NADI GURU BLOG

Menyoal Program Guru Garis Depan

Posted by Dede Taufik on Wednesday, 7 October 2015

Program Guru Garis Depan akan diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan guru di daerah terpencil. Pada tahap awal, sekitar delapan ratus guru direncanakan akan ditempatkan dan ditugaskan di daerah terpencil yang telah ditetapkan oleh pemerintah tersebut.
Tentunya, program itu akan menjadi cahaya penerang bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil karena bisa mendapatkan pemerataan pendidikan. Dalam hal ini, mencakup pemerataan kualitas guru sehingga kualitas pembelajaran tak akan jauh berbeda dengan kualitas pembelajaran yang ada di kota. Hanya saja, efektivitas penggunaan penunjang pembelajaran dilakukan seadanya yaitu memanfaatkan fasilitas yang ada.
            Oleh karena itu, Kemendikbud harus melakukan penyeleksian terhadap guru secara tepat. Artinya, setiap guru yang akan ditugaskan di daerah terpencil bukan hanya siap secara pengetahuan dan mental. Melainkan, harus memiliki keterampilan dalam memanfaatkan fasilitas yang ada, seperti membuat alat peraga dan menyediakan berbagai kebutuhan untuk menciptakan proses pembelajaran yang bermakna.
            Tak dapat dimungkiri, meskipun guru tersebut piawai menjalankan tugasnya sebagai guru di tengah-tengah perkotaan. Namun, setelah ditugaskan atau ditempatkan di daerah terpencil akan mendapatkan kesulitan dan kepiawaiannya sirna, akibat tidak bisa memanfaatkan fasilitas yang seadanya (tidak kreatif). Dengan demikian, seluruh guru yang akan dikirim ke daerah terpencil perlu mendapatkan pelatihan khusus.
Pelatihan yang dimaksud adalah untuk meningkatkan ketahanan mental dalam menghadapi segala situasi dan kondisi yang kerap terjadi. Selain itu, juga dilatihkan berbagai keterampilan dalam menyiapkan diri agar bisa memanfaatkan segala fasilitas yang ada di daerah terpencil tersebut.
            Menurut Mendikbud Anies Baswesan, Program Guru Garis Depan selaras dengan program nawacita yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menghadirkan sebuah negara. Dalam hal ini, negara akan melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warganya. Selain itu, Presiden Jokowi akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka negara kesatuan.
            Melalui Program Guru Garis Depan, diharapkan bisa menjadi jalan untuk menjadikan Indonesia Jaya. Pasalnya, saat ini Indonesia sedang diberikan anugerah besar berupa jumlah usia produktif yang lebih banyak dibandingkan dengan usia lanjut usia dan usia dini atau seringkali disebut sebagai bonus demografi. Bonus ini harus benar-benar dimanfaatkan agar tidak berbalik arah menjadi bencana bagi Indonesia.
            Menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas agar pada usia produktif bisa bersaing dengan kondisi yang semakin kompleks, tidak terlepas dari peran pendidikan. Bahkan, pendidikan menjadi faktor utama keberhasilan tersebut. Sehingga, melakukan pemerataan pendidikan dengan menyalurkan guru-guru ke daerah terpencil melalui Program Guru Garis Depan merupakan langkah yang tepat dan perlu mendapatkan apresiasi dari kita semua. 

Ket : Tulisan ini dibuat pada tanggal 20 Mei 2015

Previous
« Prev Post

Related Posts

21:18:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!