NADI GURU BLOG

Masalah dan Solusi Anak Tunadaksa

Posted by Goldads Deta on Sunday, 17 January 2016

Anak tunadaksa
Anak-anak Tunadaksa
Nadi Guru - Pada dasarnya anak berkebutuhan khusus memiliki  karakteristik dan permasalahan yang relatif ama, yaitu : mengalmi hambatan perkembangan intelektualnya, kesulitan dalam sosialisasi, emosinya tidak stabil, dll.
Anak tunadaksa adalah anak yang mempunyai kelainan ortopedik atau salah bentuk atau berupa gagngguan dari fungsi normal pada tulang, otot, dan persendian yang mungkin karena bawaan sejak lahir, penyakit atau kecelakaan, sehingga apabila akan bergerak atau berjalan dipelukan alat Bantu.
Berdasarkan berbagai sumber ditemukan beberapa karakteristik umum bagi anak tunadaksa, diantaranya yaitu :
1. Karakteristik kepribadian, yang meliputi :
  • Mereka yang cacat sejak lahir tidak pernah memperoleh pengalaman, yang demikian ini dapat menimbulkan frustasi;
  • Tidak ada hubungan antara pribadi yang tertutup dengan lamanya kelaianan fisik yang di derita;
  • Adanya kelaianan fisik tidak mempengaruhi kepribadian atau ketidak mampuan individu dalam menyelesaikan diri;
  • Anak cerebral-palcy dan polio cenderung memilki rasa takut daripada yang mengalami sakit jantung.

2. Karakteristik emosi-sosial, yang meliputi :
  • Kegiatan-kegiatan jasmani yang tidak dapat dijangkau oleh anak tunadaksa dapat berakibat timbulnya problem emosi, perasaan dan dapat menimbulkannya frustasi yang berat;
  • Keadaan tersebut dapat berakibat fatal, yaitu mereka menyingkirkan diri dari keramaian;
  • Anak tunadaksa cenderung acuh bila dikumpulkan bersama anak-anak normal dalam suatu permainan;
  • Akibat kecacatannya juga mereka dapat mengalami keterbatasan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya.

3. Karakteristik intelegensi, yang meliputi :
  • Tidak ada hubungan antara tingkat kecerdasan dengan kecacatan, tapi ada beberapa kecenderungan  yakni adanya penurunan sedemikian rupa kecerdasan individu bila kecacatan meningkat;
  • Dari hasil penelitian ternyata ditemukan rata-rata mereka memiliki IQ 86,8 dan di suatu penelitian lagi ditemukan rata-rata IQ 84,5 dan bahkan terakhir ditemukan IQ 92,6. Jadi dengan kata lain IQ anak tunadaksa rata-rata normal.

4. Karakteristik fisik, yang meliputi :
  • Bisanya disamping mengalami cacat tubuh, ada kecenderungan mengalami gangguan-gangguan lain misal: sakit gigi, berkurangnya daya pendengaran, penglihatan, gangguan bicara dsb;
  • Kemampuan motoriknya terbatas dan ini dapat dikembangkan sampai pada batas-batas tertentu.

Dari berbagai karakteristik tersebut di atas dapat menimbulkan dampak baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negative. Dari dampak negative muncullah berbagai masalah, yang dalam hal ini dikaitkan dengan posisi siswa disekolah, diantaranya yaitu:
 Masalah kesulitan belajar : masalah ini berkaitan dengan hambatan-hambatan yang dirasakan oleh mereka, karena dapat terjadi kelaianan pada otak, sehingga fungi berfikirnya terganggu persepsi bahkan lebih jauh lagi karena gangguan pada system saraf.
Masalah sosialisasi : masalah ini berhubungan dengan masalah penyesuaian diri dengan lingkungannya. Mereka mengalami berbagai kesulitan dan hambatan dalam menyesuaikan dirinya. Hal ini dapat terjadi karena kelainan jasmani, sehingga mereka tidak diterima oleh teman-temannya, diisolasi, dihina, dibenci, dan bahkan tidak disukai sama sekali kehadirannya.
 Masalah kepribadian : masalah ini menyangkut masalah-masalah tingkah laku yang menyimpang, diantaranya mudahnya frustasi, menarik diri diri, dll. Masalah kepribadian dapat berwujud kurangnya ketahanan diri bahkan tidak adanya kepercayaan diri, mudah tersinggung, dan sebagainya. 
Masalah keterampilan dan pekerjaan : walaupun anak tunadaksa memilikki kemampuan fisik yang terbatas, namun dipihak lain bagi mereka yang memiliki kecerdasan yang normal ataupun yang kurang perlu adanya pembinaan diri sehingga hidupnya tidak sepenuhnya menggantungkan pada orang lain. Karena dengan adanya modal kemampuan yang dimilikinya perlunya diberinya kesempatan yang sebanyak-banyaknya agar dapat mengembangkan lewat latihan keterampilan dan kerja yang sesuai dengan potensinya.
Masalah latihan gerak : masalah ini berkaitan dengan kondisi anak tunadaksa yang sebagian besar memilki gangguan pada gerak.

Solusi
Bagi tenaga pendidik (guru) hendaknya lebih bisa memberikan bimbingan lagi terhadap para siswanya bukan hanya bagi anak tunadaksa saja melainkan bagi seluruh siswanya. Dilihat dari masalah tingkat kesulitan belajar anak tunadaksa ini khususnya pada Nunik memiliki tingkat Intelegensi yang sama dengan anak normal hanya ia kurang mampu mengkomunikasikannya lebih baik lagi.  Sehingga bila semua itu dapat dilaksanakan dengan baik maka tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik dan ia memiliki semangat belajar yang tinggi.itulah salah satu potensi yang ia miliki. Sehingga guru dapat mengarahkan keterampilan yang dimilikinya agar dapat menjadi sumber penghidupannya, dan bukan merupakan sesuatu yang mustahil pula ia dapat menjadi seorang pendidik seperti yang ia cita-cita seperti yang tadi telah diungkap dalam profil siswa.  Jika ia diberikan bimbingan dan kesempatan yang sama seperti halnya anak normal.
Dalam hal ini orang tua mempunyai peran yang sangat besar dan penting terutama dalam membentuk kepribadian anak. Bila orang tua mau belajar memahami kepribadian anak dan memberikan kesempatan yang sama seperti halnya anggota keluarga yang lain (normal) saya yakin akan memberikan rasa percaya diri kemudian munculah perasaan bahwa walaupun anak memilki kekurangan tetapi ia pasti memilki kelebihan yang tidak semua orang miliki sehingga membuat dirinya yakin bahwa ia diakui baik itu di lingkungan keluarga maupun di masyarakat.
Selain itu dalam masalah latihan gerak sebenarnya masih mungkin dapat di atasi. Agar tidak semakin parah dan dengan harapan supaya kondisi secara fungsional dapat pulih ke posisi semula, dianggap perlu adanya latihan yang sistematis dan kontinyu. Apakah itu dilakukan melalui terapi-fisik, terapi-tari, terapi bermain, ataupun terapi okupasional.
Begitu pun bagi masyarakat maupun pemerintahan setempat hendaknya memberikan dukungan. Karena apa artinya pendidikan yang diberikan selama proses pendidkan kalau tidak diberikan bekal keterampilan kerja sebagai mana bila sewaktu-waktu diperlukannya terjun kemasyarakat.

Previous
« Prev Post

Related Posts

16:44:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!