Mencintai Profesi Guru Sepenuh Hati

loading...
loading...

Penulis : Dede Taufik, S.Pd.
Di era modern, tantangan pendidikan semakin kompleks. Majunya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh guru. Jika perkembangan ini tidak diimbangi oleh kesiapan guru, maka bisa jadi bukannya memberikan manfaat tetapi sebaliknya menjadi madharat. Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang guru mencintai profesinya dengan sepenuh hati. Agar tujuan dari pendidikan yang telah diamanatkan pada Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dapat diwujudkan sesuai harapan.
Berkembangnya IPTEK, tak bisa dimungkiri akan memberikan pengaruh negatif yang bisa merusak karakter seseorang. Tontonan televisi kerap kali banyak yang tidak memberikan tuntunan. Hal itu bisa memengaruhi karakter seseorang terutama peserta didik yang masih memerlukan bimbingan. Kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di sekolah merupakan gambaran sederhana yang diakibatkan oleh pengaruh negatif dari berkembangnya IPTEK. Dengan demikian, tugas guru saat ini bukan hanya sebatas mengajar untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik, melainkan mendidik peserta didik menjadi manusia yang memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik.
Mengingat betapa besarnya tanggung jawab seseorang yang berprofesi sebagai guru, tidaklah mungkin bisa dilakukan oleh sembarang orang. Apalagi orang tersebut memiliki sifat malas dan acuh terhadap perkembangan peserta didik. Dalam hal ini, menjadi guru hendaklah berdasarkan panggilan jiwa sendiri tidak boleh atas paksaan orang lain karena menyangkut maju tidaknya suatu bangsa dan negara.
Di tengah tuntutan besar guru untuk mengajar dan mendidik, tuntutan lain pun tak sedikit diberikan kepada seorang guru seperti membuat adminitrasi, membuat karya ilmiah yang harus dipublikasikan sebagai syarat kenaikan golongan. Selain itu, diwajibkan pula memenuhi jumlah jam mengajar bagi guru yang masih kekurangan. Hal tersebut harus guru tempuh seiring dengan meningkatnya kesejahteraan. Khususnya, guru pegawai negeri sipil (PNS) yang telah bersertifikasi dan berhak mendapatkan tunjangan sesuai dengan profesinya.
Namun sayangnya, kesejahteraan guru yang diberikan oleh pemerintah tidak merata atau tidak mencakup semua profesi guru. Karena tidak semua yang berprofesi sebagai guru merupakan PNS, tetapi ada guru yang berstatus Non-PNS (honorer) dan guru yang mengabdikan diri di sebuah lembaga pendidikan atau lembaga bimbingan belajar. Sementara, tugas dan kewajiban serta tuntutan yang diembannya itu sama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dengan begitu, salah satu cara yang harus dilakukan agar tugas seorang guru terasa ringan adalah dengan mencintai profesi tersebut sepenuh hati. Dengan adanya rasa cinta terhadap profesi yang sedang digeluti. Meskipun tugas dan tanggung jawabnya sangat besar, terutama bagi guru honorer di sekolah dan profesi guru di instansi lain yang jauh dari kesejahteraan. Akan tetap menikmatinya, karena berdasarkan atas panggilan jiwa dengan hati yang ikhlas dan penuh kesabaran.

Ket : Tulisan ini dimuat di HU. Kabar Priangan, edisi (3/11/2015)
loading...

Artikel Terkait

Mencintai Profesi Guru Sepenuh Hati
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!