NADI GURU BLOG

Gizi Baik, Prestasi Siswa Baik

Posted by Dede Taufik on Saturday, 14 November 2015

gizi
NadiGuru-Setiap tanggal 28 Februari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia. Tujuannya agar warga Indonesia memahami betapa pentingnya gizi sebagai suatu kebutuhan, terutama bagi siswa di sekolah. Tentunya, hari gizi itu bukanlah bentuk peringatan semata melainkan harus direalisasikan dengan bentuk pemenuhan gizi.
Tidak bisa dimungkiri, apabila saat ini masih banyak orangtua yang mengesampingkan soal pemenuhan gizi bagi anaknya. Masalah kekurangan gizi, tidak hanya menimpa sejumlah siswa di daerah terisolir. Melainkan, tidak menutup kemungkinan terjadi pula di daerah perkotaan. 

Di daerah terisolir maupun perkotaan, faktor ekonomi orang tua menjadi penyebab utama. Tingkat ekonomi yang sangat rendah, menjadi alasan bagi mereka untuk tidak menyediakan makanan bergizi bagi keluarga. Jangankan untuk menyediakan makanan bergizi, kebutuhan pokok pun hanya tersedia dengan ala kadarnya (seadanya).  
Selain itu, kesibukan orangtua turut serta memengaruhi perilaku makan siswa yang tidak teratur seperti kebiasaan memakan makanan serba instan. Membekali uang jajan lebih, seringkali menjadi pilihan orangtua dengan membiarkan anaknya sarapan dan makan siang di luar. Tanpa diperhatikan, apakah makanan yang mereka makan tersebut mengandung gizi yang baik untuk perkembangan anaknya atau tidak. Padahal, asupan gizi yang baik adalah salah satu faktor penentu tercapainya prestasi siswa di sekolah.
Hal ini menjadi perhatian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), untuk menjalankan sebuah program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS). Program tersebut, sebagai bentuk gerakan penyadaran terhadap pentingnya pemenuhan gizi bagi siswa agar prestasinya bisa membaik.  
Hamid Muhammad, selaku Ptl. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) mengatakan, layanan kesehatan dan gizi merupakan aspek penting dalam mendukung perkembangan anak usia dini. Sehingga ide dan inisiatif dari program PMTAS, yang dituangkan oleh Kemendikbud layak untuk di apresiasi oleh kita semua terutama para orangtua siswa.
Di sekitar lingkungan sekolah, jenis makanan yang seringkali ditemukan adalah jenis gorengan, rasanya pedas, dan berminyak, serta kebersihannya kurang terjamin. Hal ini tentunya, sangat jauh untuk bisa dikategorikan ke dalam makanan bergizi. Pasalnya, makanan bergizi setidaknya harus memiliki kandungan protein, karbohidrat, dan berserat.  
Salah satu upaya yang ditawarkan oleh penulis, agar dapat memberikan asupan gizi kepada siswa di sekolah adalah membentuk kantin sehat. Dalam hal ini, segala jenis makanan yang dijual di kantin tersebut harus mengandung gizi yang baik. Didukung pula oleh keadaan lingkungan sekitar kantin yang bersih, serta penjualnya selalu mementingkan aspek kesehatan bagi pembelinya.  
Penulis berharap, melalui terbentuknya kantin sehat di sekolah. Bisa berdampak besar terhadap pemberian asupan gizi yang baik bagi siswa. Dengan begitu, otak seluruh siswa akan berkembang baik secara maksimal. Sehingga, mampu meraih prestasi di bidang akademik maupun non-akademik secara sehat jasmani dan rohani. Semoga...

Ket : Tulisan ini dibuat pada Februari 2015

Previous
« Prev Post

Related Posts

23:25:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!