Meraih Prestasi Melalui Gaya Belajar


Oleh : Dede Taufik, S.Pd.
           Sebagai seorang guru tentunya harus mengetahui dan memahami gaya belajar masing-masing setiap peserta didiknya secara keseluruhan, agar setiap siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan guru dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Guru yang bijak, tidak akan memaksakan kepada siswanya untuk belajar dengan cara dan suasana yang disukai secara pribadi, melainkan harus menyesuaikan diri dengan perilaku dan kebiasaan siswa yang memiliki gaya belajar tersendiri.
Mengutip dari Nasution, gaya belajar merupakan cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berfikir, dan memecahkan soal. Gaya belajar siswa dikategorikan menjadi tiga kelompok sebagai modalitas individu yaitu, auditorial, visual, dan kinestetik.
            Auditorial (mendengar), artinya siswa mampu memahami materi yang diajarkan oleh guru melalui pendengarannya, dengan cara mendengarkan guru pada saat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) berlangsung, kemudian mengingat hingga akhirnya dapat memahami materi tersebut. Kebiasaan yang sering dilakukan oleh siswa tersebut adalah senang melakukan diskusi dengan orang lain, baik teman, guru maupun orang tuanya. Suasana pembelajaran bagi siswa yang memiliki gaya belajar secara auditorial adalah lingkungan yang tenang, nyaman, dan jauh dari kebisingan serta metode yang cocok digunakan oleh guru adalah metode ceramah karena biasanya siswa yang memiliki gaya belajar ini sulit memahami dalam bentuk tulisan dan bacaan.
            Visual (melihat), artinya siswa mampu memahami materi yang diajarkan oleh guru melalui penglihatannya. Biasanya, siswa yang memiliki gaya belajar secara visual relatif selalu memperhatikan gerakan guru, tulisan guru di papan tulis, dan alat peraga yang digunakan oleh guru dalam membantu penyampaian materi ajar. Dalam hal pencapaian tujuan pembelajaran bagi siswa yang memiliki gaya belajar secara visual, seorang guru harus lebih kreatif dalam menyajikan materi ajar dan harus menggunakan alat peraga yang relevan dengan bahan ajar, untuk menarik perhatian siswa karena mereka lebih suka dengan hal yang diperagakan daripada yang dilisankan.
            Kinestetik (gerakan), artinya gaya belajar yang dimiliki oleh siswa untuk memahami materi dengan lebih aktif dalam gerakan. Gaya belajar ini sesuai dengan tujuan pendidikan Taksonomi Bloom dalam ranah Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoprasikan mesin. Gaya belajar kinestetik merupakan gaya belajar yang unik. Jika seorang guru tidak mengetahui dan memahaminya, maka tiada lain guru akan menyimpulkan siswa itu nakal. Mengapa guru menyimpulkan siswa itu nakal? Karena perilaku, tindakan dan kebiasaan belajarnya berbeda dengan siswa yang lain. Pada saat guru sedang menerangkan materi ajar, siswa yang unik ini malah berjalan kesana kemari, pindah dari satu kursi ke kursi lain, bahkan maju ke depan menghampiri gurunya sambil meminjam alat tulis untuk ikut menulis di papan tulis. Berdasarkan pengamatan, siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik, cenderung tidak nyaman untuk duduk terlalu lama di kursi dan keinginannya untuk selalu aktif. Persoalan yang sering terjadi dan menjadi keluhan keluhan bagi para guru akibat yang ditimbulkan oleh siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik adalah kondisi kelas menjadi gaduh, tidak kondusif dan dengan keaktifannya mampu mempengaruhi siswa lain, sehingga KBM menjadi tidak efektif.
            Berdasarkan hasil tes yang dilakukan kepada peserta didik melalui tes gaya belajar, ternyata setiap individu memiliki gaya belajar yang berbeda. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki gaya belajar ganda, seperti gaya belajar auditorial dan visual, hal itu disebabkan karena terjadinya keseimbangan dari kedua gaya belajar tersebut. Gaya belajar yang dimiliki oleh siswa secara individu harus disosialisasikan terhadap orang tuanya, agar terjadi sinkronisasi antara pembelajaran di sekolah dengan pembelajaran yang dilakukan di rumah.
Secara ideal, pembagian kelas harus dilakukan berdasarkan kelompok gaya belajarnya masing-masing. Dengan dilakukannya pengelompokkan tersebut dipastikan proses pembelajaran akan berjalan dengan sangat kondusif dan efektif, karena mereka berkumpul dalam satu kelas dengan gaya belajar yang sama. 

Tulisan ini dimuat di Forum Guru Pikiran Rakyat, 24 Maret 2014

Artikel Terkait

Meraih Prestasi Melalui Gaya Belajar
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...