Menyoal Guru yang Baik

loading...
loading...

Guru Baik
Ilustrasi Seorang Guru

NadiGuru-Guru yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh masyarakat. Sebelum orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah, selain melihat fasilitas di dalamnya sebagai pertimbangan. Hal utama yang biasa dilihat adalah gurunya. Kenapa guru menjadi yang utama? Karena meskipun fasilitasnya lengkap, sarana dan prasarananya serba ada tapi gurunya (kurang atau tidak baik), pembelajaran tidak akan optimal dan menghasilkan asumsi bahwa lulusannya pun tidak akan sesuai dengan yang diharapkan.
Tidak dapat dipungkiri untuk menjadi guru yang baik bukanlah hal yang mudah. Namun, perlu disadari bahwa dengan menjadi guru yang baik akan menghasilkan prestasi yang baik pula terhadap perkembangan siswa. Beberapa ahli menyebutkan ciri guru yang baik adalah guru yang mampu menguasai materi ajar, terampil menyampaikan materi ajar, dan mampu mengevaluasi hasil belajar.
Kemampuan menguasai materi ajar merupakan syarat utama yang harus dimiliki oleh seorang guru. Dalam hal ini, guru melakukan proses pengajaran harus sesuai dengan bidang mata pelajaran yang diampu. Materi ajar yang diajarkan kepada siswa tidak boleh hanya terpaku pada buku sumber semata, melainkan harus didukung oleh materi dari berbagai sumber.
Sementara seorang guru yang terampil, yaitu guru yang mampu menciptakan proses pembelajaran dengan menarik, sehingga materi yang diajarkan bisa dipahami oleh siswa. Menurut Turney (Uzer Usman, 2010:74), sekiranya terdapat delapan keterampilan mengajar guru, yaitu : keterampilan bertanya, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.
Sedangkan mengevaluasi hasil belajar merupakan hal terpenting untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan siswa terhadap materi ajar yang telah diajarkan. Alat yang dapat digunakan untuk mengevaluasi adalah berupa tes, baik tes tulis, tes lisan, maupun tes perbuatan. Tes yang dilaksanakan akan menghasilkan data dan data tersebut kemudian dianilisis. Apabila terdapat siswa yang nilainya dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), maka siswa tersebut belum mencapai tujuan pembelajaran, sehingga perlu adanya tindakan remidial.
Ketiga ciri guru yang baik di atas dilihat dari proses belajar mengajar, dari awal sampai akhir pembelajaran. Selain itu, ciri guru yang baik lainnya adalah guru yang mampu menerima perubahan. Artinya, guru yang baik harus siap berubah menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi, seiring dengan perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan perkembangan kurikulum yang digunakan. Seperti halnya sekarang, kurikulum yang digunakan yaitu kurikulum 2013 sebagai bentuk penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya.
Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita menjadi guru yang baik? Jika sudah, itu merupakan sebuah prestasi sangat luar biasa yang perlu dipertahankan dan harus ditularkan kepada guru lainnya. Namun jika belum, mari kita secara bersama-sama merubah diri untuk menjadi guru yang baik demi terciptanya siswa berprestasi, baik secara akademik maupun non akademik sehingga menjadi generasi emas di tahun 2045. Semoga… 
loading...

Artikel Terkait

Menyoal Guru yang Baik
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!