Dosen Asing Boleh Mengajar di Indonesia

Nadi Guru - Profesor Ali Ghufron Mukti, selaku Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengatakan bahwa pihaknya mempersilahkan dosen asing untuk mengajar di Tanah Air. Menurutnya, kuota yang diberikan sebanyak 10 persen saja. Hal itu juga melalui Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK. Tujuannya adalah supaya dosen-dosen asing yang kualitasnya bagus dapat mengajar di kampus-kampus Indonesia, dalam mengamalkan ilmunya.
dosen asing
Ilustrasi dosen asing
Bukan hanya itu saja, mengajar dan membimbing mahasiswa. Mereka dapat melakukan penelitian dengan dana-dana yang berasal dari dunia internasional, seperti Bank Dunia, WHO, AUSAID, USAID, dan lainnya.
Ditegaskan oleh Ghufron jika sebelum mendatangkan dosen asing. Pihak kampus terlebih dahulu harus mengajukan kepada Kemenristekdikti. Kemenristekdikti bisa menanggung gaji dosen asing itu selama setahun pertama. Selanjutnya, ke depannya pihak kampus yang menggajinya dengan sumber dana penelitian tersebut.
Januari yang lalu, Kemenristekdikti telah meluncurkan NIDK. Identitas tersebut memberikan kesempatan bagi  para dosen untuk mengajar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Selamaini, proses dalam perekrutan dosen hanya menjangkau kalangan tertentu, yang dimulai dari jabatan paling rendah. Sehingga, hanya sedikit kandidat untuk menjadi dosen.
NIDK tersebut akan diberikan kepada dosen yang telah diangkat oleh perguruan tinggi sesuai denganperjanjian kerja, sesudah memenuhi persyaratan. Selain itu, persyaratan lainnya adalah memiliki kualifikasi akademik, sehat jasmani dan rohani, serta tidak terlibat dalam narkoba.

Sumber : Republika

Artikel Terkait

Dosen Asing Boleh Mengajar di Indonesia
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...