NADI GURU BLOG

Menanti Tibanya CPNS Guru

Posted by Dede Taufik on Sunday, 12 April 2015

Sebagai lulusan dari fakultas keguruan, pastinya menjadi guru PNS merupakan hal yang diidamkan. Apalagi bagi guru-guru honorer yang telah lama mengabdikan diri di sekolahnya masing-masing. Termasuk juga bagi mereka yang baru lulus dari fakultas keguruan dan tak ketinggalan pula bagi guru yang bekerja di pendidikan non formal seperti guru bimbingan belajar.
Sudah menjadi kebiasaan bagi kami, untuk menunggu tibanya waktu penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Biasanya penerimaan CPNS guru diadakan oleh pemerintah daerah setiap tahun sekali. Bahkan ada beberapa pemerintah daerah yang telah beberapa tahun tidak membuka penerimaan CPNS guru dari umum.
Menjadi kebahagiaan tersendiri ketika kami mendengar bahwa tahun ini akan diadakan penerimaan CPNS. Timbul sebuah harapan dan angan-angan, mudah-mudahan di tahun ini menjadi tahun terakhir untuk mengikuti tes seleksi CPNS dan merubah status dari guru non PNS menjadi guru PNS.
Belum lama ini, terdengar kabar yang masih simpang siur bahwa penerimaan CPNS akan diadakan pada bulan Juni 2014. Dan ada dari beberapa pemerintah daerah yang telah mengajukan jumlah kuota ke pemerintah pusat. Menanggapi hal itu, dari kami telah banyak yang mempersiapkan diri. Mulai dari melegalisir ijazah, membeli buku panduan tes CPNS, dan mempelajari soal-soal yang berhubungan dengan materi yang diteskan pada tahun sebelumnya seperti TKP (Tes Karakteristik Pribadi), TIU (Tes Intelegensi Umum), dan TWK (Tes Wawasan Kebangsaan).
Harapan besar, jika penerimaan CPNS tahun ini bisa dilakukan secara lebih transfaran, jujur, dan tidak ada unsur KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Soalnya, kami sudah merasa jenuh mendengar hal-hal yang berbau negatif tentang kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh seorang oknum. Meskipun, kebenarannya tidak diketahui dengan jelas. Apakah isu tersebut benar adanya, atau hanya sebuah rekayasa.
Jelasnya dengan isu tersebut, seringkali membuat kami merasa was-was dan menimbulkan rasa pesimis dalam mengikuti tes CPNS. Kami sering beranggapan bahwa untuk menjadi seorang PNS harus mempunyai uang ratusan juta sebagai mahar pembelian kelulusan tersebut. Padahal kenyataannya, sudah menjadi kepastian bahwa kelulusan tersebut mutlak telah menjadi milik dari orang-orang yang lulus.
Meskipun tidak menutup kemungkinan terdapatnya kecurangan dan manipulasi data dalam pengolahan nilai. Apalagi bagi daerah yang melaksanakan tes tulisnya menggunakan sistem LJK (Lembar Jawaban Komputer) dan kewenangan berada di kepala daerah sebagai pemangku kebijakan otonomi daerah.
Jika bisa menyarankan, untuk pelaksanaan tes CPNS tahun ini dapat menggunakan sistem CAT (Computer Assited Test) secara menyeluruh. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta pada tahun 2013 kemarin. Penggunaan sistem CAT dalam tes CPNS akan menghindarkan dari perilaku kecurangan oknum terkait, karena pengolahan nilai dilakukan secara langsung menggunakan aplikasi online.
Selain itu, mungkin juga dibutuhkan pengawalan ekstra dari media. Baik media surat kabar maupun media televisi dalam lingkup nasional juga lokal. Karena perekrutan CPNS ini harus benar-benar dilakukan dengan jujur dan transfaran, apalagi bagi seorang guru. Jika menjadi guru PNS dengan cara jalan salah. Ditakutkan kedepannya akan menciptakan sebuah tradisi turun temurun yang salah juga, sehingga menyebabkan mutu pendidikan terus menurun.
(Ditulis : 23 Mei 2014)

Previous
« Prev Post

Related Posts

11:39:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!