Realisasi Ujian Nasional Online

loading...
loading...
Ujian Nasional tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa, akan tetapi sebagai alat ukur untuk memeratakan pendidikan. Hal tersebut dijelaskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, yang menyatakan bahwa lulus atau tidaknya seorang siswa akan dinilai oleh sekolah. Oleh karena itu, sekolah diharapkan berperilaku jujur dalam menjalankan Ujian Nasional agar terwujud Sumber Daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional seperti isu yang berkembang pada pelaksanaan Ujian Nasional sebelumnya, pemerintah akan merealisasikan sistem semi-daring (online). Sistem semi-daring akan dilakukan dengan menggunakan server lokal, namun datanya tetap disinkronkan dan pelaksanaannya fleksibel. Artinya, tidak harus menunggu jadwal Ujian Nasional secara bersamaan dengan sekolah yang lain, tetapi bisa dilakukan bagi sekolah yang sudah siap melakukannya.
Ujian Nasional secara online akan direalisasikan pada tahun 2015 secara bertahap. Hal ini dengan mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur (komputer) yang masih terbatas di setiap sekolah di Indonesia. Dengan begitu, dinas pendidikan kabupaten/kota terlebih dahulu melakukan verifikasi terhadap sekolah yang siap untuk menjalankan secara online dan kemudian dijadikan sebagai sekolah perintisan.
Menurut Mustaghfirin Amin, selaku Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, syarat agar sekolah bisa menyelenggarakan Ujian Nasional dengan sistem online adalah harus memiliki jumlah komputer yang memadai, yaitu satu komputer berbanding dengan tiga siswa. Hal ini, agar dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan efektif dan tidak menghabiskan waktu yang lama. Dengan demikian, bagi sekolah yang akan dijadikan sebagai target pelaksanaan sistem Ujian Nasional online, yaitu sekitar 862 sekolah pada jenjang pendidikan menengah dan sekitar 2.197 pada sekolah menengah kejuruan, harus benar-benar dilihat kesiapannya.
Apabila Ujian Nasional secara online telah direalisasikan secara menyeluruh di setiap sekolah. Tentunya akan menjadi tantangan bagi guru, khususnya bagi guru yang berada di daerah pedesaan. Pasalnya, tidak dimungkiri meskipun saat ini merupakan era teknologi, masih banyak guru-guru yang belum menguasai teknologi, termasuk dalam mengoperasikan komputer. Oleh karena itu, bagi guru yang belum menguasai komputer, harus sudah memulai untuk belajar dari sekarang karena nanti sangat diperlukan untuk membimbing siswa. Apabila gurunya tidak bisa mengoperasikan komputer, bagaimana nanti jika memberikan bimbingan dan pengarahan kepada siswa.
Sebagai guru, penulis menyambut baik pelaksanaan Ujian Nasional dengan menggunakan sistem online. Manfaatnya, bukan hanya pada hasil ujian yang didapatkan siswa dengan nilai kejujuran, melainkan guru pun akan ikut termotivasi untuk terus belajar dalam mengoperasikan komputer. Sehingga, tidak ada lagi ditemukan guru yang gagap terhadap perkembangan teknologi.
Harapannya, pelaksanaan Ujian Nasional secara online bisa segera direalisasikan juga di sekolah yang lain. Mudah-mudahan, dengan anggaran biaya yang sangat besar dari APBNP 2015 untuk pendidikan, bisa digunakan sesuai dengan fungsinya tanpa terpangkas oleh kepentingan-kepentingan yang menyimpang di tengah jalan. Pasalnya, pendidikan adalah jantung bagi hidup atau tidaknya suatu negara. Jika pendidikan dikhianati, maka dengan sengaja sedang merusak generasi bangsa dan menghancurkan masa depan suatu negara.

Ket : Tulisan ini dibuat pada tanggal 30 Januari 2015 
loading...

Artikel Terkait

Realisasi Ujian Nasional Online
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!