Larangan Mengajar Bagi Guru


larangan

NadiGuru-Sepuluh tahun silam, Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen resmi ditetapkan. Dalam UU tersebut, disebutkan kualifikasi akademik yang harus dimiliki oleh guru adalah ijazah sarjana (S1) atau diploma empat (D4). Bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik, dilarang untuk mengajar.
Sebagaimana yang dilansir dari situs “jpnn”, Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Kemendikbud, Syawal Gultom, menyatakan guru-guru yang tidak bersertifikasi dan tidak S1 sampai Desember 2015 dilarang mengajar sesuai dengan ketentuan Undang-undang. Menurutnya, hingga saat ini terdapat sekitar 40 persen dari 1,6 juta guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D4.
Berdasarkan kedudukannya, guru merupakan tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, menengah, dan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. Dalam hal ini, keprofesionalan guru harus dibuktikan dengan adanya sertifikat pendidik. Sehingga kebijakan yang ada dalam Undang-undang tersebut khususnya kepemilikan “sertifikat pendidik”, sangat meresahkan kebanyakan guru termasuk guru non-PNS.
Seperti halnya pada rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun kemarin. Sebagian Pemerintah Daerah (Pemda), telah mulai memberlakukan penggunaan sertifikat pendidik sebagai salah satu syarat administrasi dari pelamar guru. Padahal, kenyataan di lapangan hanya sebagian kecil guru yang telah memilikinya. Itupun hanya guru non-PNS yang bertugas di sekolah milik Yayasan dan kebetulan telah diikutsertakan pada program sertifikasi guru. Sementara pada sekolah negeri, sama sekali tidak ada tawaran program tersebut.
Penggunaan sertifikat pendidik yang dijadikan sebagai salah satu syarat rekrutmen CPNS tidaklah seberapa, jika dibandingkan dengan larangan untuk mengajar. Pasalnya, larangan tersebut secara tegas akan memberhentikan langkah para pahlawan tanpa tanda jasa (guru non-PNS) dalam pengabdiannya. Pengabdian yang selama ini turut serta membantu meringankan beban pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Meskipun pemberian apresiasi dari pemerintah untuk guru non-PNS terbilang sangat rendah. Mereka tetap menjalankan rutinitas tugasnya seperti guru PNS, yang bertugas dengan penuh keikhlasan. Alasannya, profesi guru merupakan profesi mulia yang timbul atas dasar panggilan jiwa. Alasan inilah yang menjadikan guru non-PNS memilih tetap bertahan menjadi guru.
Namun, setelah adanya isu yang berkembang tentang larangan mengajar bagi guru, khususnya guru yang belum memiliki sertifikat pendidik. Belum dapat dipastikan, apakah mereka akan terus melanjutkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar tetap bisa mengabdikan diri kepada negara dengan menjadi guru. Ataukah sebagian atau kebanyakan dari mereka memilih untuk hengkang dari sekolah, dengan mencari pekerjaan lain.
Pastinya, mengikuti PPG membutuhkan waktu sekitar satu atau dua tahun dengan biaya yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit. Sementara saat ini saja, penghasilan yang mereka dapatkan dari gaji sebagai guru non-PNS sangatlah minim. Apalagi, untuk melanjutkan PPG yang berorientasi pada kepemilikan sertifikat pendidik. Kecuali, jika ke depannya diberlakukan kebijakan khusus bagi guru non-PNS yang telah memiliki sertifikat pendidik.
Kebijakan tersebut misalnya, secara otomatis diangkat menjadi PNS atau mendapatkan apresiasi dari pemerintah yang layak sesuai dengan beban kerjanya. Dalam hal ini, pemerintah selalu menuntut kepada guru termasuk guru non-PNS untuk menjadi guru berkualitas. Pasalnya, masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas guru secara profesional. Sementara, masa depan guru (non-PNS) sendiri belum mendapatkan kejelasan yang pasti.
Idealnya, seseorang yang ditugaskan untuk menciptakan masa depan bangsa ini dengan baik. Terlebih dahulu, harus memiliki masa depan yang baik agar tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik. 

Artikel Terkait

Larangan Mengajar Bagi Guru
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...