Pengaruh HP Terhadap Peserta Didik

loading...
loading...
Di Zaman modern, segala serba canggih dan praktis. Media elektronik terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, dengan dilengkapi berbagai fitur di dalamnya sebagai langkah untuk memuaskan para konsumen, termasuk media elektronik berupa handphone (HP). Dulu, sebelum secanggih sekarang fungsi HP hanya terbatas untuk telepon, mengirim dan menerima SMS.
Namun lain halnya dengan sekarang, fungsi HP semakin beragam, apalagi untuk jenis HP yang modern bisa digunakan untuk facebook, twitter, whatsapp, line, dan banyak lagi jejaring sosial lainnya yang bisa digunakan untuk menjalin kemunikasi dengan siapapun dan kapanpun. Dengan berbagai pengembangan, kini HP layaknya seperti komputer mini yang bisa digunakan untuk mempermudah pengerjaan seseorang.
Saat ini, HP tidak lagi dianggap sebagai barang mewah, sehingga hampir semua orang dari berbagai kalangan seperti pejabat, pengusaha, tukang becak, termasuk peserta didik pada jenjang pendidikan dasar (SD) hingga perguruan tinggi. Mereka beranggapan bahwa HP merupakan teman setia bagi pemiliknya. Keberadaan HP dapat memberikan pengaruh positif dan pengaruh negatif terhadap perkembangan kepribadian peserta didik.

Pengaruh positif
Pengaruh positif terhadap peserta didik yang diakibatkan oleh HP yang telah didesain dan dilengkapi berbagai fitur canggih di dalamnya. Pertama, peserta didik mampu melatih keterampilan berbahasa dengan cara berkomunikasi melalui jejaring sosial yang ada di dalamnya, baik itu melalui facebook, twitter, whatsapp, line, dan jejaring sosial lainnya.
Disadari atau pun tidak, ketika si anak sedang melakukan komunikasi dengan lawan chatingnya, berarti si anak tersebut sedang belajar keterampilan berbahasa. Meskipun gaya bahasa yang digunakan bukan bahasa yang benar, artinya bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), melainkan bahasa yang baik, dalam artian bahasa yang digunakan tersebut mampu diterima oleh lawan chatingnya.
Kedua, HP bisa dijadikan sebagai sumber belajar. Hal ini sesuai program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, untuk menciptakan gadget (HP) sebagai “E-Sabak” atau buku elektronik. Jenis HP yang dimiliki oleh peserta didik kebanyakannya telah mampu mengakses internet.
Melalui internet tersebut mereka mencari solusi untuk menjawab persoalan-persoalan yang diberikan oleh guru, dan mengumpulkan berbagai sumber yang relevan sebagai bentuk pemecahan masalah. Dengan terlibat secara langsung, biasanya peserta didik mampu mengingat dan memahami materi tersebut lebih lama dibandingkan dengan hanya guru yang aktif dan tinggal mentransfer pengetahuan kepada siswanya.
Ketiga, mempermudah komunikasi. Peserta didik yang mempunyai HP, bisa berkomunikasi bersama orang tua atau pihak keluarganya. Apabila kegiatan di sekolah sudah selesai, mereka tinggal menelepon atau SMS agar segera dijemput ke sekolahnya, sehingga penggunaan waktu sangat efisien tanpa harus menunggu lama.

Pengaruh negatif
Adapun pengaruh negatif yang disebabkan oleh HP terhadap peserta didik, diantaranya : pertama, mengganggu perkembangan anak. Fitur lengkap dan canggih dengan beragam jenis game di dalamnya, membuat anak lupa waktu karena game yang mereka mainkan penuh dengan tantangan dan hal-hal baru. Akibatnya, mereka lupa membagi waktunya untuk belajar. Selain game, seringkali saat kegiatan belajar Hp-nya berbunyi sebagai tanda panggilan atau SMS yang masuk baik dari sahabatnya atau pun keluarga yang menghubunginya, sehingga mengganggu terhadap kegiatan pembelajaran.
Kedua, rawan terhadap tindak kejahatan. Peserta didik yang membawa HP dengan kategori jenis baru dan harganya yang mahal serta selalu dibuka di tempat umum. Akan menarik perhatian penjahat untuk mencuri HP-nya. Apalagi bagi peserta didik tingkatan SD yang masih polos dan tidak diantar-jemput oleh orangtuanya. Kemungkinan besar dijadikan sebagai target tindakan kejahatan.
 Ketiga,  memengaruhi sikap dan perilaku. Dengan fitur canggih yang bisa saling mengirim dan menerima file gambar maupun video. Rasa ingin tahu yang tinggi terhadap informasi yang baru, terutama yang berbau “p0rn0”. Selain itu, situs internet yang berbau p0rn0 bisa diakses oleh siapa saja tanpa terkecuali termasuk peserta didik, akan mempengaruhi terhadap sikap dan perilakunya, sehingga dimungkinkan anak akan berkembang menjadi “dewasa” sebelum waktunya.

Peran guru dan orang tua
Untuk menghindari pengaruh negatif yang disebabkan oleh HP terhadap peserta didik, guru sebagai pendidik di sekolah harus bisa mengarahkan dan membimbing mereka agar tidak terjerumus ke hal yang tidak diinginkan. Alangkah baiknya, seorang guru mengetahui situs-situs di internet yang memberikan berbagai informasi yang bermanfaat guna peningkatan prestasi.
Oleh karena itu, seorang guru harus lebih banyak menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tidak terpaku terhadap kegiatan pendidikan di masa lalu. Bagi pendidik di era modern, tantangannya semakin besar karena informasi begitu cepat bisa sampai ke siapa saja melalui media elektronik yang telah didesain dengan canggih. Tugas guru bukan hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi mampu mendidik peserta didik agar menjadi siswa yang berkarakter.
Selain guru, orang tua pun berperan penting dalam membentuk karakter anaknya. Orangtua, harus selalu mengontrol dan mengawasi setiap perkembangan anaknya, jangan sampai terjadi kecolongan. Tidak ada salahnya bagi orang tua melakukan pemeriksaan terhadap HP milik anaknya, agar file yang terdapat di HP anaknya bisa diketahui. Apakah file tersebut menyimpang atau tidak bagi perkembangan kepribadian anaknya.
Orang tua, guru, dan lingkungan harus mendukung terhadap perkembangan kepribadian peserta didik. Saling berkomunikasi untuk menghindari pengaruh negatif yang diakibatkan oleh media elektronik, terutama penggunaan HP. Agar bisa sesuai dengan kapasitasnya, sehingga HP lebih besar memberikan pengaruh positif dibandingkan dengan pengaruh negatif yang diakibatkannya. Semoga... 
loading...

Artikel Terkait

Pengaruh HP Terhadap Peserta Didik
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!