NADI GURU BLOG

Sifat-Sifat Operasi Hitung

Posted by Dede Taufik on Tuesday, 1 March 2016

Nadi Guru – Sifat-sifat operasi hitung dipelajari oleh siswa mulai kelas 4 sekolah dasar (SD). Materi ini disajikan oleh Nadi Guru untuk berbagi pengetahuan bagi yang membutuhkannya. Baik untuk siswa, orangtua, maupun guru itu sendiri. Baiklah, kita langsung saja pada materi intinya.

Sifat-sifat Operasi Hitung
Sifat-sifat Operasi Hitung

1. Sifat Komutatif
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa sifat komutatif disebut juga sifat pertukaran. Sifat komutatif hanya berlaku pada penjumlahan dan pengurangan, sementara untuk pengurangan dan pembagian tidak berlaku. Lebih jelasnya, mari kita simak contoh-contoh di bawah ini!

  • Komutatif pada penjumlahan

3 + 5  = 8
5 + 3  = 8
Nah, kesimpulannya bahwa 3 + 5 = 5 + 3. Karena keduanya memiliki jawaban yang sama yaitu 8.

  • Komutatif pada perkalian

3 x 2  = 6
2 x 3  = 8
Nah, kesimpulannya bahwa 3 x 2 = 2 x 3. Karena keduanya memiliki jawaban yang sama yaitu 6.

Tadi disebutkan jika sifat komutatif ini tidak berlaku pada pengurangan dan pembagian. Dengan begitu, mari kita buktikan saja kebenarannya.
*Pengurangan
5 – 3  = 2
3 – 5  = -2
Hasilnya berbeda kan? Jika 5 – 3  = 2 (positif dua), sementara 3 – 5  = -2 (negative dua). Jadi, keimpulannya jelas jika sifat komutatif itu tidak berlaku pada pengurangan. Lalu bagaimana dengan pembagian? Mari kita buktikan juga bersama-sama ya!
*Pembagian
15 : 3  = 5
3 : 15  = 1/5 atau 0,2
Hasilnya berbeda kan? Jadi, sifat komutatif itu tidak berlaku pada pembagian.

2. Sifat Asosiatif
Sifat asosiatif atau bisa disebut juga sebagai sifat pengelompokkan. Pada sifat ini juga hanya berlaku untuk penjumlahan dan perkalian. Silahkan disimak!

  • Asosiatif pada penjumlahan

(2 + 3) + 1 = 5 + 1 = 6
2 + (3 + 1) = 2 + 4 = 6
Jadi, (2 + 3) + 1 = 2 + (3 + 1) hasilnya sama yaitu 6. Sehingga sifat seperti ini dinamakan sebagai sifat asosiatif pada penjumlahan.

  • Asosiatif pada perkalian

(2 × 4) × 3 = 8 × 3 = 24
2 × (4 × 3) = 2 × 12 = 24
Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4) hasilnya sama yaitu 24. Sehingga sifat seperti ini dinamakan sebagai sifat asosiatif pada perkalian.

3. Sifat Distributif
Sifat distributif disebut juga sifat penyebaran. Agar lebih memahaminya, mari kita simak penjelasan di bawah ini!

  • Distributif perkalian pada penjumlahan

Contoh soal:
Apakah 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5) ?

Jawab:
3 × (4 + 6) = 3 × 10 = 30
(3 × 4) + (3 × 6) = 12 + 18 = 30
Jadi, 3 × (4 + 6) = (3 × 4) + (3 × 6) hasilnya sama yaitu 30.

  • Distributif perkalian pada pengurangan

Contoh soal:
Apakah 3 × (6 - 3) = (3 × 6) - (3 × 3) ?

Jawab:
3 × (6 - 3) = 3 × 3 = 9
(3 × 6) - (3 × 3) = 18 + 9 = 9
Jadi, 3 × (6 - 3) = (3 × 6) - (3 × 3) karena hasilnya sama yaitu 9.

Semoga artikel ini bisa membantu bagi yang membutuhkannya!

Previous
« Prev Post

Related Posts

11:05:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!