Menjadi Guru yang Baik

loading...
loading...
Guru yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh masyarakat. Sebelum orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah, selain melihat fasilitas di dalamnya sebagai pertimbangan. Hal utama yang biasa dilihat adalah gurunya. Kenapa guru menjadi yang utama? Karena meskipun fasilitasnya lengkap, sarana dan prasarananya serba ada. Tapi gurunya tidak baik, hal itu akan menjadi sia-sia belaka.
Tidak dapat dipungkiri untuk menjadi guru yang baik bukanlah hal yang mudah. Namun, perlu disadari bahwa dengan menjadi guru yang baik akan menghasilkan prestasi yang baik pula pada siswa. Beberapa ahli menyebutkan ciri-ciri guru yang baik adalah mampu menguasai materi ajar, terampil menyampaikan materi ajar, dan mampu mengevaluasi hasil belajar.
Kemampuan menguasai materi ajar merupakan syarat utama yang harus dimiliki oleh seorang guru. Dalam hal ini, guru melakukan proses pengajaran harus sesuai dengan bidang mata pelajaran yang diampunya. Materi ajar yang diajarkan kepada siswa tidak boleh hanya terpaku pada buku sumber semata. Materi tersebut harus didukung oleh materi tambahan lainnya, yang diambil dari berbagai sumber. Dengan menguasai materi ajar, seorang guru akan lebih siap dalam menyampaikan materi ajar. Kesiapan tersebut dapat terlihat dalam memberikan penjelasan-penjelasan kepada siswa tanpa adanya rasa kaku dan gugup.
Ciri kedua dari guru yang baik, adalah terampil dalam menyampaikan materi ajar. Ciri kedua ini dapat diartikan bahwa seorang guru dalam menyampaikan materi ajar, harus bisa menyesuaikan penggunaan metode pembelajaran dengan kondisi dan situasi siswa. Selain itu, metode pembelajaran yang digunakan juga harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Sedangkan ciri ketiga dari guru yang baik, adalah mampu mengevaluasi hasil belajar. Hal ini penting sekali dilakukan oleh seorang guru, untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan siswa terhadap materi ajar yang telah diajarkan. Alat yang dapat digunakan untuk mengevaluasi adalah berupa tes, baik tes tulis, tes lisan, maupun tes perbuatan. Tes yang dilaksanakan kepada siswa akan menghasilkan data. Data tersebut merupakan hasil belajar siswa. Dari data itu, kemudian dianilisis dan apabila terdapat siswa yang nilainya dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Maka siswa tersebut dinyatakan belum mencapai tujuan pembelajaran, sehingga perlu adanya tindakan remidial.
Ketiga ciri guru yang baik di atas dilihat dari proses belajar mengajar, dari awal sampai akhir pembelajaran. Selain itu, ciri guru yang baik lainnya adalah guru yang mampu menerima perubahan. Artinya, guru yang baik harus siap berubah menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi, seiring dengan perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).
Seperti yang kita ketahui bersama, IPTEK berkembang dengan cepatnya. Banyak teori dan temuan baru yang telah dihasilkan oleh para ahli peneliti dan ilmuwan. Salah satu contohnya, misalkan jumlah planet yang berkurang, karena pluto telah dinyatakan bukanlah sebagai sebuah planet. Hal itu telah telah diputuskan, pada tanggal 24 Agustus 2006 oleh sekitar 2500 orang ahli pada pertemuan di Praha.
Contoh singkat di atas merupakan sebagian kecil dari perkembangan IPTEK. Sehingga menurut penulis, mampu menerima perubahan juga dapat dikategorikan sebagai salah satu ciri guru yang baik. Cara yang bisa dilakukan oleh guru agar mampu menerima perubahan, yaitu guru harus rajin membaca dan melek terhadap teknologi. Dengan begitu, setidaknya seorang guru bisa mengetahui sebagian dari perkembangan yang ada.
Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita menjadi guru yang baik? Jika sudah, itu merupakan sebuah prestasi yang sangat bagus dan perlu ditularkan kepada guru lainnya. Namun jika belum, mari kita secara bersama-sama merubah diri demi menciptakan siswa yang berprestasi, baik secara akademik maupun non akademik. 
loading...

Artikel Terkait

Menjadi Guru yang Baik
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!