NADI GURU BLOG

Pemanfaatan Peta Pikiran dalam Proses Pembelajaran

Posted by Dede Taufik on Tuesday, 6 October 2015

Dalam proses pembelajaran di sekolah tidak terlepas dari kegiatan mencatat atau menulis. Berbagai cara yang dilakukan oleh guru maupun peserta didik untuk mencatat hal-hal penting, berkaitan dengan materi yang diajarkan. Tentunya, kegiatan mencatat tersebut harus efektif agar mudah untuk dipahami. Salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengefektifkan kegiatan mencatat adalah menggunakan metode Peta Pikiran.
Menurut Tonny dan Bary Buzan (2004) , Peta Pikiran (Mind Mapping) merupakan teknik yang paling baik dalam membantu proses berfikir otak secara teratur karena menggunakan teknik grafis yang berasal dari pemikiran manusia yang bermanfaat untuk menyediakan kunci-kunci universal sehingga membuka potensi otak. Teknik ini dianggap baik karena mengoptimalkan seluruh kemampuan otak, baik otak kiri maupun otak kanan sehingga catatan yang dihasilkan lebih bermakna.
Pembuatan Peta Pikiran ini disarankan menggunakan alat tulis (pulpen atau spidol) berwarna. Adapun panduan membuat Peta Pikiran yang dikemukakan oleh De Porter yaitu meliputi sepuluh langkah. Pertama, tulis gagasan utama di tengah-tengah kertas dan lingkupi dengan lingkaran, persegi, atau bentuk lain. Kedua, tambahkan sebuah cabang dari pusatnya untuk tiap-tiap poin kunci dan gunakan pulpen warna-warni. Ketiga, tulislah kata kunci pada tiap-tiap cabang, kembangkan untuk menambahkan detail-detail. Keempat, tambahkan simbol dan ilustrasi. Kelima, Gunakan huruf kapital. Keenam, tulislah gagasan-gagasan penting dengan huruf-huruf lebih besar. Ketujuh, hidupkanlah peta pikiran dengan hal-hal yang berhubungan dengan pembuatnya. Kedelapan, bersikaplah kreatif dan berani. Kesembilan, gunakan bentuk-bentuk acak untuk menunjukkan poin-poin atau gagasan-gagasan. Dan kesepuluh, buatlah peta pikiran secara horizontal untuk memperbesar ruang untuk penambahan gagasan.
Sementara manfaat yang bisa diperoleh dari penggunaan metode mencatat Peta Pikiran, menurut De Porter (1999) adalah bersifat fleksibel, dapat memusatkan perhatian, meningkatkan pemahaman, dan menyenangkan. Fleksibel (luwes), artinya mudah dan cepat menyesuaikan diri dengan kondisi dan keadaan yang tiba-tiba terjadi. Hal tersebut tentunya bisa mempermudah guru dalam menyampaikan materi ajar dan peserta didik dalam mengingat kembali suatu materi pembelajaran karena tidak terikat oleh aturan baku yang bisa membuat kaku.
Memusatkan perhatian peserta didik, hal ini dapat dilakukan melalui penggunaan alat tulis warna (pulpen dan spidol). Dengan tulisan yang berwarna dilengkapi gambar, bisa membuat mata peserta didik terfokus pada tulisan di papan tulis apalagi bagi mereka yang memiliki gaya belajar Visual (penglihatan). Peserta didik yang memiliki gaya belajar visual akan lebih merasa terbantu oleh penggunaan warna ini karena ada penekanan, misalnya warna merah untuk penulisan judul, warna biru untuk penulisan pengertian, dan warna hitam untuk penjelasan materi.
Mencatat melalui metode Peta Pikiran, bisa meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan oleh guru karena seorang guru akan memberikan tinjauan ulang yang inti pembelajarannya mudah dipahami sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, penggunaan Peta Pikiran juga dapat menyenangkan. Peserta didik akan merasa senang jika tampilan penulisan di papan tulis terlihat menarik, misalnya dalam pengajaran materi tentang tumbuhan. Materi ini, melalui metode Peta Pikiran bisa lebih menyenangkan karena catatan bisa dibentuk menyerupai gambar tumbuhan. Hal ini tentunya juga mampu merangsang imajinasi peserta didik untuk membayangkan tumbuhan dalam pikirannya.
Pemanfaatan Peta Pikiran juga bisa didukung oleh penggunaan metode lain agar proses pembelajaran bisa lebih efektif, misalnya menggunakan metode cornell. Mencatat metode cornell, yaitu dengan melakukan pembagian dalam buku catatan kita menjadi dua bagian. Kolom yang pertama lebih besar, untuk digunakan mencatat materi pelajaran secara umum, sementara kolom yang kedua relatif lebih kecil digunakan untuk mencatat hal-hal yang bersifat khusus seperti mencatat rumus-rumus penting dan menuliskan bagian materi yang sulit dipahami.
Sebagai seorang guru yang profesional, tentunya akan mempertimbangkan dan mencoba untuk menggunakan metode mencatat Peta Pikiran dalam proses pembelajaran di sekolahnya. Diharapkan dengan penggunaan metode ini, proses pembelajaran di sekolah bisa lebih menyenangkan sehingga hasil yang diperoleh peserta didik memuaskan dan mampu menjadi peserta didik yang berprestasi. Semoga…

Ket : Tulisan ini dibuat pada tanggal 21 November 2014

Previous
« Prev Post

Related Posts

23:03:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!