#6 Ciri Sosok Guru Ideal

loading...
loading...
Nadi Guru - Guru ideal merupakan guru yang didambakan oleh murid-muridnya. Guru ideal yaitu sebagai sosok yang bisa menjadi panutan dan juga selalu meneladani muridnya.
#6 Ciri Sosok Guru Ideal
Ilmu yang dimilikinya, bagaikan mata air yang tidak akan pernah habis. Semakin sering diambil, maka akan semakin jernih airnya. Mengalir bening dan juga bisa menghilangkan rasa dahaga bagi siapa pun yang meminumnya.
Guru ideal yaitu seorang guru yang mampu mengusai ilmunya dengan baik. Guru itu juga mampu menjelaskan dengan baik tentang apa yang diajarkannya. Disukai oleh para muridnya, pasalnya cara yang digunakan dalam mengajarnya enak didengar dan juga mudah untuk dipahami.
Lalu, seperti apakah sosok guru ideal itu yang diperlukan pada saat ini? Guru ideal yang diperlukan pada saat ini adalah guru yang mencakup beberapa hal, diantaranya yaitu:

1. Guru yang memahami benar akan profesinya
Tak dapat disangkal lagi jika profesi guru merupakan profesi yang amat mulia. Ia merupakan sosok yang selalu memberi secara tulus dan juga tidak mengharapkan imbalan apapun. Terkecuali, harapannya adalah untuk mendapatkan ridho dari dari Alloh SWT. Kehadiran guru yang diidolakan selalu dirindukan oleh para muridnya. Raut wajahnya pun selalu senang, ceria, dan juga selalu menerapkan Salam, Sapa, Sopan, Senyum, dan juga Sabar, atau yang sering dikenal dengan 5 S.

2. Guru yang gemar membaca dan menulis
Bagi siapa saja yang memiliki kegemaran membaca, maka dirinya akan kaya dengan ilmu. Guru yang gemar membaca, otaknya bagaikan komputer atau juga ibarat mesin pencari di internet seperti misalnya Mbah Google.
Jika ada murid yang bertanya, memori otaknya pun langsung bekerja untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh muridnya dengan cepat dan benar. Wawasan seorang guru yang gemar membaca, akan tampak terlihat jelas dari bagaimana dirinya berbicara dan menyampaikan pengajarannya.
Selain itu, guru yang gemar membaca juga akan piawai dalam menulis. Dan pada saat ini, menulis telah menjadi suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh guru. Jika tidak, maka tak dimungkiri pangkat dan golongannya akan berhenti sampai disitu saja.
Dapat dipastikan, jika guru yang malas membaca, dirinya akan merasa malas pula dalam menulis. Pasalanya, membaca dan menulis menulis merupakan dua sisi yang tak dapat dipisahkan seperti halnya kepingan mata uang logam yang juga tak dapat dipisahkan.

3. Guru yang sensitif terhadap waktu.
Tentu kita sudah tak qsing lagi dengan ungkapan ‘Times is Money’ atau waktu adalah uang. Tapi, itu adlaah orang Barat yang mengatakannya. Sebagai seorang guru, tentunya waktu itu lebih dari uang. Bahkan bisa jadi, waktu itu bagaikan sebilah pedang yang tajam yang bisa membunuh siapa pun termasuk juga pemiliknya.
Bagi seorang guru yang kurang dalam memanfaatkan waktunya dengan baik, maka tak akan banyak prestasi yang bisa diraih dalam hidupnya. Guru itu akan terbunuh oleh waktu yang secara sengaja telah dirinya sia-siakan. Dengan begitu, guru harus sensitif terhadap waktu.

5. Guru yang tidak terjebak oleh rutinitas kerjanya
Kesibukan bekerja pada setiap harinya menjadi rutinitas yang tak ada hentinya. Guru itu harus bisa pandai dalam mengatur rutinitas kerjanya. Jangan sampai, jika guru itu terjebak sendiri dengan rutinitasnya, yang justru tak menghantarkan dia menjadi guru yang baik dan menjadi tauladan bagi muridnya.
Seorang guru harus pandai dalam mensiasati pembagian waktunya dalam bekerja. Coba buatlah sebuah perencanaan. Rutinitas kerja tanpa disadari bisa membuat guru terpola sehingga menjadi guru pasif dan bukan menjadi guru aktif.
Setiap harinya hanya diisi untuk mengajar saja, ia tak mendidik dengan hati. Waktunya di sekolah hanya sebatas menjadi sebagai sebuah tugas rutin dalam mengajar yang tidak lebih. Guru bisa jadi hanya melakukan ‘transfer of knowledge’. Tak ingin tahu dengan lingkungan dan juga kondisi sekolah, apalagi kondisi siswa. Dirinya mengganggap pekerjaannya merupakan karirnya, oleh karena itu dirinya berusaha keras supaya apa yang dilakukannya itu bagus di mata pimpinannya (kepala sekolah).

5. Guru yang kreatif dan inovatif
Katanya, guru yang merasa dirinya sudah berpengalaman membuat guru tersebut menjadi kurang kreatif. Guru itu menjadi malas untuk mencoba sesuatu hal yang baru dalam pembelajarannya. Dirinya sudah merasa cukup, sehingga tak ada upaya untuk menciptakan sesuatu hal yang baru dari pembelajarannya.
Dari tahun ke tahun, gaya mengajar yang dilakukannya itu-itu saja. RPP yang dibuat pun juga sama dari tahun ke tahunnya. Bisa jadi, hanya sekedar ganti tanggal dan tahun saja.
Untuk melakukan suatu proses yang kreatif, nampaknya dibutuhkan kemauan untuk melakukan inovasi secara terus menerus. Guru kreatif yairu guru yang seringkali bertanya pada dirinya sendiri. Apakah telah menjadi guru yang baik atau belum? Apakah telah mendidik dengan benar atau tidak? Apakah muridnya mengerti tentang disampaikan atau tidak? Dirinya selalu memperbaiki diri untuk terus menjadi lebih.

6. Guru yang memiliki 5 kecerdasan
Untuk yang terakhir adalah guru yang memiliki lima kecerdasan. Kecerdasannya terpancar dengan jelas dari karakter dan juga prilakunya sehari-hari. Pada saat mengajar, maupun juga di dalam kehidupan masyarakat. Kelima kecerdasan tersebut yaitu, kecerdasan intelektual, kecerdasan moral, kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, dan juga kecerdasan motorik.

*Artikel ini dikutip dari Tulisan Wijaya Kusumah atau akrab disapa Om Jay, dengan blog pribadinya beralamat wijayalabs.com.
Sumber : https://smpsemanu3.wordpress.com/perpustakaan/mencari-sosok-guru-ideal/
loading...

Artikel Terkait

#6 Ciri Sosok Guru Ideal
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!