Menyambut Baik Direktorat Keayahbundaan

Rencana pembentukan Direktorat Keayahbundaan merupakan kabar gembira bagi orangtua maupun guru di sekolah, dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan menengah. Pasalnya, fungsi Direktorat ini ke depannya bisa menjadi wahana untuk menampung aspirasi dan keluhan para orang tua (ayah bunda), sehingga orang tua merasa terbantu dalam memahami peranannya sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya.
Di era persaingan ketat saat ini, tidak dimungkiri para orang tua sibuk bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bukan hanya ayah selaku kepala keluarga, melainkan bunda pun turut serta bekerja untuk membantu pemenuhan kebutuhan, termasuk memenuhi gaya hidup. Sementara anak-anaknya, mereka titipkan kepada pembantu rumah tangga di rumahnya. Hal itu menyebabkan anak-anak mereka kurang mendapatkan perhatian dari para orangtuanya.
Anak yang merasa kurang perhatian, akan mencari kesibukan sendiri seperti halnya bermain game dalam menghabiskan waktu kesehariannya. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka berkumpul bersama anak-anak lainnya, yang merasakan nasib sama yaitu kurang mendapatkan perhatian dari orangtuanya untuk membentuk sebuah komunitas. Berawal dari komunitas itu, mereka bisa terjerumus ke arah yang negatif seperti halnya merokok, meminum minuman beralkohol hingga tawuran dan s3ks bebas.
Dengan begitu, penulis menyambut baik pembentukan Direktorat Keayahbundaan sebagai pendamping orang tua dalam membina sikap dan karakter anak. Hal itu penting karena tidak sedikit para orang tua yang menganggap jika proses pendidikan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Padahal, waktu lebih banyak dihabiskan oleh anak di lingkungan keluarga dan masyarakat karena di sekolah hanya berkisar 5-6 jam, kecuali sekolah tertentu (Full Day School).
Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menyusun panduan yang disebut parent tool kit, sebagai acuan bagi orang tua. Rencananya, panduan tersebut akan disebarluaskan melalui situs khusus yang akan dibuat oleh Direktorat Keayahbundaan. Seiring dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (IPTEK), dalam mempercepat penyampain informasi kepada orang tua.
Dijelaskan oleh Mendikbud, layanan yang akan diberikan dalam direktorat keayahbundaan mencakup pembinaan prestasi dan motivasi, pendidikan kecakapan hidup sehat dan bugar, serta pendidikan karakter dan kepribadian. Jenis kegiatannya berbentuk pelatihan pranikah, pelatihan keayahbundaan, kecakapan hidup dan gizi, serta pemberdayaan.
Edy Wiyono, selaku konsultan parenting, menyetujui pembentukan Direktorat Keayahbundaan. Alasannya, karena melihat fenomena permasalahan yang terjadi pada anak-anak tersebut diakibatkan oleh kurangnya perhatian dari para orang tua. Sementara Endang Widyorini, psikologis Universitas Soegijapranata mengatakan, jika pembentukan Direktorat Keayahbundaan terkesan ikut campur urusan parenting dan bisa menambah beban orang tua.
Tentunya, setiap kebijakan yang baru pasti membutuhkan proses untuk beradaptasi. Selama kebijakan itu bisa mendatangkan kebajikan, kenapa tidak untuk dicoba terlebih dahulu. Direktorat Keayahbundaan, jika dilihat dari peranannya dan jenis layanan yang akan diberikan akan sangat membantu sekali. Oleh karena itu, pembentukan Direktorat ini jangan hanya sebagai wacana, tetapi harus segera diberdayakan melalui persiapan dan konsep yang matang. Sehingga, perilaku-perilaku menyimpang pada anak yang saat ini seringkali terjadi bisa diantisipasi dan anak-anak sebagai generasi penerus bisa memiliki karakter positif yang kuat untuk bekalnya di masa depan.

Ket : Tulisan ini dibuat pada tanggal 25 Januari 2015

Artikel Terkait

Menyambut Baik Direktorat Keayahbundaan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...