NADI GURU BLOG

Mencegah DBD Dengan PHBS

Posted by Dede Taufik on Tuesday, 2 February 2016

DBD
Nadi Guru - PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat harus menjadi suatu kebiasaan yang dijaga oleh seluruh warga masyarakat. Perlu diingat, jika lingkungan yang sehat sangat berpengaruh terhadap kesehatan makhluk hidup yang ada di dalamnya, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Semuanya pasti menginginkan jika daerah tempat tinggalnya itu bersih dan jauh dari biang penyakit.
Namun, tak sedikit yang keinginannya itu tidak disertai dengan perilaku yang mencerminkan PHBS. Misalnya saja adalah perilaku membuang sampah sembarangan yang bisa menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan tercemar. Selain itu, kesadaran masyarakat yang masih kurang dalam membersihkan bak mandi secara rutin. Sehingga, nyamuk-nyamuk merasa betah bersarang di tempat yang kotor dan tidak sehat yang berdampak pada munculnya penyakit DBD (Demam Berdarah Dongue).

Darurat DBD
Mengutip dari laman demamberdarah.org, jika demam berdarah ini disebabkan oleh gigitan nyamuk ‘Aedes Aegypti’ yang mengandung virus dengue. Dengan ciri-ciri nyamuknya adalah badan nyamuk yang berwarna hitam dan belang-belang putih pada seluruh tubuhnya (loreng); nyamuk ini dapat berkembangbiak pada penampungan air (TPA) dan pada barang-barang yang memungkinkan untuk digenangi air seperti bak mandi, tempayan, dan barang bekas; namyuk aides aegepty tidak dapat berkembangbiak di got atau selokan ataupun kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah; nyamuk penyebar virus dengue ini biasanya menggigit manusia pada pagi dan sore hari; nyamuk ini termasuk nyamuk yang bisa terbang hingga seratus meter.
Akhir-akhir ini, banyak dikabarkan di beberapa daerah jika penyakit DBD terus mengalami peningkatan, termasuk di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini sebagaimana diberitakan Kapol (Kabar Priangan Online, 12/01/2016), jika Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang tengah menangani 14 orang pasien yang diduga terkena gejala DBD. Pasalnya, gejala pasien ditandai dengan suhu badan tinggi, nyeri badan, mual dan muntah. Selain itu, di Kota bandung, sepanjang tahun 2015 telah terjadi sebanyak 3.389 kasus penyakit DBD, yang meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu hanya 3.138 penderita.
Di Kota Tasikmalaya sendiri, sejak akhir bulan Desember lalu hingga sekarang ini, penyakit DBD juga mengalami peningkatan. Setidaknya, sudah hampir tujuh puluh pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Dr Soekarjo dan Rumah Sakit Islam. Bahkan, dikabarkan jika salah seorang penderita DBD itu ada yang meninggal dunia.
Sementara di Kabupaten Tasikmalaya, penyakit DBD sudah dikatakan endemis berada di seluruh kecamatan. Sebagaimana dinyatakan oleh dr H. Oki Zulkifli Duski, jika pada musim hujan, kasus DBD bukan hanya terjadi di daerah perkotaan. Melainkan, sudah menjalar ke seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan, baru-baru ini telah terjadi demam tinggi massal di wilayah Bantarkalong yaitu di Kampung Ciasmin dan Cikuya. Sehingga, seluruh warga Bantarkalong dihimbau untuk melakukan PHBS.

Pencegahan DBD
Penyakit DBD yang sudah semakin darurat, tak bisa diabaikan lagi dan harus menjadi perhatian yang serius. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit DBD secara terus menerus tiada lain adalah dengan menerapkan PHBS. Penerapan ini dimulai dari diri sendiri (kaluarga) dan masyarakat sekitar. Untuk itu pemerintah harus berupaya keras dalam menyadarkan warga mayarakatnya agar berperilaku yang mencerminkan hidup bersih dan sehat.
Penyadaran itu bisa dilakukan dengan memberikan pengarahan akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Selain itu, agar masyarakat semakin menyadarinya, sejatinya perlu mendapatkan contoh terlebih dahulu. Maksudnya, bukan penyadaran yang sifatnya hanya pengarahan saja melainkan langsung diaplikasikan dengan gotong royong untuk membersihkan lingkungan yang sudah kotor dan tercemar.
Selanjutnya, agar kegiatan itu terus berlanjut dan tidak terputus hanya gara-gara penyakit DBD sudah tak lagi menyerang warganya. Pemerintah setempat, dalam hal ini Kepala Desa (Kades) membuat sebuah program yang berbentuk peduli lingkungan. Misalnya saja program ‘Minggu bersih’, yaitu sebuah program dimana seluruh warganya pada setiap hari Minggu diwajibkan untuk membersihkan kampung halamannya.
Agar program itu bisa berjalan dengan lancar dan masyarakatnya tetap semangat, nampaknya pemerintah setempat pun harus memberlakukan hadiah dan hukuman. Hadiah diberikan bagi kampung yang terbersih dan tersehat, sementara hukuman diberikan bagi kampung yang terjorok (tidak bersih). Dengan begitu, pastinya masyarakat akan berlomba-lomba untuk mewujudkan kampungnya menjadi bersih karena tidak mau mendapat cap sebagai kampung terjorok (tidak bersih).

Adapun upaya secara khusus yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit DBD yaitu membasmi nyamuk. Caranya adalah dengan menerapkan 3M Plus, yaitu Menguras tempat penampungan air, Menutup penampungan air, Mengubur barang-barang yang bisa menampung air, dan plusnya adalah Menghindari terhadap gigitan nyamuk.

Previous
« Prev Post

Related Posts

10:57:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!