NADI GURU BLOG

Manfaat Permainan Kreatif

Posted by Dede Taufik on Tuesday, 19 January 2016

Permainan Kreatif
Contoh Permainan Kreatif 
Nadi Guru - Pada program pendidikan anak saat ini, sekolah merancang bermacam peralatan dan materi permainan dalam kelas. Melalui situasi bermain, anak diharapkan mendapatkan pemahaman mendalam terhadap objek-objek dan memiliki keterampilan khusus dalam mengamati dan memperoleh materi, serta agar anak mendapat makna spiritual yang disimbolkan oleh materi dan kegiatan-kegiatan tersebut.
Play ini pada akhirnya dapat digunakan guru sebagai wahana atau media pembelajaran untuk membentuk pemahaman melalui kegiatan atau bermain peran atau dengan menggunakan berbagai media yang tersedia.
Simulasi kreatif (permainan) merupakan suatu usaha untuk mengorganisasikan pengalaman afektif, kognitif, dan psikomotor anak. Permainan merupakan alat untuk menggali potensi dan mengembangkan kreativitas, mempunyai pengaruh yang positif terhadap perkembangan anak, memiliki peran dalam segi emotif, kognitif, dan segi peran sosialisasi untuk mengembangkan konsep diri anak.

1. Perkembangan Kognisi
Perkembangan kognisi anak dapat dikembangkan melalui permainan simbolik. Dalam permainan simbolik, anak menggunakan bahasa lisan maupun bahasa tubuh (gesture) untuk menstransformasikan identitas obyek dan aktivitas. Contoh lain, pada saat anak bermain menyusun piramida dari kotak berhuruf  atau gelas plastik berwarna dan berhuruf sehingga membentuk susunan kata bermakna, maka dia akan berusaha agar gelas-gelas berwarna dan berhuruf tersebut tidak mudak jatuh. 
Hal ini menuntut anak untuk berfikir devergen, karena melalui permainan anak akan mencoba memecahkan masalah dan menemukan solusi permasalahan. Dengan demikian, melalui permainan yang dilakukan anak akan memperoleh kesempatan untuk menemukan berbagai solusi permasalahan melalui kegiatan berfikir divergen. Hal ini sejalan dengan tujuan pengembangan kognitif, yaitu 1) belajar memecahkan masalah, 2) berfikir logis, mengumpulkan dan memuat informasi yang diperoleh sedemikian rupa sehingga masuk akal, dan 3) berfikir secara simbolis, misalnya menggunakan subyek dengan cara yang unik (Fawzia, 2003).

2. Perkembangan Emosi
Selain mengembangkan kognisi anak, permainan juga merupakan salah satu sarana untuk membantu perkembangan emosi anak. Melalui permainan, anak dapat mengekspresikan perasaan dan pikirannya serta mampu mengatasi kegalauan pikiran dan perasaan anak. Dalam mengikuti sebuah permainan, anak berada dalam dunia yang tidak nyata sehingga mereka merasa bebas untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya. Perasaan anak akan dapat dipandang dengan baik sehingga dipandang konteks yang aman untuk perkembangan emosi anak. Contohnya adalah permainan sosiodrama dan storytelling.

3. Perkembangan Sosial
Permainan yang dilakukan anak akan menciptakan sebuah interaksi. Dalam interaksi tersebut anak-anak akan belajar berlatih bekerja sama, bernegoisasi, memecahkan permasalahan dan konflik, bertenggang rasa, berlatih kesabaran dalam menunggu giliran, dan bahu-membahu dalam melahirkan sesuatu.

Previous
« Prev Post

Related Posts

14:48:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!