Honorer Gagal Diangkat? Simak Penjelasannya

honorer

Nadi Guru – Seluruh tenaga honorer, baik kategori honorer dalam bidang pendidikan (guru), bidang kesehatan, dan lain sebagainya. Pasti berharap banyak untuk segera bisa diangkat menjadi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Namun, hingga saat ini nasib para honorer, khususnya kategori dua (K2) masih saja terkatung-katung. Kepastian akan kapan diangkatnya menjadi CPNS masih belum jelas.

Setelah Nadi Guru mencoba untuk mencari informasi tentang factor apa yang menjadi penyebab para honorer tidak diangkat menjadi CPNS. Akhirnya, bisa menemukan informasi itu dari laman Rakyatku. Sebagaimana dikutip oleh Nadi Guru (Kamis, 14/01/2015) jika pemerintah pusat mengakui tak memiliki anggaran yang cukup untuk mengangkat sejumlah 439.056 tenaga honorer pada tahun ini.
“DPR sendiri kan tidak menganggarkan untuk itu, pemerintah juga tidak cukup uang untuk menganggarkan, bahkan penerimaan pajak cuma 85 persen yang masuk, lebih dari 250 Triliun kita tidak mencapai target, ibaratnya kalau di rumah tangga penghasilan kita turun, gimana bayarnya? yang lama saja mau kita kurangi,” jelas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Yuddi Chrisnandi dikutip dari laman RRI, Kamis (14/1/2016).

Padahal sebenarnya, pemerintah pusat sendiri telah menganggarkan untuk mengangkat tenaga honorer sisa K2 itu. Akan tetapi, karena minimnya anggaran menjadikan rencana yang telah tersusun rapi itu tak dapat direalisasikan pada tahun ini.
“Kalau rencana kan sudah dipaparkan, tapi kemampuan keuangan pemerintah sendiri kan sangat terbatas, bahkan kurang untuk membiayai pegawainya, apalagi imbuhnya ditambah tenaga honorer K2 sebanyak 439.056, terdiri dari tenaga kesehatan, guru honorer, penjaga sekolah, dan sebagainya.

Hingga saat ini, Menpan RB masih belum dapat memberikan kepastiaan bahwa kapan tenaga honorer K2 itu akan diangkat menjadi PNS. Dan sebelumnya, para tenaga honorer kategori dua (K2) itu disarankan supaya jangan hanya cuma menuntut agar diangkat menjadi CPNS ‘tanpa melalui proses tes’.
Menurut Bima Haria Wibisana selaku Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), bukan zamannya lagi jadi PNS lewat jalur khusus tanpa adanya tes menyusul saat ini sudah era kompetisi setelah pemberlakuan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN). Dengan begitu, Wibisana mengimbau kepada tenaga honorer yang tidak lolos seleksi untuk bisa berkompetisi secara terbuka melalui formasi umum.
Pertanyaan yang muncul, Bagaimana jika usia tak memenuhi persyaratan untuk tes umum? Terus, dalam segi pengetahuan dalam konteks soal CPNS, pastinya yang baru lulus kuliah lebih menguasainya. Apakah ini adil?

Menurut Wibisana, apabila punya potensi, pasti lolos meski harus bersaing dengan fresh graduate. Silakan bersaing sehat dengan anak-anak muda lainnya, mengikuti seleksi jalur formasi umum. Jika berkompeten kenapa tidak berkompetisi secara umum.

Bagaimana tanggapan teman-teman semua, khususnya bagi yang masih berstatus honorer atau belum diangkat menjadi CPNS?

Artikel Terkait

Honorer Gagal Diangkat? Simak Penjelasannya
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar:

10 April 2016 at 09:27 delete

Assalamualaikum wr.wb
mismilahirahmanirahim

Mohon maaf mengganggu waktu dan rutinitas ibu/bapak,saya cuma bisa menyampaikan melalui KOMENTAR ini dan semoga bermanfaat bagi anda semua,
Rasa syukur, senang, dan bangga yang tak terlukiskan ketika saya lulus CPNS 3bulan yang lalu, ini merupakan rahmat dari Allah Swt dan juga berkat bantuan Bpk Drs Warli, M.Si saya bisa lulus cpns dan NIP saya skrng sdh keluar.
makasih banyak ya buat Bpak Bpk Drs Warli, M.Si. sebagai (Kepala Biro Kepegawaia dan Kerjasama antar Lembaga)di BKN PUSAT. yg telah menbantu saya lulus CPNS.

Siapapun yg ingin lulus CPNS seprti saya silahkan Hub: Bpk Drs Warli, M.Si. TLP : 0823-4488-3939. Atau Klik http://bknpusat.blogspot.co.id/ UNtuk melihat profil beliau, siapa tau beliau mau bentu..,wassalam

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...