Siswa Keracunan, Salah Siapa?


Keracunan
Ilustrasi Siswa Keracunan

NadiGuru-Peristiwa keracunan massal yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kota Tasikmalaya, menjadi topik berita di berbagai media surat kabar Jawa Barat termasuk “Pikiran Rakyat”, edisi 6 Februari 2015. 
Berita yang berjudul “117 Murid SD Keracunan”, mampu membuat para pembaca setia “Pikiran Rakyat” terperangah dan penasaran untuk langsung membacanya. Sungguh sangat mengkhawatirkan, peristiwa naas itu telah menimpa sejumlah siswa dari SD Negeri Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Terjadinya peristiwa itu merupakan salah siapa?
 Menurut Kepala Puskesmas Mangkubumi Dedi Turmudzi, diduga para siswa mengalami keracunan disebabkan oleh makanan yang dijual di sekolah. Pendugaan itu didasari karena yang menjadi korban keracunan jajanan sekolah adalah para siswa. Sehingga, bagi siswa yang mengeluh pusing, mual, dan sakit perut diharapkan untuk segera membawanya ke Puskesmas agar bisa dengan cepat ditindaklanjuti. 
Saat ini, sudah bukan rahasia umum lagi apabila para siswa jarang membawa bekal makanan ke sekolahnya. Entah beralaskan gengsi karena zaman sudah modern, ataupun memang orang tua tidak menyempatkan diri untuk membekali makanan buat si buah hatinya. Yang pasti, kebiasaan orang tua saat ini adalah selalu membekali uang jajan dengan jumlah yang cukup besar kepada anaknya.  
Dengan bekal uang jajan yang cukup besar tersebut, kerapkali siswa membeli banyak makanan. Dan biasanya, makanan itu tidak mengandung gizi yang baik untuk tubuh. Bagi siswa, makanan unik seringkali dijadikan sebagai pilihan, seperti warna maupun penampilannya yang menarik. Oleh karena itu, hal tersebut dijadikan peluang oleh para penjual untuk menarik hati para siswa, meskipun menggunakan bahan pewarna yang bisa merusak kesehatan konsumennya.
 Selain faktor dari orang tua, tidak bisa disangkal lagi kalau sekolah di Jawa Barat, terutama di daerah Kota Tasikmalaya masih belum memiliki kantin sehat. Padahal, kantin sehat memiliki peran dan fungsi sangat penting untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Idealnya, jika pemerintah ingin memiliki generasi sehat dan cerdas. Pemerintah harus berani mengeluarkan aturan, setiap sekolah diwajibkan memiliki kantin sehat. 
Meskipun tidak seperti itu, setidaknya pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengecekan terhadap makanan yang dijajakan di setiap lingkungan sekitar sekolah. Hal itu penting, untuk mencegah terjadinya kembali peristiwa keracunan makanan di kemudian hari. Agar para orang tua dan masyarakat bisa merasa lega dan fokus terhadap rutinitas kerjanya, tanpa dihantui rasa takut kalau anaknya bakal keracunan.  
Harapannya, peristiwa keracunan massal tersebut bisa menjadi teguran bagi orang tua, sekolah, dan pemerintah untuk menyadari betapa pentingnya menjaga asupan makanan bagi siswa. Sungguh bijaksananya orang tua, apabila menyempatkan diri untuk bisa memberikan bekal makanan kepada anaknya hasil masakan sendiri. Selain ekonomis, kualitas makanannya akan terjamin seperti kebersihan dan kesehatan. Sehingga, siswa akan tumbuh menjadi seseorang yang bertubuh sehat dan berjiwa kuat. 

Artikel Terkait

Siswa Keracunan, Salah Siapa?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...