Realisasi Wajar 12 Tahun Jabar Terancam

loading...
loading...
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Denny Juanda, dunia pendidikan Jawa Barat (Jabar) sedang mengalami darurat. Hal ini berdasarkan Angka Partisipasi Kasar (APK), hanya 49 persen dari lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah atas (SMA/SMK). Ini berarti, bisa menjadi ancaman serius bagi daerah Jabar dalam merealisasikan Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah Jabar meresponnya dengan cara melakukan pemetaan sekolah di berbagai daerah. Sebagaimana dikatakan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, pihaknya akan segera melakukan pemetaan SMA/SMK seiring dengan akan dilakukan pembangunan sekolah.
Rencananya, pembangunan sekolah akan dilakukan mulai 2016 dan bisa dimanfaatkan pada 2017. Hal itu berarti, selama dua tahun dari sekarang banyak dari lulusan SMP yang darurat melanjutkan pendidikan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan mereka turun ke jalan untuk mencari uang sebagai anak jalanan (anjal).
Seperti dilansir dari salah satu media massa (Galamedia, 25/3/2015), Dinas Pendidikan Kota Bandung mencatat 80 persen anjal adalah anak putus sekolah. Alasannya, anjal memilih hidup di jalanan karena bisa mendapatkan uang dengan mudah tanpa harus bekerja. Tentunya, permasalahan ini harus menjadi perhatian bersama secara serius antara pemerintah dan masyarakat.
Berdasarkan alasan anjal mengapa memilih hidup di jalanan, dikhawatirkan bisa memengaruhi anak-anak lainnya terutama dari keluarga tidak mampu. Apalagi, saat ini harga-harga kebutuhan pokok masyarakat semakin melambung tinggi. Tidak dimungkiri, mengakibatkan anak dari keluarga tidak mampu (masyarakat kecil) memilih bergabung menjadi anjal untuk membantu meringankan beban hidup kedua orangtuanya.
Hal ini, tak boleh dibiarkan untuk terjadi. Pasalnya, seluruh anjal merupakan generasi bangsa yang perlu dibina dan diperhatikan masa depannya. Sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945, bahwa pemerintah berkewajiban untuk memenuhi hak berpendidikan bagi setiap warganya.
Dengan begitu, Gubernur Jabar bertekad untuk meningkatkan APK di tingkat SMA/SMK. Tekadnya, akan diawali dengan terlebih dahulu merancang sekolah gratis dan apabila harus bayar pasti biayanya murah. Tekad tersebut telah mendapatkan dukungan dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan.
Secara pribadi, agar program Wajar 12 Tahun berjalan lancar dan mampu mencapai target 95 persen APK di Jabar. Sebaiknya, biaya pendidikannya digratiskan guna memperingan beban masyarakat kecil. Hal ini juga, sebagaimana telah dijanjikan oleh pasangan Aher-Deddy dalam kampanye politik untuk menggratiskan biaya pendidikan hingga SMA/SMK.
Dengan digratiskannya biaya pendidikan hingga SMA/SMK, diharapkan bisa menjadi solusi kedaruratan pendidikan di Jabar. Selain itu, bisa mengurangi jumlah anjal yang mengadukan nasib di jalanan dan menariknya kembali untuk melanjutkan pendidikan formal. Sehingga, pada masa mendatang daerah Jabar bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya, terutama dalam hal peningkatan kualitas pendidikan. Semoga

Ket : Tulisan ini dibuat pada tanggal 25 Maret 2015
loading...

Artikel Terkait

Realisasi Wajar 12 Tahun Jabar Terancam
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!