NADI GURU BLOG

Keterlibatan Guru Dalam Pilkada

Posted by Dede Taufik on Monday, 16 November 2015

pilkada
Ilustrasi Pilkada
NadiGuru-Menurut Almas Sjafrina, salah seorang peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), jika salah satu masalah dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) adalah politisasi terhadap guru.  Guru sering dijanjikan akan dipindahkan ke Dinas Pendidikan jika mendukung calon tertentu. Oleh karena itu, ICW bersama aktivis bidang pendidikan meminta kepada pemerintah untuk mencegah keterlibatan guru selama proses pilkada.
Pada umumnya, praktik ini dilakukan para calon petahana. Menurut penilaian Almas, para guru di daerah (pedesaan) sering dijadikan sebagai objek untuk kepentingan politik. Mereka selalu dimanfaatkan sebagai mesin pemenangan calon kepala daerah. Hal ini dikarenakan ruang lingkup guru sangat dekat pada kehidupan masyarakat dan merupakan tokoh masyarakat yang dijadikan sebagai panutan.  

Contoh daerah yang dijadikan sampelnya adalah Kabupaten Pan deglang, Banten. Wi layah itu sering kali dijadikan pembuangan bagi guru berstatus pegawai negeri yang tidak mendukung pemenang pemilih. ICW menghimbau kepada pemerintah agar dapat mengantisipasi hal tersebut, khususnya menjelang pilkada serentak pada 9 Desember mendatang.  
Untuk itu, pemerintah diharapkan agar membuat surat edaran kepada daerah-daerah yang menyelenggarakan pemilihan agar tidak melibatkan guru dalam proses kampanye. Selain itu, pemerintah juga perlu membuat mekanisme pengaduan bagi guru-guru yang dipaksa terlibat dalam proses pemenangan. Misalnya, posko yang bisa mdijadikan sebagai tempat pengaduan untuk guru yang dikorbankan pasca pemilu.
Ginanjar, sebagai Ketua Koalisi Guru Banten, juga mengakui jika politisasi guru memang bukan praktik baru di Banten. Beliau memberikan conttoh, para guru sering dijanjikan bekerja di Dinas Pendidikan jika berhasil memenangkan calon kepala daerah tertentu. Janji itu sering diberikan calon petahana. Akan tetapi, jika tidak berkenan memberikan dukungan, para guru bisa kehilangan jabatannya.
Terdapat beberapa alasan mengapa guru seringkali dilibatkan dalam pilkada. Pertama, guru berada di aspek yang cukup strategis, yakni pendidikan. Kedua, mereka juga mudah dipengaruhi lewat sistem birokrasi. Ketika, guru juga menjadi tokoh masyarakat yang mudah mengambil hati masyarakat. 

Source : republika.co.id

Previous
« Prev Post

Related Posts

14:47:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!