Tahun Baru, Semangat Baru, dan Harapan Besar

loading...
loading...

tahun baru
Ilustrasi Tahun Baru
NadiGuru-Tahun 2014 telah berlalu, berbagai fenomena pendidikan yang terjadi di tahun itu dijadikan sebagai cerminan dalam menyongsong tahun baru 2015. Cerminan diperlukan untuk melakukan evaluasi selama proses hingga hasil pembelajaran.
Manfaat dilakukannya evaluasi, agar bisa dilakukannya remidial (perbaikan) terhadap sesuatu hal yang dianggap masih kurang dan mempertahankan serta meningkatkan terhadap sesuatu hal yang telah dianggap baik.
Menurut Bloom, evaluasi pendidikan adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri siswa. Menurutnya, terdapat dua langkah yang harus dilalui yaitu pengukuran yang bersifat kuantitatif dan penilaian yang bersifat kualitatif.
Tentunya, seorang guru dalam menyongsong tahun baru ini memerlukan semangat baru untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik lagi. Sebagai gambaran guru untuk 30 tahun ke depan, tepatnya tahun 2045, Indonesia akan merayakan kemerdekaannya yang ke seratus. Dalam hal ini, diperkirakan hingga tahun 2045, Indonesia juga akan dianugerahi sebuah bonus demografi dimana usia produktif lebih banyak dibandingkan usia non-produktif (usia dini dan lanjut usia).
Harapan besar negeri ini pun dititipkan pada pundak guru selaku pelaksana pendidikan di sekolah dalam menciptakan generasi emas yang berkualitas. Sebuah kehormatan bagi seseorang yang berprofesi sebagai guru. Namun, untuk menciptakan semua itu pastinya tidak bisa berjalan sendiri. Perlu adanya dukungan dari pihak lain, seperti masyarakat sekitar dan pemerintah.
Generasi yang akan memeriahkan seratus tahun Indonesia merdeka tiada lain adalah generasi yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu, pendidikan di SD harus menjadi perhatian yang serius dari pemerintah, seperti kelengkapan dan kelayakan sarana prasarana di sekolah, serta kualitas dan kesejahteraan guru harus terjamin termasuk guru honorer di dalamnya.
Tak dapat diragukan lagi, jika secara kuantitas jumlah sekolah pada jenjang SD lebih banyak dibandingkan dengan sekolah menengah. Sehingga, tak sedikit bangunan SD yang luput dari perhatian pemerintah terutama di pelosok desa. Meskipun secara logika bangunannya sudah tidak layak pakai, kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan sebagai wujud pencerdasan kehidupan bangsa yang telah diamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945.
Sungguh tidak adil, apabila masih banyak ditemukan bangunan SD yang tidak layak digunakan untuk belajar. Padahal jika dilihat dari proses pembentukan karakter, SD merupakan masa-masa pembentuk dasar karakter seseorang. Tidak menutup kemungkinan, jika karakter dasarnya kurang baik akan berkelanjutan menjadi karakter kurang baik yang kuat di masa setelah mereka dewasa.
Dengan begitu, di awal tahun 2015 ini mudah-mudahan menjadi awal yang baik menuju pendidikan lebih baik, sehingga harapan besar yang dititipkan pada guru untuk menciptakan generasi emas yang berkualitas sebagai hadiah seratus tahunnya Indonesia bisa terwujud. Semoga...
loading...

Artikel Terkait

Tahun Baru, Semangat Baru, dan Harapan Besar
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!