NADI GURU BLOG

Menyoal “Tanggal 14 Februari” Bagi Pendidikan

Posted by Dede Taufik on Wednesday, 7 October 2015

Tulisan berjudul “Memaknai Hari Valentine” pada Forum Guru (Pikiran Rakyat, 12/02/2015) yang ditulis oleh Abdul Wahid, guru SMK Profita Bandung, menarik untuk disimak kembali. Dalam artikel tersebut, kalimat yang dijadikan sebagai pendahulu adalah “Tanggal 14 Februari ini adalah hari yang ditunggu oleh sebagian remaja dan anak muda di tanah air dan di seluruh dunia”. Alasannya, karena pada tanggal itu dianggap sebagai Hari Valentine atau kasih sayang. Lalu, pernahkan terpikir bahwa di “tanggal 14 Februari” terdapat hari peringatan perjuangan pahlawan Indonesia?
Kenyataan yang terjadi, masyarakat lebih mengetahui jika pada tanggal itu merupakan hari Valentine, terutama bagi kalangan remaja dan anak muda. Padahal, sebagai warga negara Indonesia sebenarnya harus mengetahui bahwa pada tanggal yang sama merupakan Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA). PETA adalah kesatuan militer yang dibentuk Jepang dalam masa pendudukan Jepang di Indonesia.
Kemudian, pada tanggal 14 Februari 1945, pasukan PETA di bawah pimpinan Supriadi, melakukan pemberontakan di Blitar yang dikenal dengan nama “Pemberontakan Peta Blitar. Pasukan ini memberikan sumbangsih yang sangat besar dan memiliki peranan penting dalam masa perang kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai “Hari Peringatan PETA”.
Dengan begitu, untuk memberikan penyadaran kepada mereka tidak terlepas dari peran pendidikan. Pendidikan harus berupaya melalui guru-guru di setiap sekolah, untuk memberikan penjelasan kepada semua siswa. Bahwa, setiap tanggal 14 Februari merupakan “Hari Peringatan PETA”. Hal ini penting, mengingat siswa yang saat ini sedang duduk di bangku pendidikan dasar (SD) dan pendidikan menengah (SMP dan SMA) akan menjadi generasi penerus di masa mendatang.
Populernya peringatan Valentine di mata remaja dan anak muda, tidak terlepas dari peran media informasi berupa televisi dan surat kabar. Pada awal Februari, seringkali tayangan-tayangan romantis yang menceritakan tentang kisah Valentine sudah mulai dipublikasikan. Dan hampir di semua channel televisi yang ada di Jawa Barat, pada tanggal 14 Februari selalu menayangkannya.
Hal tersebut, tentunya menjadi kepentingan tersendiri untuk mendapatkan keuntungan yang lebih sebagai sebuah perusahaan profit dengan memanfaatkan momentum Valentine. Pastinya, sebagai seseorang yang pernah merasakan muda, perilaku romantis dari pasangan (pacar) merupakan hal yang diinginkan. Sehingga, hal tersebut bisa dikatakan wajar apabila tidak bertentangan dengan norma hukum dan agama.
Namun, sehubungan dengan lupanya akan memperingati jasa-jasa pahlawan, terutama pahlawan PETA. Tentunya, harus diberikan penjelasan agar mereka bisa menyadari betapa pentingnya mengingat jasa para pahlawan. Memberikan penyadaran, memanglah tidak mudah bagi guru karena pandangan akan Valentine telah mendarah daging di pikiran masyarakat.
Akan tetapi, hal itu tetaplah harus dilakukan untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Hal ini seperti yang telah diungkapkan oleh Soekarno, mantan presiden Republik Indonesia yang pertama. Beliau menyebutkan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya”.
Penulis berharap, ke depannya para remaja dan anak muda bisa menganggap kalau tanggal 14 Februari bukanlah hari Valentine semata. Melainkan, menganggap pula sebagai hari PETA sehingga mereka bisa memadukan peringatan antara hari Valentine dengan hari PETA dengan penuh rasa kasih sayang dan cinta terhadap tanah air Indonesia. Sampai akhirnya, mereka menyadari bahwa tanah air ini adalah milik kita yang harus dijaga melalui perilaku yang bermakna dan menghindarkan diri dari berbagai kenakalan remaja yang selama ini mengkhawatirkan. Semoga... 

Previous
« Prev Post

Related Posts

21:20:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!