Menyambut Baik Peluncuran “KIP”

KIP merupakan Kartu Indonesia Pintar yang dijalankan sebagai awal untuk memulai program Indonesia Pintar. Program ini merupakan program unggulan dari presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan kualitas bangsa dan menyetarakan hak semua warga negara agar bisa mengenyam pendidikan. Tanpa harus memandang perbedaan suku, agama, dan kesenjangan sosial ekonomi.
Disinyalir dari berita “Pikiran Rakyat”, KIP mulai diluncurkan pada tanggal 3 November 2014. Untuk tahap awal, jangkauan KIP hanya akan menjangkau 152.434 siswa dari total target jangkauan sebanyak 24 juta anak usia sekolah di Indonesia. Sebagai proyek pencontohan, program KIP memilih 18 kabupaten/kota, diantaranya yaitu: Kabupaten Cirebon, Kota Bekasi, Kuningan, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Balikpapan, Kota Kupang, Kota Pemantang Siantar, Mamuju Utara, Kabupaten Jembrana, Pandeglang, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Tegal, dan Banyuwangi.
Dengan data yang digunakan untuk penyaluran KIP, yaitu mengambil dari data Bantuan Siswa Miskin (BSM). Hal ini tentunya bukan hanya sekedar data statistik, melainkan menurut Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), hal ini sebagai bentuk tindakan bagaimana mengubah kesengsaraan menjadi kesejahteraan. Rencana ke depannya bukan hanya siswa miskin yang akan dijangkau oleh program KIP, tetapi juga untuk kelompok rentan miskin. Saat ini, sudah dicetak sebanyak satu juta kartu, tetapi sebagai tahap awal hanya baru dibagikan sekitar 152.000 kartu saja.
Tentunya, sebagai salah seorang praktisi pendidikan, penulis sangat menyambut baik dengan diluncurkannya KIP tersebut. Mudah-mudahan saja tidak terjadi penyelewengan dari oknum yang terkait atau penyalurannya bisa tepat sasaran terhadap orang yang membutuhkannya. Karena, seperti halnya terjadi di Jakarta dengan program Kartu Jakarta Pintar (KJP), mengalami permasalahan yaitu salah sasaran, salah penggunaan, dan tidak tepat waktu.
Berdasarkan hasil pemantauan Indonesia Corruption Watch (ICW) terhadap program KJP, diketemukan 19,4% tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, agar permasalahan yang terjadi pada program KJP tidak terulang kembali pada program KIP yang baru saja telah diluncurkan. Perlu adanya pembimbingan khusus dari pemerintah dan pengawasan yang baik dari masyarakat. Sehingga, program KIP ini bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkannya tanpa pengecualian.
Bukan hanya penulis yang pastinya menyambut baik terhadap peluncuran KIP tersebut, akan tetapi segenap warga masyarakat, terutama warga yang tidak mampu atau miskin yang berharap banyak agar bisa menyekolahkan anak-anaknya secara gratis. Tanpa memikirkan beban biaya yang perlu dikeluarkan, seperti membeli seragam sekolah, buku pelajaran, dan perlengkapan lainnya.
Tentunya, masyarakat harus bersyukur dengan terpilihnya Jokowi sebagai presiden RI dan Anies Baswedan sebagai Mendikbud. Karena melalui kabinet kerja, meskipun baru saja diumumkan program KIP sudah langsung diluncurkan. Menurut Anies Baswedan, KIP juga diberlakukan untuk mengimbau kepada sekolah untuk menerima kembali anak yang tidak bersekolah. Selain itu, bagi anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan formal di sekolah, KIP juga berlaku untuk bisa mendapatkan pendidikan di balai-balai latihan kerja. Caranya sangat mudah cukup dengan menunjukkan KIP tersebut kepada pihak sekolah dan balai-balai latihan.
Sesungguhnya, apabila program KIP tersebut berjalan tepat pada sasaran. Pasti saja pemandangan yang sangat mengkhawatirkan tidak akan tampak lagi, seperti anak-anak mengemis dan mengamen di jalanan, padahal anak-anak lain yang seusianya sedang mengikuti pembelajaran di sekolah. Bukan hanya itu, anak yatim piatu dan anak difabel pun akan mendapatkan hak yang sama untuk bisa belajar kembali di sekolah apabila telah putus sekolahnya.
Harapannya, program KIP ini bisa segera diluncurkan ke berbagai pelosok di Indonesia, setelah dicontohkan terhadap 18 kabupaten/kota di atas. Agar semua warga masyarakat bisa dengan segera merasakan manfaat dari program KIP tersebut. Sehingga, masyarakat Indonesia benar-benar menjadi masyarakat yang pintar dan mampu berdaya saing seperti nama programnya “Indonesia Pintar”. Semoga...

Artikel Terkait

Menyambut Baik Peluncuran “KIP”
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...