Dari Kedai sampai ke Plaza

Kini, sekurang-kurangnya ada lima istilah pokok untuk menyebut tempat-tempat belanja, yaitu kedai, warung, pasar, toko, dan plaza. Istilah lain seperti warung serba ada, pasar swalayan, pasar raya, dan toko serba ada merupakan pengembangan dari kelima istilah pokok di atas. Apakah sebenarnya perbedaan di antara kelima istilah tersebut?
Kata kedai dan kata warung memiliki arti yang sama, yaitu bangunan (sederhana) yang digunakan sebagai tempat berjualan makanan dan minuman. Pembedaan antara yang satu dengan yang lain dilakukan dengan menyebutkan jenis barang yang dijual di tempat itu atau menambahkan nama lain yang dipilih secara manasuka, seperti kedai kopi ‘kedai yang menjual kopi’, warung padang ‘warung yang menjual masakan padang, dst.
Selain kata warung dan kedai, untuk menyebutkan tempat yang menjual makanan dan minuman juga digunakan istilah rumah makan dan restoran.
Kata toko berarti kedai berupa bangunan permanen tempat menjual barang-barang. Pembedaan toko yang satu dengan lain dilakukan dengan menyebutkan jenis barang yang dijual, cara menjual, atau nama tertentu yang ditetapkan secara manasuka. Sehingga, muncullah bentuk-bentuk seperti toko sepatu, toko buku, toko kelontong, toko serba ada, toko grosir, Toko Mas Delima, Toko Maju Terus, dll.
Kata pasar memiliki arti tempat orang berjual beli yang biasanya lebih luas daripada kedai, warung, atau toko. Cakupan jenis barang yang dijual di pasar lebih banyak. Selain makanan dan minuman, di pasar juga dijual sayur-mayur, pakaian, dan benda-benda lain untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk membedakan pasar yang satu dengan yang lainnya dilakukan dengan menyebutkan jenis barang pokok yang dijual, cara menjual, hari yang paling ramai untuk pasar itu, dan nama-nama lain yang diberikan secara manasuka pula. Sehingga dikenallah nama-nama seperti pasar induk sayur-mayur, Pasar Induk Gedebage, pasar loak, pasar grosir, pasar swalayan, Pasar Baru, Pasar Senen, Pasar Minggu, dll.
Terakhir, kata plaza selain berarti pusat perbelanjaan atau tempat terbuka dekat dengan gedung-gedung di kota yang memiliki tempat untuk berjalan dan berbelanja, juga berarti lapangan untuk umum, tempat terbuka yang digunakan untuk parkir atau memperbaiki kendaraan bermotor, tempat membayar uang tol, tempat yang memberikan fasilitas pelayanan seperti restoran, dan pompa bensin di tepi jalan raya. Daripada pemakaian pasar modern atau shoping center,  tampaknya makna pusat perbelanjaan lebih tepat untuk padanan istilah plaza.
Dari istilah-istilah di atas, tampaknya plaza adalah istilah yang memiliki cakupan paling luas. Itulah sebabnya, kata plaza tidak dapat diberi penjelas lagi berupa cara layanan, jenis barang yang dijual di tempat itu, dll. Pengkhususan nama plaza dilakukan dengan nama-nama tambahan belaka. Apakah ada kekhususan barang dagangan atau cara penjualan di tempat nama seperti Plaza Bandung Indah (yang kadung orang menyebut BIP), Sultan Plaza, Plaza Parahyangan, Plaza Asia Afrika, Asoka Plaza?
Sementara itu, kedai, warung, toko, atau pasar masih dapat diubah cakupannya dengan memperhatikan cara penjualan atau barang yang dijual. Apabila yang dijualbelikan di tempat itu, nama atau jenis benda; umumnya disebutkan di belakang kata itu. Perhatikanlah kata kedai kopi, warung sate, pasar induk buah-buahan, Pasar Induk Caringin, toko alat-alat listrik, , toko bahan bangunan, toko mas, dan sebagainya. Kata serba ada biasanya digunakan untuk menyebut tempat penjualan yang menyediakan berbagai barang dagangan, misalnya warung serba ada dan toko serba ada. Kita dapat pula menambahkan cara pelayanan apabila di suatu tempat mempunyai cara pelayanan yang khusus, misalnya pasar swalayan.
