kurikulum 2013.
Kurikulum 2013 akan dilaksanakan secara bertahap, hal ini terlihat dengan adanya beberapa sekolah yang ditunjuk sebagai percontohan di tahun pelajaran 2013/2014. Tahapan tersebut merupakan langkah awal, sambil mempersiapkan ketersediaan buku sumber dan buku penunjang, serta mempersiapkan kemampuan guru.
Bonus demografi yang saat ini harus dijalani dengan serius dan cermat. Karena jika tidak, maka Indonesia harus siap-siap menerima dampak negatif yang ditimbulkannya. Mulai dari terjadinya pengangguran di usia produktif, kemiskinan yang akan semakin meningkat, dan tindakan kriminal yang dimungkinkan imbas dari pengangguran dan kemiskinan.
Tentunya, jika hal itu tak ingin terjadi. Pemerintah harus menyosialisasikan bonus demografi ini kepada masyarakat secara tepat sasaran. Agar masyarakat mengetahui dan memahami dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan oleh bonus demografi,  terutama bagi masyarakat di pedesaan.
Apabila masyarakat telah memahami dampak bonus demografi ini, akan mempermudah pemerintah untuk mengajak masyarakat bekerjasama. Dengan adanya jalinan kerjasama kuat dan saling mendorong antara pemerintah dan masyarakat, salah satunya kerjasama di bidang pendidikan akan menjadikan bonus demografi ini menjadi bonus yang luar biasa. Menjadikan Indonesia lebih maju dan sejahtera. Insya Alloh...

Tulisan ini dimuat di Guru Menulis Republika, 19 Mei 2014
loading...

Artikel Terkait

Antisipasi Bonus Demografi
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!