Gawai Picu Kesulitan Belajar

gadget
NadiGuru-Salah satu hasil perkembangan Ilmu pengetahuan dan Tekhnologi (IPTEK) masa kini adalah gawai (gadget). Saat ini keberadaan gawai hampir tak bisa lepas dari pelajar, baik itu pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai mahasiswa di Perguruan Tinggi (PT). Tak bisa dipungkiri lagi dengan semakin canggihnya gawai tersebut, semakin erat berada di tangan para pelajar, entah untuk update status dan berkomunikasi di media sosial ataupun untuk asyik bermain game.
Kegilaan terhadap gawai ini bukan hanya berdampak pada fisik, tetapi memicu peserta didik kesulitan dalam belajar. Menurut Noneng Nawangsih, dari Fakultas Kedokteran Universitas Achmad Yani (Unjani), kesulitan belajar bagi generasi pelajar mestinya bisa dideteksi secara dini. Agar anak-anak masuk ke dunia perkuliahan, tanpa harus putus studi karena kesulitan belajar bisa diantisipasi di sekolah. Oleh karena itu, sebagai bentuk tanggung jawab dan kepeduliannya terhadap pendidikan, Fakultas Kedokteran Unjani menghimpun pengajar untuk membagi pengetahuan dalam mendeteksi kesulitan belajar siswa.  
Permasalahan belajar pada peserta didik ditunjukkan dengan timbulnya hambatan yang bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis. Bentuk kesulitan belajar yang bisa muncul diantaranya, learning disorder, learning disfunction, underachiever, slow learner, dan learning disabilitas. Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental, gangguan alat indra, atau gangguan psikologis lainnya.  
Sementara, Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama. Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar, sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya. 
Ani Diana Mulyati, salah satu pengajar di SMA Al-Irsyad Satya, mengatakan pernah menangani siswa yang kesulitan belajar gara-gara gawai. Peserta didik tersebut tidak bisa fokus dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Ternyata peserta didik tersebut bermain games online di telefon genggam dan hal itu membuat pola tidur berubah dan belajar menjadi tidak konsentrasi. 
Sesungguhnya, apabila gawai yang canggih itu dimanfaatkan untuk kepentingan belajar. Hasil yang akan diperoleh peserta didik jauh lebih baik dari sebelumnya. Apalagi dalam kurikulum 2013, sumber belajar tidak hanya terpusat dari guru semata melainkan dari berbagai sumber, termasuk dari internet. Mengapa tidak, gawai yang dimiliki peserta didik kebanyakannya lebih bagus dan lebih canggih dari gawai yang dimiliki oleh guru. 
Hanya saja agar gawai tidak menjadi pemicu kesulitan belajar peserta didik, perlu adanya bimbingan dan pantauan dari orangtua maupun guru. Untuk memberikan bimbingan, tentunya orangtua terlebih dahulu harus mengetahui dan menguasai tekhnologi, terutama fitur-fitur yang terdapat pada gawai milik anaknya. Dengan mengetahuinya, barulah bisa mengecek tentang apa saja yang bisa menimbulkan kecanduan gawai sehingga mengganggu proses belajar.  
Begitu pula dengan guru, apabila siswa mengalami kesulitan belajar. Seorang guru harus mampu berkomunikasi dengan peserta didik, agar mereka terbuka mengemukakan berbagai kesulitan yang sedang dihadapi. Sehingga guru bisa membantu peserta didik untuk keluar dari kesulitan belajar tersebut. 
Dengan adanya bimbingan dan pantauan dari orangtua dan guru. Diharapkan keberadaan gawai di tangan pelajar bisa menjadi hal yang positif untuk dipergunakannya sebagai penunjang proses pembelajaran. Bukan malah sebaliknya, menjadi pemicu munculnya kesulitan belajar.
Ket : Tulisan ini dibuat pada Oktober 2014 

Artikel Terkait

Gawai Picu Kesulitan Belajar
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...