H. Usep Romli : Penulis dan Budayawan yang Berhenti dari PNS

loading...
loading...
Budayawan Garut
H. Usep Romli Abdul Hamid
Nadi Guru – Bagi sebagian besar orang, mungkin sudah sangat kenal dengan sosok yang bernama H. Usep Romli H.M. Dalam Wikipedia, nama H. Usep Romli disebutkan sebagai sastrawan Sunda yang lahir di Limbangan, Garut, pada tanggal 16 April 1949. Namun, apakah kalian tahu jika sebenarnya dulu itu H. Usep adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kemudian memilih berhenti dan memilih menjadi wartawan?
Ya, beliau mengabdikan dirinya menjadi wartawan di salah satu surat kabar yang ada di Jawa Barat yaitu Pikiran Rakyat, hingga pension. Berdasarkan informasi dari Kompasiana yang ditulis oleh Usman Kusmana, jika H. Usep merupakan lulusan dari Sekolah Pendidikan Guru pada tahun 1966 dan menjadi guru SD di Kadungora, Garut.
Pada saat H. Usep itu hendak akan dipindahkan menjadi pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandung. Beliau telah menentukan pilihannya untuk melepas seragam PNS dan bekerja penuh sebagai wartawan Pikiran Rakyat sampai pensiun.
Pilihan itu nampaknya tidaklah salah, karena dikabarkan jika beliau dari hasil menulisnya itu telah dapat mengantarkan dirinya mendapatkan berbagai macam penghargaan. Bahkan katanya, beliau adalah seorang penulis yang penghasilannya melimpah. Mengapa? Karena hamper pada setiap harinya, tulisan beliau itu selalu ada yang dicetak pada media surat kabar.
Walaupun di usianya yang sudah tak muda lagi, tak menyurutkan semangatnya untuk tetap berkarya. Topic karyanya juga berlimpah, baik dari segi social, keagamaan, pendidikan, kebudayaan, maupun topic yang lainnya.
Saya sendiri, seringkali menemukan tulisannya H. Usep itu pada berbagai surat kabar yaitu : Pikiran Rakyat, Galamedia, Tribun, Tribuana, dan lain-lain. Bahkan, tulisannya pada Cerita Bersambung (Cerbung) bisa terbit hingga dua bulan lamanya secara terus menerus. Pada hari Jumat, biasanya muncul dalam kolom keagamaan.
Secara pribadi, saya salut terhadap semangatnya dalam menulis. Nampaknya, tak pernah mersa lelah bagi beliau untuk terus mengamalkan dan menyebarkan berbagai ilmunya melalui tulisan. Bahkan, ketika beliau sedang ada di Mekkah pun, tulisannya masih tetap terpublikasikan.
Secara langsung, saya sendiri belum pernah bertatap muka dan mengobrol dengan beliau. Namun, dengan adanya bantuan dari media social seperti Facebook, saya bisa berkomunikasi dengannya. Sungguh luar biasa, beliau itu tak pernah pelit dalam membagikan ilmunya. Sehingga, sya sendiri pun tak merasa canggung untuk meminta kepada beliau ‘percikan hikmah’.
Semoga saja, pak H. Usep Romli selalu diberikan kesehatan oleh Alloh SWT. Dan semoga, umurnya beliau dipanjangkan. Ingin rasanya bisa berjumpa langsung dengan beliau dan mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan serta pengalaman dari beliau, khususnya yang terkait dengan dunia tulis menulis.

Karya Sastra
1. Buku Anak-anak (dalam bahasa Sunda dan bahasa Indonesia)
  • Si Ujang Anak Peladang (1973)
  • Pahlawan-pahlawan Hutan Jati (1974)
  • Nyi Kalimar Bulan (1982)
  • Oray Bedul Macok Mang Konod (1983)
  • Bongbolongan Nasrudin (1983)
  • Aki Dipa (1983)
  • Pertaruhan Domba dan Kelinci (1984)
  • Dongeng-dongeng Araheng (1993)

 2. Kumpulan Sajak
  • Sebelas Tahun (1979)
  • Nu Lunta Jauh (1992)

 3. Kumpulan Cerita Pendek
  • Ceurik Santri (1985)
  • Nganteurkeun (1986)
  • Jiad Ajengan (1991)
  • Sanggeus Umur Tunggang Gunung (2009)
  • Sapeuting di Cipawening (2010)

 4. Novel
  • Bentang Pasantren (1983)

 5. Buku Non Fiksi
  •  "Percikan Hikmah" anekdote Sufistik (1999)
  • "Zionis Israel di Balik Serangan AS ke Irak" (2003)

Penghargaan
  • Hadiah Sastra Mangle (1977)
  • Hadiah Sastra LBSS (Lembaga Basa jeung Sastra Sunda) 1995, untuk puisi.
  • Hadiah Sastra LBSS 2001, untuk essey
  • Hadiah Sastra LBSS, 2004, untuk essey
  • Hadiah Sastra LBSS, 2007, untuk cerpen
  • [Hadiah Sastra Rancage]] (2010) untuk Sanggeus Umur Tunggang Gunung
  • Hadiah Sastra Rancage (2011) untuk jasanya kepada dunia sastra Sunda
  • * "GARUT AWARD 2010", piagam/medali dari Pemkab Garut, sebagai penghargaan atas aktivitas seni-budaya yang mengharumkan nama Garut.
  • Anugerah Budaya Pemprov.Jabar kategori Seni Sastra (2012)
loading...

Artikel Terkait

H. Usep Romli : Penulis dan Budayawan yang Berhenti dari PNS
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!