Guru Ikhlas itu Luar Biasa

Kata “ikhlas” mudah diucapkan, namun sulit untuk diamalkan dan dijalankan. Sebab, selalu dicampuri oleh faktor niat lain yang bisa menimbulkan riya, seperti mengharapkan popularitas dan mudah naik jabatan. Rasa ikhlas berada dalam hati seseorang yang tidak bisa diteliti dan dilihat dengan mudah. Ikhlas didefinisikan sebagai perbuatan yang dilakukan semata-mata mencari keridhaan Alloh dan memurnikan perbuatan dari segala bentuk kesenangan duniawi.
Apabila seorang guru dalam menjalankan tugasnya dilakukan dengan penuh keikhlasan, maka guru tersebut merupakan guru yang sangat luar biasa. Mengapa? karena melihat dari definisi ikhlas di atas, tentunya seorang guru dalam menjalankan tugasnya yaitu mendidik dan mengajar hanya karena Alloh dan kesenangan duniawi (gaji yang diperoleh) tidak menjadi prioritas utama.
Sementara, semenjak diterbitkannya Undang-undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005, bagi guru yang telah memiliki sertifikat pendidik (sertifikasi) berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi di luar gaji pokoknya. Hal ini sebagai pemicu menjadikan profesi guru menjadi salah satu profesi yang bergengsi. Terbukti dengan semakin banyaknya peminat untuk menjadi guru, baik untuk guru pada pendidikan dasar maupun pendidikan menengah.
Selain itu, dengan adanya tunjangan sertifikasi mampu memberikan motivasi bagi guru yang belum terkualifikasi untuk melanjutkan pendidikan kembali ke jenjang pendidikan tinggi, yaitu minimal diplomat empat atau sarjana. Sebagai salah satu syarat kualifikasi sertifikasi, selanjutnya menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk mendapatkan sertifikat pendidik.
Tantangan besar bagi seorang guru untuk berperilaku ikhlas adalah ketika diuji oleh terhambatnya pencairan tunjangan sertifikasi. Hal ini kerap menimbulkan reaksi untuk melakukan demo kepada pemerintah agar dengan segera mencairkan tunjangan sertifikasi karena itu sudah menjadi hak yang harus diterima oleh guru. Sementara, waktu yang diambil ketika melakukan aksi tersebut merupakan waktu efektivitas pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah dan siswa menjadi korbannya karena tidak ada yang mengajar.
Apalagi bagi guru yang berstatus honorer, ujian untuk berperilaku ikhlas lebih besar lagi. Dengan gaji yang diberikan kepadanya jauh dari kesejahteraan, sementara tugas dan beban kerja yang ditanggung sama besarnya dengan guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga, diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh dan usaha keras untuk menghindari timbulnya penyakit hati yang bisa merusak keikhlasan.
Menjadi guru yang ikhlas merupakan sebuah keharusan yang harus ditempuh, karena sejatinya profesi guru adalah profesi mulia dan sebuah kehormatan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Anies Baswedan, selaku Menteri pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang menyatakan bahwa guru pantas mendapat kehormatan karena mereka selama ini menjalankan peran terhormat bagi bangsa. Menurutnya, terdapat dua ide sederhana yang diajukan untuk menunjukkan rasa hormat kepada guru, pertama melalui jalur negara dan kedua, melalui jalur gerakan masyarakat.
Pada jalur negara, negara harus memberikan jaminan kesehatan bagi guru dan keluarganya, tanpa terkecuali. Selain itu, negara juga harus menyediakan jaminan pendidikan bagi anak-anak guru. Sementara pada jalur masyarakat, menghormati guru harus dimulai secara kolosal. Misalnya, bagi para dokter dan tenaga medis, gurulah yang mengajarimu sehingga bisa berseragam putih maka sambutlah mereka sebagai VIP di tempatmu merawat.

Penulis sebagai guru juga menyadari, jika sampai saat ini masih belum bisa menjadi guru yang ikhlas sepenuhnya, karena masih dibarengi dengan niat untuk mencari materi dalam rangka menafkahi keluarga. Namun, dengan adanya kepedulian dari negara maupun masyarakat terhadap profesi guru. Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi jalan untuk menjadi guru yang ikhlas, sehingga semua guru bisa menciptakan generasi berkualitas melalui keikhlasan yang nyata.

Artikel Terkait

Guru Ikhlas itu Luar Biasa
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...