Aplikasi Online PPBD Mengalami ‘Error’, Orangtua Siswa Marah

Sejumlah orangtua siswa dating ke Kantor Dinas Pendidikan Kota Depok. Hal itu karena matinya aplikasi ‘online’ Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Matinya aplikasi itu memunculkan kecurigaan terkait dengan adanya permainan kuota siswa baru.
Aplikasi Online PPBD Mengalami ‘Error’, Orangtua Siswa Marah
‘’Tidak bisa log in (masuk ke aplikasi) anak saya,’’ kata Mirna Muska (44), warga Cibubur, Kota Depok, Selasa 28 Juni 2016.
Rencananya, Mirna akan mendaftar-kan anaknya ke SMAN 2 dan juga 3 Depok.
‘’Kemarin sore, enggak bisa (masuk aplikasi), saya coba tadi pagi enggak bisa. Tetapi, adiknya yang daftar SMP bisa, padahal passwordnya sama’’ ucap Mirna.
Akibatnya, Mirna tak bisa memilih SMA yang diinginkan sang anak. Ke-kecewaan Mirna ber-tambah karena pihak Disdik tak segera me-layani pengaduan orangtua siswa. Kendati telah tiba sejak pukul 8.00 WIB, pihak Disdik baru melayani pengadu-an pada pukul 10.00 WIB.
Yulianto (54), orangtua siswa asal Cipayung ke-heranan dengan sistem aplikasi online PPDB Kota Depok. Meski-pun pendaftaran masih berjalan, te-tapi aplikasi PPDB di SMA 12 yang menjadi pilihan anak-nya justru hilang. SMA itu menjadi pilihan kedua anak-nya.
‘’Kita bisa pilih SMA-12 karena online (masih dibuka pendaftaran) hari pertama kemarin. Tahu-tahu, agak sore ditutup online.’’ kata Yulianto.
Dia tak habis pikir dengan hilang-nya server pendaftaran sang-anak saat masa pendaftaran masih berlangsung.
‘’Kalau enggak di-buka kita enggak pilih karena di-buka kita pilih. Kenapa tiba-tiba enggak online,’’ ujarnya.
Sementara itu, kecurigaan dikemu-kan Lisda Dwi Rahayu. Orangtua siswa itu mempertanya-kan kuota peserta didik. Awalnya, Lisda ‎mendaftar-kan kembali anaknya karena tak lolos pada pendaftaran.
Ke-heranan Lisda muncul saat melihat kuota pen-daftaran pertama di SMAN 5 dan 8. Waktu itu, kuota untuk kedua SMA itu dibuka sebanyak 100 kursi. Namun, kuota itu men-dadak bertambah mencapai 200 kursi.
Tak ayal, sang-anak terpental dari urutan pen-daftaran sebelumnya. Lisda menilai ada kecurang-an dalam proses PPDB, karena kuota yang dibuka tak sesuai dengan jumlah yang disedia-kan setiap sekolah negeri.
Dikatakannya, jika satu sekolah mem-punyai sembilan rombongan belajar (rombel) dengan satu rombel men-capai 40 siswa per kelas, setiap sekolah negeri di Depok me-miliki 360 kursi. Jumlah itu 25 persennya dari jalur afirmasi.
‘’Harusnya kuota yang dibuka untuk online bukan dari jalur afirmasi lebih dari 200. Ini kenapa cuma 100 kursi yang dibuka untuk daftar PPDB online,’’ tutur Lisda.
Tak heran, dia men-curigai ketidaksesuaian kuota itu menjadi kesempatan menitip-kan siswa dengan permainan uang.

Saat "PR" mengonfirmasi per-masalahan tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila, yang ber-sangkutan tak ada di kantornya. Begitu pula dengan ke-beradaan sejumlah pejabat Disdik lainnya. Seorang pegawai menyebutkan jika mereka tengah berada di Bandung. (Pikiran-rakyat.com)

Artikel Terkait

Aplikasi Online PPBD Mengalami ‘Error’, Orangtua Siswa Marah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...