NADI GURU BLOG

Antara UN dan MEA

Posted by Dede Taufik on Thursday, 5 November 2015

MEA merupakan akronim dari Masyarakat Ekonomi Asean. Pada era ini, semua pasar tenaga kerja bebas melintas di negara-negara Asean. Untuk menyambut kedatangan MEA sebagai peluang, tentunya harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Menjadi SDM yang berkualitas, pastinya tidak semudah membalikkan telapak tangan tetapi melalui proses perjuangan dan pengujian. Bagi peserta didik yang sekarang duduk di kelas 12 SMA, 9 SMP, dan 6 SD, ujian yang paling dekat adalah Ujian Nasional (UN).
Hal ini seperti yang dilansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ari Santoso selaku Plt. Pusat dan Humas Kemendikbud mengatakan, guna menghadapi MEA para siswa harus siap menghadapi berbagai ujian termasuk UN. Meskipun, fungsi UN pada tahun sekarang tidak lagi menjadi penentu kelulusan, tetap saja tidak boleh diremehkan oleh peserta didik.
Apabila peserta didik bisa menyelesaikan UN dengan baik, tanpa ada unsur kecurangan di dalamnya. Menjadi cerminan, bahwa nanti ke depannya akan bisa menghadapi MEA sebagai peluang untuk menunjukkan eksistensinya. Dalam hal ini, pihak sekolah harus memberikan kebebasan bagi semua peserta didiknya untuk mengerjakan soal UN dengan jujur. Agar hasil atau nilai yang didapatkan, benar-benar berdasarkan perjuangan dirinya sendiri.
Khusus untuk kelas 12 SMA, yang nantinya berkeinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Mulai dari sekarang disarankan sudah memiliki peminatan terhadap jurusan yang akan diambil. Hal ini penting, sebab memilih jurusan tidak boleh asal-asalan tetapi harus berdasarkan kemampuan dan potensi diri. Sebagai gambaran, saat ini telah banyak lulusan sarjana dan tidak semuanya bisa bekerja. Gambaran tersebut, bisa diartikan karena ketika masuk ke perguruan tinggi tidak sesuai dengan potensinya. Sehingga pada saat kuliah dalam menimba ilmunya tidak secara sungguh-sungguh dan ketika lulus, potensinya tidak tergali dengan maksimal.
Dengan begitu, potensi yang kita miliki adalah sebuah modal yang perlu dilatih dan dikembangkan sebagai persiapan untuk menghadapi MEA. Tanpa modal yang kuat, niscaya kita tidak akan bisa bersaing dengan bangsa dari negara lain dan MEA bukan menjadi peluang, melainkan bisa menjadi ancaman. Ancaman yang bisa menjadikan diri kita sebagai penonton kesuksesan bangsa lain di negara kita sendiri.
Tentunya, hal demikian tidaklah kita inginkan untuk terjadi secara kenyataan. Oleh karena itu, perlu ada upaya pencegahan yang akan menggambarkan karakteristik bangsa kita ke depannya. Salah satu caranya dengan menjujurkan peserta didik dalam pelaksaan UN. Berawal dari kejujuran, diharapkan penggapaian kesuksesan hidup terutama dalam menghadapi MEA bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Semoga...

Ket : Tulisan ini dibuat pada Feb 2015 

Previous
« Prev Post

Related Posts

08:59:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!