NADI GURU BLOG

Strategi Sukses UN 2014

Posted by Dede Taufik on Saturday, 14 November 2015

UN
Ujian Nasional

NadiGuru-Ujian Nasional (UN) akan diselenggarakan secara serentak di Indonesia pada bulan April dan Mei. Lebih jelasnya jadwal pelaksanaan UN untuk kelas XII SMA/SMK/MA pada tanggal 14-16 April 2014, kelas IX SMP/MTS tanggal 5-8 Mei 2014, sedangkan pelaksanaan UN SD yang sekarang namanya telah diubah menjadi Ujian Sekolah (US) akan diselanggarakan pada tanggal 19-21 Mei 2014. Pelaksanaan UN kerap sekali menjadi momok menakutkan bagi peserta didik, apalagi bagi mereka yang kurang persiapan dalam menghadapi UN tersebut.
Pelaksanaan UN merupakan hajat tahunan bagi instansi pendidikan, seperti: Sekolah, Dinas Pendidikan dan Kemendikbud. Hajat tahunan tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit yaitu berkisar ratusan miliaran rupiah, seperti yang diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Muhammad Nuh. Ia menjelaskan bahwa uang Negara yang mencapai setengah triliun lebih itu akan dimanfaatkan untuk biaya operasional selama pelaksanaan Ujian Nasional 2014 “Kami sudah sepakat dengan DPR RI Komisi X tentang anggaran UN, angka sekitar 600 Miliar.” (Pusat Ujian Nasional 2014).
Tentunya, dengan anggaran yang fantastis itu semua elemen yang terkait harus bekerja sama demi kelancaran dan suksesnya UN 2014, termasuk peserta didik. Siswa yang akan melaksanakan UN di tahun 2014 harus sungguh-sungguh menyiapkan diri, agar nilai yang diraih dapat memuaskan. Apalagi nilai UN dijadikan sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, beberapa strategi harus dijalankan agar pelaksanaan UN berjalan lancar dan hasil yang diraih memuaskan. Adapun beberapa strategi yang bisa dijalankan, diantaranya :
Mengetahui dan memahami kisi-kisi UN 2014. Kisi-kisi merupakan acuan dalam pengembangan dan perakitan soal UN yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan mengetahui dan memahami Kisi-kisi UN yang ditetapkan oleh Panitia Pusat UN 2014, berarti selangkah lebih maju meraih sukses UN. Pendalaman materi dilakukan cukup fokus pada materi yang terdapat pada kisi-kisi UN tersebut, karena soal yang akan keluar pada UN biasanya seputar dari materi yang terdapat pada kisi-kisi UN.
Mengadakan jam tambahan belajar di sekolah. Beberapa bulan sebelum pelaksanaan UN, biasanya sekolah mengadakan jam tambahan belajar dengan maksud lebih awal menyiapkan diri untuk menghadapi UN. Jam tambahan belajar dilakukan seusai pulang sekolah dengan waktu dan jadwalnya ditetapkan oleh sekolah masing-masing. Aktif mengikuti jam tambahan merupakan langkah tepat bagi peserta didik dalam mempersiapkan diri, karena selain mendalami materi, mengerjakan sola-soal UN tahun sebelumnya, juga berlatih mengerjakan soal try out.
Bergabung dengan Lembaga Bimbingan Belajar. Sebagian besar peserta didik yang orang tuanya mampu, sejak awal tahun ajaran 2013/2014 telah bergabung dengan berbagai Lembaga Bimbingan Belajar yang saat ini telah menjamur di berbagai daerah. Semua Lembaga Bimbingan Belajar memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan siswanya dapat meraih prestasi termasuk dalam meraih nilai UN. Sistem pembelajaran yang dilakukan oleh Bimbingan Belajar memiliki ciri khas masing-masing, seperti Bimbingan Belajar Ganesha Operation terkenal dengan Konsep The King. Konsep The King diberikan kepada siswa untuk mempermudah mengingat dan mengerjakan soal dengan cepat. Selain konsep The King, pelatihan Try Out dilakukan secara bertahap. Sebagai contoh, bagi siswa SD Ganesha Operation pelaksanaan Try Out diadakan 4 kali di semester dua. Soal yang diberikan kepada siswa telah disesuaikan dengan kisi-kisi UN 2014 dan pengerjaan soal menggunakan Lembar jawaban Komputer (LJK), serta pemeriksaannya menggunakan scanner. Dengan begitu, diharapkan siswa akan lebih siap dalam menghadapi UN.
Bersikap tenang dan tidak stress. Stress merupakan pengaruh sesuatu yang dianggap sebagai tantangan dalam kehidupan, termasuk pilihan-pilihan yang secara sadar dilakukan seseorang, dimana seseorang harus melakukan penyesuaian. Mengutip dari Sinaga, stress merupakan suatu kondisi yang tidak menyenangkan atau tertekan baik secara fisik maupun psikis yang mengganggu individu sebagai akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan kemampuan individu dengan tuntutan lingkungan yang ada dan individu dengan tuntutan lingkungan yang ada dan individu merasakannya sebagai suatu gangguan psikologis yang meliputi perasaan tertekan, ketegangan dan kecemasan yang muncul sebagai reaksi adanya rasa terancam. Beberapa cara yang bisa dilakukan agar peserta didik bersikap tenang dan tidak stress terhadap UN 2014, yaitu : menyiapkan diri dengan matang materi UN, berolahraga secara teratur, selalu berdo’a kepada Alloh SWT, dan meminta do’a kepada orang tua.
Strategi tersebut merupakan sebagian strategi yang bisa dilakukan untuk menghadapi dan sukses pada UN 2014. Strategi lain, dikembalikan lagi kepada setiap masing-masing individu sesuai dengan keinginan dan karakter tersendiri dalam menyiapkan diri untuk menghadapi UN di tahun 2014.
Ket : Tulisan ini dibuat pada Maret 2014 

Previous
« Prev Post

Related Posts

23:52:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!