Menerapkan Sistem Tiga Serangkai

Pendiri partai politik pertama di Hindia Belanda (Indische Partij) dikenal sebagai tiga serangkai, terdiri dari E.F.E. Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara. Organisasi ini bergerak untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan semboyannya adalah “Hindia for Hindia”. Artinya, bahwa Indonesia untuk orang-orang yang ada di Indonesia tanpa memandang apapun jenis bangsanya.
Dalam pendidikan juga, sistem tiga serangkai dapat diterapkan melalui kerjasama yang humanis antara guru, orang tua, dan masyarakat. Kerjasama ini dapat dilakukan dengan cara saling memberikan dukungan antara yang satu dengan yang lainnya. Untuk mewujudkan peserta didik yang berprestasi, sehingga mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional sekalipun.
Faktor penentu keberhasilan bagi peserta didik, tentunya tidak hanya mengandalkan peran serta seorang guru semata. Meski guru tersebut merupakan guru yang sangat handal di bidangnya. Memiliki berbagai keterampilan dan keahlian melebihi guru-guru lain, baik itu dalam penguasaan materi maupun kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Semua itu tidaklah cukup untuk mencapai keberhasilan yang sempurna. Kesempurnaan dapat diraih dengan adanya sistem tiga serangkai yang memiliki kesepahaman yang sama tentang visi dan misi pendidikan di sekolah.
Secara umum, visi pendidikan telah diamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945, yaitu “Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Pencapaian visi tersebut, diperlukan beberapa misi atau strategi yang tepat. Adapun beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh kerjasama tiga serangkai adalah sebagai berikut:
Pertama, menciptakan kenyamanan belajar. Lingkungan yang bersih, terutama di dalam kelas adalah faktor utama terciptanya kenyamanan dalam belajar. Selain itu, tempat belajar (sekolah) keberadaannya harus diusahakan terhindar dari keramaian. Situasi tersebut bisa mengganggu dan merusak konsentrasi peserta didik karena suara bising yang ditimbulkan. Pusat perhatian menjadi beralih ke tempat keramaian, sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan tidak tercapai sesuai dengan harapan.
Kedua, memberikan pelayanan prima bagi peserta didik. Dalam hal ini, peran guru merupakan yang utama untuk memberikan pelayanan prima kepada semua peserta didiknya, tanpa harus membedakan latar belakang peserta didik. Semuanya adalah sama sebagai subjek yang harus diantarkan menuju pintu gerbang pencapaian prestasi. Guru sebagai seseorang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik di sekolah, harus bisa mengetahui kelemahan dan kelebihan peserta didiknya secara personal. Agar dalam pemberian layanan (bimbingan) dapat terarah dan sesuai dengan kebutuhan, sehingga pelayanan tersebut menjadi tepat sasaran.
Ketiga, saling berkomunikasi. Hal ini penting sekali untuk dilakukan oleh tiga serangkai antara guru, orang tua, dan masyarakat. Bentuk komunikasi ini bisa berupa kegiatan resmi maupun tidak resmi. Secara resmi, misalnya berupa pertemuan yang diadakan minimal dua kali dalam setahun, yaitu pada semester satu dan semester dua. Sedangkan komunikasi secara tidak resmi dapat dilakukan secara personal tergantung situasi dan kondisi yang diperlukan.
Keempat, pemberian motivasi. Strategi ini tak kalah pentingnya dengan strategi yang di atas, karena motivasi juga sangat berpengaruh terhadap tercapai atau tidaknya sebuah prestasi. Motivasi timbul akibat adanya pengaruh dari faktor ekstern dan faktor intern. Pemberian motivasi secara sederhana bisa dilakukan dengan mencari salah seorang lulusan dari sekolah tersebut yang telah menggapai kesuksesan di masa sekarang. Orang tersebut disuruh untuk berbicara di depan semua peserta didik yang masih aktif. Ia berbicara dengan menjelaskan perjalanan hidupnya, mulai dari berbagai tantangan yang dihadapi hingga akhirnya Ia menggapai sebuah kesuksesan, dan betapa senangnya jika hidup menjadi orang yang sukses. Langkah ini memang jarang dilakukan atau bahkan belum ada satu sekolah pun yang melakukannya. Namun, jika langkah ini berani untuk dicoba, penulis meyakini bisa memberikan dampak yang luar biasa terhadap motivasi peserta didik.

Ket : Tulisan ini dibuat tanggal 2o Juli 2014

Artikel Terkait

Menerapkan Sistem Tiga Serangkai
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...