NADI GURU BLOG

Prestasi Produk Motivasi dan Kerja Keras

Posted by Dede Taufik on Tuesday, 24 February 2015

Apakah siswa memiliki motivasi untuk berprestasi? Faktor apa yang menyebabkan siswa mampu berprestasi? Warisan kecerdasan dari orang tuanya atau hasil dari kerja kerasnya? Prestasi merupakan hasil yang menyenangkan dan dicapai melalui kerja keras. Motivasi siswa untuk meraih prestasi pada hakekatnya dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik merupakan motivasi yang datang dari diri siswa itu sendiri, sedangkan motivasi ekstinsik merupakan motivasi yang datang akibat pengaruh dari luar, seperti motivasi dari orang tua, guru, teman, dan lingkungan yang memengaruhinya.
Mengutip dari Sardiman “Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai”. Motivasi dan kerja keras siswa dalam meraih prestasi mampu memberikan anggapan bahwa keberhasilan ataupun kegagalan tergantung pada perilaku mereka. Keberhasilan dapat diraih oleh siswa, apabila mereka berperilaku tidak mudah menyerah terhadap persoalan yang ada. Siswa yang pantang menyerang relatif menyukai permasalahan yang kompleks untuk dicarikan solusi dan pemecahan masalahnya. Sedangkan, kegagalan akan mereka dapatkan apabila mereka mudah menyerah, menghindari persoalan tanpa mencarikan solusi sebagai bentuk pemecahan masalah.
Potensi minat dan bakat yang ada pada diri seseorang merupakan sebagian kecil dari apa yang diperlukan untuk menjadi mahir dalam keterampilan. Keterampilan yang dimiliki tidaklah datang secara tiba-tiba melainkan melalui proses belajar. Apalah artinya sebuah bakat yang melekat pada diri seseorang, apabila orang tersebut tidak mau menggali, mempelajari, sampai menemukan bakatnya dan bakat akan menjadi lebih  berarti jika seseorang tersebut mau menggali, mempelajari lebih detail dan menemukan suatu cara yang tepat untuk menyalurkan sesuai dengan kapasitas bakatnya sendiri.
Keberhasilan siswa dalam meraih prestasi tergantung dari kerja keras dan motivasi dirinya, dan tidak tergantung dari apa yang diberikan oleh keluarga, sekolah dan sistem pendidikan untuk mengembangkan potensi masing-masing siswa. Keluarga, sekolah, dan sistem pendidikan yang ada, hanyalah sebatas jembatan sebagai jalan untuk meraih prestasi. Namun, yang paling penting dalam pencapaian prestasi adalah motivasi dan kerja keras yang ada dalam dirinya sendiri.
kemampuan siswa untuk mampu meraih prestasi tergantung pada keyakinan dan kerja keras mereka. Sementara minat dan bakat sendiri dapat digali sesuai dengan potensinya masing-masing, melalui pendidikan tertentu yang dapat membantunya. Penguasaan materi dalam kegiatan belajar mengajar dapat dicapai apabila siswa terlibat secara langsung dalam menggali, mencari, dan menemukan sesuatu yang mendukung terhadap materi tersebut. Kerja keras dan ketekunan siswa dalam belajar sangat diperlukan, karena banyak kasus yang terjadi, siswa dengan kurang potensial minat dan bakatnya tetapi memiliki motivasi yang tinggi, ketekunan dan kapasitas untuk kerja keras lebih tinggi, dimungkinkan lebih besar untuk berhasil, daripada mereka yang memiliki potensi minat dan berbakat namun motivasinya rendah dalam pencapaian tujuan mereka.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan PISA (Programme for International Student Assessment) pada tahun 2012 menunjukkan bahwa kerja keras dan motivasi siswa sangat penting untuk memenuhi potensi mereka, tetapi kebanyakan dari mereka memiliki tingkat ketekunan, dorongan dan motivasi rendah yang akan memungkinkan mereka untuk berkembang dan keluar dari sekolah. Sebagai contoh, di negara-negara OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development), hampir dua dalam tiga siswa melaporkan bahwa mereka cenderung untuk menunda masalah yang sulit, hampir dalam dua melaporkan bahwa mereka cenderung mudah menyerah ketika dihadapkan dengan masalah, dan hanya satu dari tiga melaporkan bahwa mereka ingin memecahkan masalah yang kompleks.
Motivasi dan kerja keras jauh mengantarkan siswa menuju pengembangan potensi masing-masing, tetapi siswa hanya bisa mencapai tingkat keberhasilan ketika mereka percaya dan yakin bahwa mereka akan berhasil. Fakta bahwa proporsi besar siswa di kebanyakan negara secara konsisten percaya bahwa prestasi siswa merupakan produk dari kerja keras dan motivasi yang tinggi, bukan mewarisi kecerdasan dari orang tuanya.  

Previous
« Prev Post

Related Posts

13:15:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!