Menyambungkan Kembali Putusnya Anak Sekolah

Anak Putus Sekolah
Ilustrasi Anak Putus Sekolah

NadiGuru-Suatu kebahagiaan bagi kita semua sebagai praktisi pendidikan dan anggota masyarakat, terutama bagi anak-anak kita yang mengalami putus sekolah gara-gara rendahnya tingkat ekonomi orangtua sehingga tidak bisa membiayai sekolah anaknya. Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mendapatkan tambahan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2015.
Menurut Anies Baswedan, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), dana tersebut akan diprioritaskan untuk anak-anak yang mengalami putus sekolah melalui program pemerintah, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP). Hal ini dikarenakan program sebelumnya, yakni program Bantuan Siswa Miskin (BSM) belum menjangkau semuanya dan tentunya dengan memperhatikan angka putus sekolah yang masih tinggi.
Meskipun kemarin-kemarin, kita pernah merasa dikecewakan oleh pemerintah akibat naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kemudian diturunkan kembali dalam dua tahapan. Ternyata, hal tersebut dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengalihkan subsidi BBM sebagai tambahan dana bagi anggaran pendidikan sebesar Rp 7,1 triliun. Tentunya, dana yang tidak sedikit tersebut diharapkan bisa digunakan sesuai dengan fungsinya dan terbebas dari tangan-tangan jail para koruptor.
Kisah yang memprihatinkan, ketika penulis menemukan dan berbicara secara langsung dengan salah satu pengemis yang masih berusia sekolah. Pada saat ditanya kenapa tidak mengikuti pembelajaran di sekolah seperti anak-anak lain yang seusianya. Padahal saat itu masih jam sembilan pagi, dimana semua anak sekolah sedang berkumpul di dalam kelas untuk menerima pelajaran dari gurunya. Anak itu menjawabnya dengan raut muka yang penuh menyimpan kesedihan, malah hampir saja mengeluarkan air matanya (menangis).
Jawaban yang keluar dari mulut si anak pengemis tersebut adalah "Sebenarnya ingin sekali melanjutkan sekolah seperti teman-teman yang lain, namun tidak mempunyai biaya untuk sekolah. Insya Alloh, kalau ada biayanya, akan melanjutkan sekolah kembali karena sekarang baru duduk di kelas empat Sekolah Dasar (SD)." Mungkin saja, kisah dari seorang anak pengemis itu merupakan gambaran nyata yang mewakili seluruh anak yang mengalami putus sekolah lainnya.
Dengan begitu, harapan besar ditujukan kepada pemerintah melalui Kemendikbud agar bisa menyambungkan kembali mereka untuk menjadi anak sekolah yang selama ini telah terputus. Melalui program wajib belajar, seharusnya telah mampu merangkul semua anak usia sekolah tanpa ada yang mengalami putus sekolah di tengah jalan. Namun, karena setiap program membutuhkan proses dan semua proses tidak selalu menghasilkan yang maksimal, serta pasti saja ditemukan kelebihan dan kekurangannya.
Oleh karena itu, melalui program KIP yang telah diluncurkan oleh pemerintahan baru, diharapkan bisa merangkul semua anak yang mengalami putus sekolah sehingga mereka bisa bersekolah kembali. Dengan begitu, hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan yang telah diamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945 bisa terpenuhi secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Semoga...

Ket : Tulisan dibuat pada Januari 2015

Artikel Terkait

Menyambungkan Kembali Putusnya Anak Sekolah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...