Mendidik Ala Ki Hajar Dewantara

loading...
loading...
Tugas guru selain mengajar adalah mendidik. Kegiatan mengajar hanya sebatas pada mentransfer pengetahuan dari guru kepada siswa saja. Sedangkan mendidik merupakan proses untuk menciptakan karakter siswa yang berpendidikan dan berakhlak mulia.
Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh pendidikan di Indonesia dan dikenal sebagai bapak pendidikan nasional, sekaligus pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa. Untuk memperingati kelahiran beliau, maka setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Cara mendidik yang dilakukan beliau terdiri dari tiga konsep dasar kependidikan, yaitu: Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.
Ing Ngarsa Sung Tulada (Di depan sebagai teladan). Dalam hal ini, guru harus memberikan contoh positif. Baik dalam berperilaku maupun berucap. Pada konteks ini guru bertindak sebagai artis (figur). Dimana dalam setiap tindak tanduknya akan dijadikan sebagai panutan oleh siswa. Pemberian keteladanan yang baik oleh guru dapat menciptakan karakter siswa yang baik pula. Tak perlu ribet dalam penerapan konsep teladan ini. Apalagi sampai dipaksakan, karena banyak hal yang sederhana. Seperti mengucapkan salam saat bertemu, baik ketika berada di lingkungan sekolah, maupun di luar lingkungan sekolah. Ataupun berpenampilan bersih dan rapi, serta banyak yang lainnya.
Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah sebagai pembimbing). Berarti bahwa guru dalam melaksanakan proses pembelajaran harus mendampingi dan membimbing siswa. Jika terdapat siswa yang mengalami kesulitan belajar. Guru harus dengan segera membimbingnya dan memberikan arahan melalui kegiatan remidial. Dan apabila ada siswa yang berkata atau berperilaku menyimpang. Guru pun dengan segera menasehatinya dengan memberikan arahan bahwa apa yang siswa perbuat tersebut merupakan kegiatan tidak baik, yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Tut Wuri Handayani (Di belakang sebagai pendorong). Dalam hal ini, guru bertindak sebagai motivator (pemberi semangat) kepada siswa. Pemberian motivasi berpengaruh besar terhadap perkembangan siswa. Motivasi dapat dilakukan dengan memberikan hadiah dan pujian. Bentuk hadiah tak perlu mahal, terpenting dapat menggairahkan siswa dalam belajar. Sedangkan pujian berupa ucapan guru misalnya, “Hebat sekali, kamu bisa mengerjakan soal dengan baik dan benar”.
Ketiga konsep dasar tersebut sangat luar biasa, apabila benar-benar diterapkan dalam dunia pendidikan. Penerapan ketiga konsep ini, diyakini dapat memberikan produk lulusan yang mampu bersaing ditengah modernisasi dan globalisasi. Namun, yang kita kenal saat ini hanyalah istilah tut wuri handayani saja yang digunakan. Meskipun begitu, kedua konsep lainnya tak boleh terabaikan. Pasalnya, ketiga konsep tersebut merupakan suatu kesatuan yang tak boleh terpisahkan satu sama lainnya, dalam membentuk karakter siswa yang berpendidikan dan berakhlak mulia.

(Ditulis : 6 Mei 2014)
loading...

Artikel Terkait

Mendidik Ala Ki Hajar Dewantara
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!