Guru Cerdas dan Humoris

Guru Menulis
Guru Menulis Kabar Priangan (Selasa, 8/03/2016)
Penulis : Dede Taufik, S.Pd.
Guru merupakan ujung tombak dalam menjalankan proses pendidikan di sekolah. Berada di tangan guru nasib masa depan bangsa dipertaruhkan. Dalam hal ini, salah satu tugas guru adalah menciptakan generasi bangsa (siswa) yang berpengetahuan luas.
Di negara kita, muatan mata pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa tidaklah sedikit. Tuntutan pengusaan pun telah ditentukan standarnya yaitu minimal sesuai dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Jika tidak, maka siswa tersebut belum dianggap tuntas untuk pelajaran tersebut dan harus mengulangnya. Boleh dikatakan siswa itu belum layak untuk naik kelas.
Sebagai manusia biasa, pastinya siswa memiliki keterbatasan untuk bisa menguasai semua materi dari setiap mata pelajaran. Terkadang, ada siswa yang sangat pandai dalam mata pelajaran tertentu. Namun pada mata pelajaran lainnya lemah dan bahkan mengalami kesulitan untuk memahaminya.
Penulis pun menyadari, berdasarkan pengalaman ketika sekolah dulu terdapat mata pelajaran yang disukai dan yang tidak. Namun, pelajaran yang disukai itu bisa saja menjadi malas untuk belajarnya dan yang tidak disukai justru menjadi semangat untuk mengikuti pembelajarannya. Semua itu tergantung dari bagaimana sosok guru yang mengajarnya.
Biasanya, sosok guru yang diidolakan oleh siswa adalah guru cerdas dan humoris. Guru cerdas adalah guru yang memiliki pengetahuan luas dan memiliki segudang ide dalam menyampaikan materi pembelajaran. Sementara guru humoris adalah guru yang bisa membuat suasana di kelas menjadi nyaman dan gembira melalui candaannya.
Kedua tipe itu nampaknya harus bisa dimiliki oleh seorang guru. Supaya tujuan pembelajaran yang hendak dicapai bisa optimal. Cerdas saja tidak cukup, apalagi jika proses pembelajarannya monoton hanya satu arah dari guru kepada siswa. Tanpa adanya sebuah interaksi berupa tanya jawab. Pasalnya, kondisi otak siswa akan mengalami kelelahan. Jika itu terjadi, maka sebagian dari materi yang diajarkan tidak bisa diserap oleh siswa.
Untuk itu, humorlah yang akan membangkitkan kembali konsentrasi siswa ketika mengalami kelelahan. Tak perlu lama, cukup beberapa menit saja dengan tujuan menyegarkan otak siswa. Kalau lama-lama, nanti malah waktu yang semestinya digunakan untuk menyampaikan materi akan tersita banyak.
Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru cerdas dan humoris, diharapkan bisa menjadikan siswa mudah menyerap materi yang diajarkan. Sehingga, siswa mampu memiliki pengetahuan luas berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan.

Selain itu, diperlukan juga keteladanan guru agar bukan hanya menciptakan siswa yang cerdas. Melainkan juga berkarakter, memiliki akhlak yang terpuji, memegang teguh kejujuran, dan bisa terhindar dari berbagai perilaku yang menyimpang. 

Artikel Terkait

Guru Cerdas dan Humoris
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...