Lindungi Anak Dari Game Online


Game
Ilustrasi Anak Lagi Main Game

NadiGuru-Di era serba canggih ini sudah tak asing lagi dengan istilah Game Online. Pengguna game ini bukan hanya orang dew@sa, melainkan remaja berstatus pelajar, termasuk anak-anak. Mengapa anak harus dilindungi dari game online? Sementara katanya dunia anak adalah bermain. 
Game online didesain oleh pembuatnya secara menarik dan penuh tantangan. Karena namanya game online, jadi game itu hanya bisa dimainkan secara online melalui jaringan internet. Secara otomatis, jika di rumahnya tidak terdapat jaringan internet, maka mereka harus bermain game online di warnet.
Warnet merupakan tempat umum yang bisa dikunjungi oleh siapapun, tak terkecuali oleh anak-anak. 
Keberadaan anak disana sudah pasti lepas dari pantauan orang tua. Dunia anak memang bermain. Namun, apakah game online solusinya? Jawabannya pasti tidak. Masih banyak kegiatan bermain yang bisa dilakukan dan bermanfaat bagi perkembangan anak. Selain itu, orang tua pun bisa secara leluasa melakukan pemantauan dan memberikan arahan kepada anak secara langsung. Salah satu contohnya adalah belajar di alam terbuka. Dalam artian Belajar sambil bermain.
Dampak dari game online adalah membuat anak ketagihan. Ketagihan itu yang paling berbahaya karena bisa membuat anak menjadi autis. Kenapa autis? Karena anak itu enggan bergaul dengan anak yang lain. Inginnya bermain game saja, duduk di depan komputer sendirian.
Hal ini sesuai dengan fakta, ada anak dari salah satu teman kerja saya. Hobinya setiap hari adalah main game online dan kuat bermain dari pagi sampai siang, bahkan sampai sore. Makannya pun kadang-kadang di depan komputer. Seringkali ia disuruh untuk bermain bersama temannya. Ia tidak mau, bahkan sesekali mengajak temannya pun hanya untuk bermain game online.
Anak memang senang bermain game online dan orang tua pun tak perlu repot untuk mengasuhnya. Namun, disadari atau tidak orang tua itu secara sengaja mengantarkan anak menuju perilaku autis. Perilaku yang dapat mengganggu terhadap perkembangan anak.
Dan yang paling berbahaya, game online bisa menjadi salah satu penyebab putusnya sekolah. Hal ini mengutip dari peristiwa RF anak remaja kelas 1 SMA. Ia harus merelakan keluar dari sekolah lantaran di DO (Drop Out) oleh sekolah tersebut.
Setiap malam yang menjadi tempat tongkrongannya adalah warnet. Seringkali pulang larut malam dengan melupakan kodratnya sebagai pelajar, yaitu belajar. Pagi harinya, seperti biasa ia mengenakan seragam sekolah dan berpamitan untuk sekolah. Namun, siapa sangka RF bukannya mengikuti pelajaran di sekolah. Melainkan, bermain game online di warnet.
Kasus tersebut, merupakan sebagian kecil dari pengaruh negatif game online. Oleh karena itu, orang tua harus lebih peka di tengah modernisasi dan kecanggihan. Lebih baik melindungi anak sejak kecil daripada celaka dan menyesal di saat anak telah dew@sa.

Artikel Terkait

Lindungi Anak Dari Game Online
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...