NADI GURU BLOG

Ketika Anak Muda Menghina Pahlawan Revolusi, Apa Jadinya Nanti?

Posted by Dede Taufik on Sunday, 8 May 2016

Nadi Guru - Coba perhatikan foto di atas! Beberapa anak muda tengah menaiki patung pahlawan revolusi. Dan hal itu tentunya dapat membuat orang yang melihatnya menjadi geram. Sungguh mirinya, tanpa adanya rasa sungkan terhadap jasa-jasa yang dilakukan oleh para pahlawan itu. Mereka seenaknya duduk di atas kepala patung itu dan juga berfoto bersama.
Menurut Mulyani, salah seorang pegawai Monumen Pancasila Sakti bahwa ulah anak muda itu dibuat di Monumen Sudjono, yang lokasinya berada di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
"Itu Monumen Sujono di Simalungun. Bukan Pancasila Sakti Lubang Buaya," ungkap Mulyani seperti dilansir merdeka.com. (8/5/2016).
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh merdeka.com, bahwa patung-patung dari pahlawan revolusi antara monumen yang berada di Jakarta dan juga Simalungun hampir tidak berbeda. Keduanya, dibangun untuk mengenang tujuh pahlawan revolusi yang tewas ketika berlangsungnya peristiwa G30S. Pembedanya adalah terdapatnya patung tambahan di depan ketujuh pahlawan revolusi, yaitu Monumen Letda Sujono. 
Sujono adalah salah satu Letda (Anumerta), yang juga merupakan pahlawan revolusi yang menjadi korban pertikaian berdarah pada tahun 1965 yang lalu. 
Nah, ketika anak muda menghina pahlawan revolusi, apa jadinya nanti? Maksudnya, apakah jasa-jasa para pahlawan akan tetap dikenang oleh mereka? Entahlah... Yang pasti, kita sebagai guru harus menanamkan kepada para murid-murid kita bahwa betapa pentingnya jasa para pahlawan tersebut. 

Previous
« Prev Post

Related Posts

20:21:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!