Hati-hati! Gara-gara Dana BOS, Kepala Sekolah Diadukan Oleh Komite Sekolah

Dana BOS
Ilustrasi Dana BOS
Nadi Guru – Melaksanakan segala sesuatu sesuai dengan prosedur atau aturan yang semestinya itu sangat penting. Apalagi, jika kegiatan itu berhubungan dengan masalah keuangan karena meskipun besar ataupun kecil, biasanya masalah uang seringkali dipermasalahkan. Jika tidak sesuai prosedur, hati-hatilah karena akan berdampak negatif.
Sebagaimana halnya yang terjadi di Makassar, Kepala Sekolah SDI Butta Tianang 2, Kecamatan Tallo yang bernama Hasanang. Dilaporkan karena diduga telah memalsukan tandatangan Ketua Komite Sekolah. Pemalsuan itu dilakukan guna untuk mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada triwulan pertama, yaitu Januari-Maret 2015 yang besarnya adalah Rp65,400 juta.

Abdul Rahman selaku Ketua Komite Sekolah ketika itu melaporkan kejadian tersebut kepada Sub Bagian Pengaduan Humas Pemkot Makassar. Laporannya terkait atas tuduhan pemalsuan tanda tangan dirinya. Abdul memilih untuk mengadukannya yaitu sebagai bentuk pelajaran tentang apa yang telah dilakukan oleh Hasanang yang tidak sesuai prosedur. Walaupun alasannya karena mendapat desakan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Makassar.
“Kenapa pula pak Walikota meloloskan dia. Masalah ini juga sudah ditangani inspekstorat,” ujarnya saat ditemui di Balaikota Makassar, dilansir via Rakyatku Kamis (14/1/2016)

Menurut Abdul, sebenarnya tidak ada dendam atas laporan tersebut. Hanya saja, Abdul baru memiliki kesempatan juga pasalnya baru mengetahui tindak yang dilakukan oleh Hasanang tersebut. Sementara itu, Staf Sub Bagian Pengaduan Humas Pemkot Makassar yang bernama Hidayat, berjanji akan memberitahukan kepada Walikota Makassar, untuk menjadi pertimbangan dalam uji publik dan rekam jejak lelang Kepsek.

Namun berbeda halnya dengan pendapat dari Hasanang ketika dikonfirmasi. Dirinya menolak apabila dikatakan telah memalsukan tanda tangan.
“Saya tidak palsukan tapi menscan tanda tangannya karena tidak ada jalan lain sebab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar sudah mendesak dan tinggal sekolah saya yang belum masuk,” katanya.
“Saya juga sudah memanggil pak Rahman untuk tanda tangan tapi tidak hadir dengan pelbagai alasan. Setelah pencairan pun, masih tetap saya panggil kembali untuk bertanda tangan tapi dirinya tetap menolak,” tegas calon peserta lelang kepsek nomor 162 ini.

Sementara itu, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, yang juga dikonfirmasi pun berjanji akan mengecek ulang, apakah langkah yang dilakukan oleh Hasanang sesuai prosedur atau ada kesalahan administrasi. Walikota juga menegaskan akan pentingnya kredibilitas dan rekam jejak calon kepala sekolah. Oleh karena itu, Ramdhan pun mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan laporan-laporan dalam uji publik seperti ini. Akan tetapi, laporan dan juga sanggahan itu pastinya harus memiliki bukti dan identitas pelapor secara jelas.

Artikel Terkait

Hati-hati! Gara-gara Dana BOS, Kepala Sekolah Diadukan Oleh Komite Sekolah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...