Belajar Mengolah Sampah

loading...
loading...
Persoalan sampah masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Hampir di setiap daerah, tumpukkan sampah menjadi pemandangan yang seringkali terlihat. Hal ini harus menjadi pemikiran bersama tentang bagaimana solusi yang diperlukan untuk menyelesaikan persoalan sampah. Jika dibiarkan secara terus menerus, tidak menutup kemungkinan bumi ini akan terisi penuh oleh sampah. Tugas ini bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan tugas semua elemen masyarakat yang tinggal di setiap daerah.
Tidak salah jika ada pepatah yang mengatakan "Di situ ada kehidupan, pasti di situ ada sampah". Pasalnya, aktivitas manusia tidak terlepas dari persoalan sampah karena manusia yang menciptakan sampah itu sendiri. Oleh karena itu, manusia jugalah yang harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan sampah tersebut.
Dalam dunia pendidikan misalnya, peserta didik diajarkan bagaimana caranya mengolah sampah yang baik dan benar. Sampah tersebut disimpan dalam dua tempat yang berbeda, satu untuk menyimpan sampah yang mudah diuraikan (organik) dan satu lagi untuk tempat menyimpan sampah yang tidak bisa diuraikan (non organik). Tujuannya, agar bisa diolah kembali menjadi suatu produk yang bermanfaat maupun bernilai jual.
Persoalan sampah yang mengkhawatirkan, misalnya terjadi di Kota Bandung, seperti yang dilansir dari surat kabar pikiran rakyat baru-baru ini. Kota Bandung, sebagai Ibu Kota Jawa Barat, mengeluhkan kompleksitas persoalan sampah yang berakibat pada tingginya biaya operasional. Padahal, subsidi yang diberikan pemerintah tidak sedikit yaitu sekitar Rp 95 milliar, namun masih belum cukup untuk memenuhi biaya operasional Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung.
Dengan begitu, menjadikan pendidikan sebagai wahana untuk belajar mengolah sampah adalah sebuah keniscayaan. Pasalnya, di sekolah terdapat aset besar berupa peserta didik sebagai generasi penerus yang harus dibina, termasuk dalam mengolah sampah. Jika kebiasaan dalam mengolah sampah telah tertanam sejak dini, setidaknya mereka akan bisa memahami dan menyadari kalau keberadaan sampah bisa berakibat pada rusaknya lingkungan.
Kebiasaan membuang sampah sembarangan adalah target pertama yang terlebih dahulu perlu dilakukan penyadaran. Menyadarkan diri seseorang tidaklah mudah, karena berhubungan dengan karakter emosional dan perlu dilakukan secara matang dan bertahap. Apalagi, jika kebiasaan tersebut telah mendarah daging dan menganggap bahwa kebiasaan itu bukanlah suatu kesalahan.
Seperti yang kita ketahui bersama, meskipun di tempat itu terdapat tulisan "Dilarang membuang sampah di sini", tetap saja tumpukkan sampah masih terlihat. Apalagi bagi daerah yang pemukimannya dekat dengan sungai, kebiasaan membuang sampah ke sungai pun tak dapat dihindarkan. Hal ini tentunya bukan hanya mengesatkan pandangan mata, melainkan jika turun hujan lebat bisa mengakibatkan bencana banjir.
Belajar mengolah sampah melalui pendidikan di sekolah, diharapkan menjadi solusi dalam upaya menyelesaikan permasalahan sampah di masa mendatang. Peserta didik yang terus dibekali tentang ilmu pengolahan sampah, bukan hanya mampu menciptakan lingkungan yang asri. Namun lebih dari itu, olahan sampah pun bisa menjadikan penghidupan bagi pengolahnya karena memiliki nilai jual di pasaran, serta mampu mengurangi beban pemerintah untuk mengeluarkan biaya operasional kebersihan. Semoga… 
loading...

Artikel Terkait

Belajar Mengolah Sampah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!