Cara Menggiatkan Belajar Melalui “TST”

TST (Tutorial Service Time) merupakan pelajaran tambahan diluar KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Maksud dan tujuan diterapkannya TST di Lembaga Bimbingan Belajar Ganesha Operation (GO) adalah untuk mempelajari materi yang belum dipahami pada suatu mata pelajaran. Bentuk TST bisa berupa remedial maupun pengayaan. Remedial dilakukan bagi siswa yang mendapatkan nilai rendah (lambat belajar) sedangkan pengayaan dilakukan bagi siswa yang cepat mamahami materi pelajaran. Selain itu, TST juga dapat berupa pelayanan PR, Ulangan, Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.
Apabila siswa mendapat tugas PR dari gurunya di sekolah, mereka membawanya ke GO. Namun, bukan berarti pengajar GO yang mengerjakannya melainkan pengajar GO hanya membimbing dan mengarahkan saja. Jika terdapat kesalahan dalam pengerjaan soal yang dikerjakan oleh siswa, misalnya pada mata pelajaran Matematika, maka pengajar GO mengoreksi kembali dengan memberikan ilustrasi rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut. Berbeda dengan konsultasi Ulangan, Ujian Sekolah, dan Ujian Nasional. Pengajar GO harus membahas secara detail dan tuntas, sehingga siswa mengerti dan memahami terhadap materi yang diajarkan dan pembahasannya pun telah disesuaikan dengan kisi-kisi yang telah ditentukan.
TST merupakan tindakan nyata untuk menggiatkan siswa dalam belajar. Dengan adanya TST, siswa yang lambat maupun cepat belajar menjadi tambah antusias mengikuti pelajaran tambahan. Saking berantusiasnya kerap sekali mereka belajar tanpa lelah, meskipun tenaganya diporsir mulai dari pagi sebagai rutinitas belajar di sekolah, kemudian belajar lagi di bimbingan belajar. Jika tidak ada pengajar yang standby, karena semua pengajar lagi pada ngajar di kelas, mereka dengan sabar menunggu sampai pengajar selesai melaksanakan kewajibannya. Setelah pengajar usai melaksanakan kewajiban ngajar di kelas, barulah giliran mereka untuk melaksanakan TST.
Orang tua yang mengantar mereka selalu bersikap sabar dengan rela menunggu, meskipun waktu telah sore dan menjelang malam. Justru dengan sikap antusias anaknya untuk belajar tersebut, kebanyakan dari mereka merasa bersyukur dan berbahagia. Kecuali, bagi orang tua yang masih ada kerjaan di kantor atau sudah ada janji dengan cliennya baru mereka meminta untuk dipercepat pelaksanaan TST tersebut, itupun hanya sesekali saja.
Melihat keantusiasan siswa untuk mengikuti TST, maka akademik berperan mengatur dan mengkondisikan jadwal serta menentukan pengajar sesuai dengan mata pelajaran yang diminta oleh siswa. Akademik menyiapkan form pendaftaran TST sebagai langkah untuk mengakomodir peserta TST dan pembuatan jadwal. Selain melalui form pendaftaran, siswa diperkenankan menghubungi akademik baik melalui SMS maupun telepon untuk meminta jadwal TST. Setelah jadwalnya terbuat, pihak akademik akan menginformasikan kembali kepada siswa sebagai bentuk pengingatan kalau permintaan jadwal TST sudah disiapkan.
Dengan adanya program TST diharapkan semua siswa dapat meraih prestasi. Nilai yang mereka dapatkan diharapkan sesuai dengan keinginan yaitu berupa nilai yang memuaskan. Apalagi untuk masuk ke jenjang pendidikan nilai rata-rata raport menjadi acuan dalam penerimaan peserta didik. 

Artikel Terkait

Cara Menggiatkan Belajar Melalui “TST”
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...