Utamakan Pendidikan Moral

pendidikan moral

Oleh: Dede Taufik, S.Pd.
Nadi Guru - Seorang guru yang baik, akan bekerja secara profesional. Dalam menjalankan tugasnya, guru akan selalu berusaha untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran, yaitu membentuk peserta didik yang bermoral dan berprestasi. Baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Seringkali kita mendapati informasi dari media televisi maupun surat kabar lokal dan nasional, yang memberitakan tentang penyimpangan perilaku. Kasus pelecehan seksual di JIS (Jakarta International School), kasus pelecehan seksual di Sukabumi yang dilakukan oleh Andri Sobari alias Emon, kasus kekerasan terhadap Renggo siswa kelas 5 SD hingga tewas akibat dianiaya oleh kakak kelasnya, dan kasus korupsi di kalangan para pejabat dari tingkat pusat hingga daerah yang sedang menjamur.
Semua itu terjadi karena moralitas pada diri pelaku sangat rendah. Oleh Karen itu, pendidikan moral harus diutamakan terlebih dahulu sebelum pencapaian prestasi. Pembentukan moral peserta didik bisa dilakukan dalam proses belajar mengajar (PBM) berlangsung. Sebelum guru menyampaikan materi ajar, guru bersama dengan peserta didik melakukan pembiasaan untuk berdo’a terlebih dahulu sesuai dengan ajaran agama dan keyakinannya masing-masing. Dengan dipimpin oleh guru sendiri atau ketua murid (KM) di kelas tersebut.
Selain itu, pembentukan moral juga bisa dilakukan dengan cara menghargai sikap jujur. Sikap ini yang kadang terabaikan dalam sebuah penilain guru terhadap peserta didik. Padahal kita tahu bahwa sikap jujur merupakan modal awal untuk mampu berprestasi, baik di sekolah maupun masyarakat. Namun, diakui atau tidak kalau orang yang jujur (idealis) selalu ada yang menentang karena dianggap bisa membahayakan seseorang yang berperilaku tidak jujur.
Sehingga, tak sedikit sikap ini pun lambat laun menjadi luntur akibat tidak kuat mempertahankannya karena tergerus oleh kepentingan lembaga atau golongan tertentu. Yang memaksa kita untuk ikut terlibat dalam kepentingannya. Dan jika kita tidak mengikutinya, kita akan dijauhi oleh seseorang atau golongan tertentu, bahkan bisa saja diasingkan karena dianggap membahayakan mereka.
Meskipun begitu, sikap jujur ini harus tetap dipertahankan. Jika tidak, maka dapat dipastikan negeri ini akan mengalami kehancuran. Untuk mempertahankannya, agar semua peserta didik menganggap bahwa kejujuran merupakan kebutuhan adalah melalui pendidikan. Kebutuhan manusia sebagai makhluk Tuhan, makhluk individu, dan makhluk sosial.
Disadari atau tidak perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan tekhnologi) merupakan salah satu penyebab tergerusnya moralitas bangsa Indonesia. Mudahnya mengakses segala bentuk informasi melalui jaringan internet. Tanpa adanya filter (penyaringan) yang kuat dari tim IT (Information and Tekhnologi) terhadap berbagai informasi yang berbau negatif, yang dapat merusak moralitas bangsa kita. Selain itu, pengaruh tontonan televisi yang kerap tak memberikan tuntuan, terutama bagi peserta didik. Juga merupakan salah satu bentuk dari berkembangnya IPTEK yang kian hari semakin modern.
Sebelum terlambat, sebelum moralitas bangsa kita terus tergerus oleh modernisasi. Moral bangsa kita harus segera diselamatkan. Moral bangsa kita harus segera dibenahi. Peserta didik yang merupakan generasi muda bangsa Indonesia sebagai penerus di masa mendatang harus dibina dengan baik. Agar mereka semua bisa tumbuh dan berkembang, menjadi manusia yang bermoral, bermartabat, dan berprestasi. Pembinaan bisa dilakukan melalui pendidikan, yaitu pendidikan formal, pendidikan non formal, dan pendidikan informal. 

Artikel Terkait

Utamakan Pendidikan Moral
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...