Ciptakan Pembelajaran yang Gembira

loading...
loading...
Belajar
Ilustrasi Belajar dengan Gembira
Hati yang gembira, membuat kita merasa nyaman. Hasrat untuk melakukan sesuatu timbul dengan keikhlasan, tanpa ada tekanan yang membebani. Begitu pula dengan siswa dalam menyerap ilmu pengetahuan dari guru. Kegembiraan, bisa menumbuhkan motivasi baginya untuk mengikuti pembelajaran di sekolah.
Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, membuat sekolah menjadi tempat yang menyenangkan (menggembirakan) harus menjadi visi jajaran pendidik di Tanah Air. Alasannya, situasi pembelajaran yang menyenangkan bisa mengakibatkan siswa ketagihan untuk belajar. Berbeda dengan situasi yang tertekan, siswa akan mengalami ketegangan, stres, dan menganggap bahwa sekolah sebagai tempat yang membebani hidupnya.
Bermain, sebuah perilaku yang tak dapat dipisahkan dari karakter siswa. Sekolah yang penuh tekanan, dianggapnya telah merampas haknya untuk bermain. Maka dari itu, Mendikbud menyuruh kepada guru untuk mengembalikan suasana sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa.
Sebagaimana, konsep pendidikan terdahulu yang telah dicetuskan oleh Bapak pendidikan nasional, Raden Mas Soewardi Soeryaningrat atau dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara. Dalam bukunya, filosofi yang digunakan sebagai nama sekolahnya yaitu Taman Siswa. Artinya, sekolah dipandang sebagai suatu tempat yang menyenangkan dan penuh kebahagiaan.
Kekerasan fisik, pelecehan s3ksual, dan pembullyan diantara warga sekolah tidak pernah terjadi. Konsep pendidikan disusun dengan sistem kekeluargaan. Dimana seorang guru, bertindak sebagai orangtua kedua bagi siswanya. Selalu memerhatikan perkembangan siswa dengan penuh kasih sayang dan kecintaan. Pelayanan yang diberikan oleh guru, sifatnya tak terbatas yaitu 24 jam penuh.
Dalam proses pembelajaran yang menggembirakan, siswa diberi kebebasan untuk berkreasi dan berinovasi sesuai dengan potensinya. Seluruh potensi siswa secara sendirinya, akan muncul tanpa dilakukan pemaksaan dan penekanan. Tidak menutup kemungkinan, akan muncul benih-benih kreasi dan inovasi baru dari siswa tersebut. Yang selama ini, masih belum terungkap dan belum ada seorang ahli yang mendalaminya. Dan dia bisa menjadi salah satu ahli dalam bidang yang baru.
Pendidikan yang baik, yaitu pendidikan yang berdasarkan pada pengembangan minat dan potensi siswa. Bukan terjadi sebaliknya, dimana guru yang memaksakan kepada siswa untuk mengikuti pembelajaran sesuai dengan kemampuan gurunya. Meskipun tak dapat disalahkan, karena kemampuan guru merupakan kekuatan besar untuk menjalankan profesinya dengan baik.
Beruntunglah, bagi sekolah yang telah memiliki tenaga pendidik yang profesional dan berkualitas. Dalam artian, tidak hanya sebatas ditunjukan oleh sertifikat pendidik sebagai syarat mendapatkan tunjangan sertifikasi. Melainkan, dibuktikan dengan loyalitas kerja yang nyata untuk mengantarkan seluruh siswanya mengembangkan minat sesuai dengan potensinya masing-masing.
Sesungguhnya, setiap siswa telah dianugerahi berbagai potensi diri oleh Alloh SWT. Tetapi, hal itu tidak akan muncul dengan maksimal apabila siswa tertekan dan stres. Salah satu upaya yang bisa dilakukan, sekolah harus menjadi ruang kebebasan bagi siswa. Ruang yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk mengembangkan potensi dirinya.
Tentunya, ruang itu harus menggembirakan. Di dalamnya tidak ada kekerasan, tetapi saling bahu membahu. Antara guru dan siswa, maupun siswa dan siswa itu sendiri saling memberikan motivasi. Tidak ada yang saling menjatuhkan dan merendahkan, karena semuanya sama adalah sebagai keluarga yang utuh. Sehingga, masa depan telah diyakini akan diraih dengan penuh kebahagiaan dan kesuksesan. 
Ket : Tulisan ini dibuat pada Maret 2015
loading...

Artikel Terkait

Ciptakan Pembelajaran yang Gembira
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!