Ciptakan Pendidikan Orangtua

Orangtua berperan penting dalam menciptakan karakter putra-putrinya, baik itu karakter positif maupun negatif. Kurangnya pengetahuan orangtua tentang cara mendidik, biasanya memilih untuk meniru gaya mendidik dari orangtua mereka sendiri secara turun-temurun. Meskipun, tidak sedikit yang tidak sesuai dengan perkembangan anak seperti yang diharapkan.
Dalam ucapan misalnya, seringkali ditemukan orang tua yang menyebut anaknya ketika masih kecil dengan sebutan dasar anak nakal, anak yang susah diatur, dll. Perkataan yang diucapkan oleh mereka terserap langsung dalam pikiran anak. Sampai akhirnya, apa yang diucapkan oleh mereka pada saat itu terbukti ketika sudah dew@sa menjadi anak nakal dan susah diatur.
Menurut Comenius (1592-1670), seorang ahli didaktik yang terbesar, dalam didaktika magna, mengemukakan betapa pentingnya pendidikan keluarga bagi anak-anak yang sedang berkembang. Dalam uraian tentang tingkatan-tingkatan sekolah yang dilalui oleh anak sampai mencapai tingkat kedewas@annya. Dalam bukunya ia menegaskan bahwa tingkat permulaan bagi pendidikan anak-anak dilakukan didalam keluarga yang disebut Scola Materna (Sekolah Ibu).
Sebagai orangtua, memiliki anak yang tumbuh menjadi seseorang yang cerdas dan berakhlak merupakan harapan besar. Namun, dalam proses memberikan pendidikan kepada anak terkadang menyimpang dari apa yang diharapkan tersebut. Sehingga, penulis berharap di kemudian hari bisa tercipta sebuah pendidikan, baik itu pendidikan formal maupun nonformal yang diperuntukan bagi orangtua.
Beberapa alasan mengapa perlu diciptakannya pendidikan bagi orangtua. Pertama, orangtua merupakan pendidik pertama dan utama. Kedua, orangtua sebenarnya membutuhkan pengetahuan tentang cara mendidik anak dengan baik dan benar. Ketiga, masa depan semakin kompleks sehingga anak harus dibekali oleh pendidikan keluarga yang tepat, jangan sampai terjerumus dalam kenakalan remaja.
Menurut penulis, pendidikan orangtua sangat penting untuk diciptakan. Hal ini untuk mewujudkan masa depan anak yang berkualitas. Setidaknya, orangtua bisa mendapatkan gambaran tentang bagaimana cara mendidik anak yang tepat. Tentunya, hal tersebut tidaklah mudah karena bisa berbenturan dengan hak asasi orangtua, yang memiliki cara tersendiri dalam mendidik anak.
Setiap orangtua memiliki prinsip yang berbeda dalam mendidik putra-putrinya. Namun, mengingat tak sedikit orangtua yang telah gagal menciptakan putra-putrinya menjadi seseorang yang cerdas secara pengetahuan dan memiliki akhlak mulia. Banyaknya kasus kenakalan remaja dan perilaku s3ks bebas, menjadi sesuatu hal yang layak untuk dipertimbangkan.
Tindakan atau prestasi yang diraih oleh anak, seringkali membawa nama orangtuanya. Apabila tindakan atau prestasinya baik, maka nama orangtuanya pun akan terbawa baik. Begitu juga sebaliknya, apabila tindakan atau prestasi yang diraih oleh anak tersebut adalah jelek, menjadi sesuatu hal yang seringkali terjadi munculnya ucapan dari orang lain bahwa itu merupakan kegagalan daripada didikan orangtuanya.
Dengan demikian, terciptanya pendidikan bagi orangtua diharapkan bisa memberikan penyadaran bagi orangtua itu sendiri terhadap besarnya pengaruh yang diberikan untuk putra-putrinya di masa depan. Potret pendidikan yang saat ini dilakukan dalam keluarga ketika anak masih kecil, merupakan potret perilaku anak di masa depan setelah mereka beranjak dew@sa. Mudah-mudahan, kelak anak kita sebagai generasi penerus bisa menjadi seseorang yang berguna hidupnya untuk nusa dan bangsa, serta membahagiakan orangtua. Amin...

Ket : Tulisan ini dibuat pada Feb 2015

Artikel Terkait

Ciptakan Pendidikan Orangtua
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...