Birokrasi Bukan Dilayani Namun Melayani Masyarakat, Setuju?

loading...
loading...
Mendikbud Anies Baswedan
Mendikbud Anies Baswedan
Nadi Guru – Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan bahwa paradigma dan perilaku dalam menjalankan birokrasi saat ini harus ada perubahan. Menurutnya, pada saat ini kehadiran birokrasi diharapkan bisa hadir guna melayani masyarakat. Tapi pada kenyataannya, justru birokrasilah yang seringkali dilayani dan hal ini perlu dilakukan perubahan agar para birokrasi melayani masyarakat bukan dilayani. Hal ini sebagaimana dikutip dari laman Kemdikbud.go.id (Kamis, 28 Januari 2016)
“Kita melayani masyarakat. Kita memiliki visi yang jelas dan tegas bahwa kita ingin membentuk insan dan ekosistem di area pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter yang dilandasi semangat gotong royong dan di dalamnya ada komponen pelibatan dan partisipasi publik,” tegas Mendikbud dalam Rakor Pengelola Keuangan di Lingkungan Kemendikbud, Jakarta, (25/1/2016).

Dengan begitu, Anies menambahkan jika tantangan pada saat ini yang akan dihadapi oleh pengelola keuangan birokrasi adalah bagaimana membuat penyesuaian dalam memberikan ruang untuk masyarakat agar bisa terlibat dengan hal itu. Jangan sampai terdapat masyarakat yang inginmembantu negara malah mengalami kesulitan karena tak pernah dilibatkan.
Selain itu, Mendikbud juga mengatakan jika hari ini Kemendikbud telah berhasil menjadi salah satu yang paling optimal di dalam mencapai target-target penggunaan anggaran, kita bisa menjadi kementerian pertama yang bermitra dengan masyarakat sipil dalam menjalankan program-programnya di bidang pendidikan dan kebudayaan. Tapi kita harus mengerjakannya dengan serius.
Anggaran Kemendikbud pada tahun 2016, akan ditujukan sebesar-besarnya guna kepentingan masyarakat. Bukan untuk kepentingan-kepentingan non-pendidikan dan non-kebudayaan. Pasalnya, itu merupakan fokus realisasi tidak hanya pada angka saja, melainkan pada kualitas penggunaannya.

Pada tahun 2015 lalu, realisasi anggaran Kemendikbud besarnya adalah 93,39%. Hasil ituberada di atas rata-rata nasional, yaitu sekitar 81,4%. Dengan angka pesentase itu, diantara sepuluh kementerian atau lembaga dengan anggaran terbesar. Kemendikbud cuma kalah dari lembaga Kepolisian Indonesia (Polri), yang berada pada posisi puncak dalam hal realisasi anggaran. Dan yang menarik adalah posisi tersebut berhasil diperoleh pada saat Kemendikbud sedang melakukan reorganisasi. Oleh karena itu, Mendikbud juga berharap dengan kondisi yang telah stabil pada tahun ini, angka realisasi dapat lebih tinggi lagi. 
loading...

Artikel Terkait

Birokrasi Bukan Dilayani Namun Melayani Masyarakat, Setuju?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!