Selamatkan Pelajar dari Narkoba


opini KP
Opini Kabar Priangan
Penulis : Dede Taufik, S.Pd. 
Sungguh mengejutkan bagi kita semua, pengguna narkoba dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Bahkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 17 provinsi di tahun 2014. Jawa Barat mendominasi jumlah pengguna terbanyak di Indonesia, yaitu sekitar 700 ribu jiwa.
Sebagian besar pengguna narkoba merupakan orang-orang yang berada pada usia produktif, yaitu antara usia 15 hingga 65 tahun, termasuk pelajar di dalamnya. Padahal di tahun 2010 hingga 2035, Indonesia dianugerahi sebuah bonus demografi dengan jumlah usia produktif lebih banyak dibandingkan anak usia dini dan lanjut usia. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik, bonus tersebut akan berbalik menjadi bencana demografi bagi Indonesia.
Oleh karena itu, terjadinya penambahan pengguna narkoba secara terus menerus tak bisa dibiarkan dan harus segera diantisipasi. Apalagi, jika pengguna narkoba tersebut telah melibatkan kalangan pelajar. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Eva Fitri, selaku penyuluh muda Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan BNN, jika pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) pernah menjadi pengguna tertinggi di tahun 2013.
Sejatinya, pelajar adalah aset terpenting bagi kemajuan bangsa dan negara. Pelajar ini akan menjadi generasi penerus di masa mendatang. Sehingga, pribadinya harus dibentengi dengan nilai-nilai keagamaan sebagai bentuk pendidikan karakter. Jika saat ini, masih banyak pelajar yang terindikasi sebagai pengguna narkoba. Tentunya diperlukan upaya nyata untuk menyelamatkannya.
Dalam hal ini, tidak terlepas dari peran orangtua selaku penanggungjawab utama terhadap masa depan dan perkembangan anaknya. Tentunya, saling bekerjasama dengan pihak guru di sekolah untuk saling memberikan informasi. Selain itu, pihak pemerintah daerah juga harus menggesitkan program penyuluhan tentang narkoba terhadap masyarakat. Baik masyarakat di lingkungan perkotaan maupun pedesaan.
Begitu pula dengan pemerintah pusat, salah satu direktorat yang baru dibentuk yaitu Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga. Bisa menjadi angin segar dan peluang besar dalam menyelamatkan pelajar dari bahaya narkoba. Pasalnya, direktorat ini memiliki program utama yaitu penanganan perilaku perundungan (bullying), penanganan remaja, penguatan prestasi belajar, pendidikan kecakapan hidup, pendidikan karakter dan kepribadian, serta pendidikan perilaku destruktif. Yang nantinya akan dikembangkan secara berkelanjutan menuju program pencegahan perdagangan orang, narkoba, dan HIV AIDS agar keluarga Indonesia menjadi lebih kuat.
Terpancar harapan yang begitu besar, jika suatu saat nanti seluruh masyarakat khususnya kalangan pelajar bisa terbebas dari penggunaan narkoba. Dalam hal ini, untuk mewujudkan impian tersebut diperlukan kerjasama yang harmonis dari semua pihak. Menyelamatkan pelajar dari bahaya narkoba, berarti kita sedang menyelamatkan negeri tercinta ini.
Hampir di setiap kesempatan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diselenggarakan tanggal 2 Mei. Selalu disinggung tentang generasi berkualitas atau generasi emas. Suatu generasi yang akan menjalani kehidupannya pada masa “Indonesia Emas”. Masa itu diyakini akan jatuh ketika Indonesia memperingati seabad atau seratus tahun kemekerdekaanya yaitu 2045.
Dengan demikian, generasi emas tersebut adalah seluruh pelajar yang saat ini sedang duduk di bangku SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Sehingga, menjadi suatu keharusan bagi kita semua sebagai guru, orangtua, masyarakat, dan pemerintah untuk bahu membahu menyongsong masa depan gemilang tersebut. Masa depan yang terbebas dari penggunaan narkoba. Semoga... 

Ket: Opini Kabar Priangan, Edisi 12 Mei 2015

Artikel Terkait

Selamatkan Pelajar dari Narkoba
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...