Dengan demikian, Plaza Bandung Indah, Sultan Plaza, Plaza Parahyangan, Plaza Asia Afrika seharusnya merupakan tempat perdagangan yang sifatnya sangat kompleks. Di dalamnya tercakup berbagai tempat belanja yang lebih kecil yang mungkin berupa toko, warung, atau kedai. Barang yang diperdagangkan dan cara pelayanannya pun beragam pula, bergantung pada toko, warung, atau kedai yang ada di dalamnya.
Hampir sama dengan plaza, kata pasar umumnya juga mencakupi beberapa tempat perbelanjaan yang lebih kecil. Di dalam pasar mungkin kita temukan toko, warung, atau kedai dengan barang dagangan dan cara pelayanannya masing-masing. Perbedaan antara plaza dan pasar terletak pada konotasi saja. Plaza berkonotasi dengan pusat perdagangan yang modern, sedangkan pasar  berkonotasi dengan pusat perdagangan tradisional.
Pergeseran Makna
Dalam bahasa yang hidup dan berkembang seperti bahasa Indonesia, pergeseran makna itu tidak dapat dihindari. Kita ingat kata bapak yang semula bermakna orang tua kita yang menyebabkan kita lahir ke dunia, sekarang sudah bergeser artinya. Kita dapat menyebut bapak kepada siapa pun yang lebih tua dari kita.
Kata kedai, warung, dan pasar pun menunjukkan gejala pergeseran makna itu. Dengan makna dasar yang sedikit bergeser, kita mendapatkan kata seperti kedai buku, kedai benda pos, warung telekomunikasi, warung serba ada, pasar swalayan. Dalam kata-kata tersebut makna tempat yang menjual makanan dan minuman yang dulu dikandungnya sudah tidak sesuai lagi. Sifat ketradisionalan pasar pada pasar swalayan sudah tidak tampak lagi.
Struktur Nama
Perhatikanlah nama-nama berikut! Plaza Bandung Indah, Plaza Parahyangan, Plaza Asia Afrika, Sultan Plaza, Asoka Plaza, Yogya Pasar Swalayan, Hero Pasar Swalayan, Yogya Pasar Raya. Kalau dilihat dari struktur secara selintas, bentuk-bentuk tersebut jelas berbeda. Plaza Bandung Indah, Plaza Parahyangan, Plaza Asia Afrika berstruktur DM (Diterangkan Menerangkan); sedangkan Sultan Plaza, Asoka Plaza, Yogya Pasar Swalayan, Hero Pasar Swalayan, Yogya Pasar Raya berstruktur MD (Menerangkan Diterangkan). Dalam bahasa Indonesia, kita seharusnya memilih struktur DM. Namun, nama yang berstruktur MD pun dapat pula dipakai dengan pertimbangan bahwa selain plaza dan pasar swalayan,sultan, atau hero itu juga merupakan nama usaha yang lain. Dengan demikian, kita dapat menderetkan nama-nama seperti berikut. Sultan Plaza, Sultan Hotel, Sultan Restoran, Sultan Salon, Hero Pasar Swalayan, Hero Hotel, Hero Restoran, Hero Salon dst.
Tentu saja, tidak tepat apabila hanya ada  sultan, yaitu satu-satunya dan berupa plaza, hanya ada satu-satunya hero dan berupa pasar swalayan, disebut Sultan Plaza dan Hero Pasar Swalayan. Untuk kenyataan seperti ini, mestinya penamaan mengikuti pola Plaza Bandung Indah dan Pasar Swalayan Sempurna, yang dapat disejajarkan dengan nama plaza atau pasar swalayan sebagai berikut. Plaza Indonesia, Plaza Mataram, Pasr Swalayan Siti Nurbaya, Pasar Swalayan Dinar, dll.
Masih dengan struktur bahasa Inggris, dalam dunia perdagangan modern kita juga mengenal istilah mall seperti Kalibata Mall, Pondok Indah Mall, Setra Sari Mall. Apakah sebenarnya arti mall itu?
Kata mall berarti gedung-gedung besar atau kelompok gedung-gedung di pinggiran kota berisikan beberapa/bermacam-macam toko dengan sarana jalan untuk kepentingan umum.
Demikianlah ulasan ringkas mengenai istilah-istilah tempat berbelanja ditinjau dari sudut struktur dan makna. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Semoga.
Dari Kedai sampai ke Plaza
Penulis : Nanang Ruhyani, S.Pd.
*) Tulisan ini pernah dimuat pada HU Pikiran Rakyat

Artikel Terkait

Dari Kedai sampai ke Plaza
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...