Mengedukasi Siswa Cinta Terhadap Produk Lokal

Tulisan ini dimuat di Kabar Priangan, edisi Jumat (16/10/2015)

Penulis : Dede Taufik, S.Pd.
Seiring dengan perkembangan zaman, akses berhubungan dengan negara lain semakin terbuka lebar. Salah satu akses yang seringkali digunakan adalah media internet. Melalui media ini, masyarakat bisa melakukan traksaksi jual beli barang dari toko online milik pengusaha negara lain. Selain itu, toko offline yang berada di daerah kita pun banyak yang menjual produk luar negeri.
Apalagi, setelah diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) hubungan kerjasama perdagangan semakin terbuka lebar dan tanpa batas. Produk luar negeri, mudah sekali untuk ditemukan di setiap daerah. Hal itu perlu diantisipasi secara serius oleh pemerintah. Mengingat, masyarakat Indonesia telah banyak yang menyukai produk luar dibandingkan dengan produk lokal karena dianggap lebih bergengsi.
Jika hal itu terus terjadi dan sengaja dibiarkan, tanpa melakukan upaya penyadaran kepada masyarakat. Dikhawatirkan, produk lokal akan terus mengalami pergeseran hingga akhirnya punah ditelan peradaban zaman yang semakin modern. Tentunya, hal ini bukanlah keinginan kita bersama sebagai orang yang mencintai Indonesia.
Selaku pendidik, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi masalah tersebut adalah dengan mengedukasi siswa agar cinta terhadap produk lokal. Siswa diberi keyakinan, bahwa dari segi kualitas produk lokal tidak kalah bagusnya dengan produk luar negeri. Bahkan produk lokal kita, mampu bersaing di kancah Internasional dan telah banyak yang menyukainya.
Dengan tumbuhnya rasa cinta pada siswa terhadap produk lokal merupakan kekuatan besar bagi bangsa Indonesia untuk memenangkan persaingan. Pasalnya, siswa adalah aset terbesar sebagai generasi penerus yang perlu dijaga dan ditumbuhkan rasa kecintaannya. Jangan sampai aset itu lalai dari perhatian, karena jika hal itu terjadi bisa langsung dimanfaatkan oleh negara lain sebagai konsumennya.
Di Tasikmalaya, tidak sedikit produk lokal yang kualitasnya sangat bagus dan sudah memiliki nama. Salah satunya adalah kelom gelis atau sandal kayu cantik, yang menjadi salah satu produk andalannya. Selain itu, produk lokal lainnya adalah bordir, batik, dan kerajinan tangan.  
Dengan begitu, harapan terbesar dari kegiatan mengedukasi siswa agar cinta terhadap produk lokal. Tiada lain untuk mewujudkan masyarakat Indonesia agar lebih mencintai dan menggunakan produk lokal. Sehingga produk lokal akan terus eksis, meski berada di tengah-tengah tebaran produk luar negeri. Dan tentunya, keberadaan MEA bisa menjadi peluang besar untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Semoga…

Artikel Terkait

Mengedukasi Siswa Cinta Terhadap Produk Lokal
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...